Posted in Constellation's Series

A Piece of My Life


Are We Happy With All We Have Done?

Annyeong haseyo. Assalammualaikum. Hello. Spadaaa~

Oke. Saya balik lagi dengan keadaan galau -_- . Akhir-akhir ini blog kesayangan aku dan kau ini *halah* gag keurus. Maklum, saya lagi sibuk mikirin mid test and tugas lainnya yang bikin njlimet. Sumpah. Berhasil bikin badan kurus and rambut rontok. Oke. Ini lebay. Sekarang langsung aja ke inti masalah. Saya lagi pengen curhat gag penting tentang keputus asaan dan kegalauan. Ceilaaah. Daripada banyak cincau, mending langsung ke TKP.

LiFE? Apa sih arti kehidupan itu? Dan sebenarnya untuk apa kita hidup di dunia ini?

Akhir-akhir ini saya sering banget mikirin tentang itu. Aku ngrasa, kenapa yah hidupku kayak gini? Terkesan datar dan dipenuhi dengan hal-hal palsu. Tiap ada masalah, pengen banget rasanya kabur. Pengen menghilang dari semua ini.

Hal apa aja yang bisa bikin bahagia di hidup kita?

Well, mungkin dengan menulis ini aku dianggap g menghargai hidup. Bukan begitu. Aku cuma belum terlalu mengerti apa arti kehidupan yang sbenarnya. Apa kita bahagia dengan semua yang kita miliki saat ini? Puaskah?

Keluarga, harta, sahabat, dan cinta.

Hal-hal itu yang terkadang bisa bikin kita bahagia. Dan banyak orang menganggap dengan memiliki itu semua bisa merasa bahagia. Tapi apa jadinya apabila yang kita miliki itu tak bisa kita manfaatkan dan hargai sebagaimana layaknya?

Keluarga, khususnya orang tua.

Orang-orang yang selalu ada di smping kita, memberi semangat kita, dan membuat kita bahagia di sampingnya. Mreka sudah berusaha memberikan segalanya yag mereka punya demi kebahagiaan kita. Namun, apa balasan kita untuk mereka? Sudahkah kita membuat mereka bahagia? Bagaimana bisa kita merasa bahagia jika orang-orang di samping kita bahkan tidak bisa kita buat bahagia?

Harta, uang, dan segalanya tentang nikmat dunia.

Banyak yang berkata, money is everything. Kita bisa membeli apasaja bila kita punya banyak uang. Apa kebahagiaan hidup bisa dibelu dengan uang? Orang-orangpun banyak yang berusaha mendapatkan banyak uang dengan cara apa saja. Semua hal mereka lakukan untuk mendapatkan segalanya. Halal haramnya tidak mereka perdulikan. Apakah mereka bahagia dengan semua itu?

Sahabat. Kawan. Teman.

Orang-orang yang selalu berada di samping kita. Selalu ada di saat apapun. Saat senang dan susah. Orang orang yang ikut bahagia bila kita bahagia. Dan terkadang ikut menangis apabila kita bersedih. Selalu ada saat kita susah. Selalu ada bila kita sedang butuh bantuan. Seorang yang tulus untuk selalu berada di samping kita apapun yang terjadi.

Namun, apabila jadinya jika orang yang kita anggap sahabat malah bertindak sebaliknya?

Hanya ada jika dia sedang ada masalah. Hanya datang ketika kita mendapat kesenangan. Dan akan menghilang disaat kita sedih dan membutuhkan seseorang. Orang yang hanya memanfaatkan kebaikan kita. Sementara di belakang kita, mereka membicarakn kita.
Agak kejam mungkin aku membicarakan sahabat seperti itu. Namun itu yang aku rasakan. Mereka cuma datang ketika mereka butuh dan apabila ada teman baru yang lebih menarik kita ditinggalkan. Ibarat pepatah, habis manis sepah dibuang. Apa itu yang dinamakan sahabat?
Sampai saat ini, aku belum berani menganggap seorang teman menjadi sahabat. Yah. Lebih baik punya banyak teman dari pada satu sahabat. Jahat memang. Mengingat mungkin apa yang kita berikan pada mereka belum sebanding dengan apa yang mereka berikan pada kami. Aku takut, jika suatu saat nanti, seorang yang kita anggap sebagai sahabat itu malah berbalik menjadi musuh kita. Meninggalkan kita sendiri. Aku belum berani. Lalu, bagaimana bisa bahagia jika temanpun tidak ada yang benar-benar tulus menjadi teman? Kejam memang bila aku anggap mereka tidak tulus. Namun, begitulah nyatanya. Aku masih takut.

Dan terakhir,
cinta…

Apa cinta bisa membuat orang bahagia? Entahlah. Tergantung dari diri kita sendiri. Dengan tulus mencintai sseorang, kita bisa merasakan kebahagiaan tersendiri. Namun, apabila cinta itu tak berbalas? Apa yang harus kita lakukan? Tetap mencintai dengan tulus dan merasakan sakit? Atau melupakan cinta itu dan mencari kebahagiaan lain? Entah. Aku belum begitu mengerti.

Semua hal di atas, apa benar bisa membuat orang bahagia? Saya benr nggak tau. Terkadang, saya merasa bahagia. Terkadang, dengan hal-hal di atas saya diuat tertekan.

Sebenernya, satu hal kecil yang bisa bikin aku bahagia. Yaitu, melihat orang terdekat kita tersenyum untuk kita. Karena kita. Tak butuh harta ataupun cinta similikiti lainnya. Hanya sebuah senyuman.

Dan terkadang, bukan senyuman yang kita buat di wajah mereka. Kita malah membuat air mata mereka jatuh karena kita. Bukan karena terharu. Melainkan karena kekecewaan, kesedihan, dan luka yang kita beri. Bagaimana bisa kita bahagia bila senyuman pun ta bisa kita ukir di wajah mereka?

Entahlah. Ini hanya postingan gaje. Sarana buat numpahin segala kegalauan hati *halah* . Hanya sebagai pelampiasan. Bukan buat dimasukkan hati. Bukan buat diresapi. Hanya ketikan asal”an. Maaf bila ada salah.

Annyeong. Byee~

Penulis:

- 96's line - Shim Changmin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s