Posted in Sinopsis

[Sinopsis] I Give My First Love to You


I Give My First Love to You

*****

My romance has a time limit…

It’s shorter than the average person’s. So there is no time to drag on.

It’s like the fireworks in the summer, shining for only a short amount of time.

*****

Ini adalah suatu hal yang sudah ku ketahui sejak aku berumur 8 tahun.  

*****

Cerita film ini bermula ketika Mayu dan Takuma masih anak-anak. Mereka berteman sejak mereka berusia 8 tahun. Takuma menderita penyakit jantung dan dia dirawat oleh seorang cardiologist yaitu ayah Mayu, Dokter Taneda. Suatu hari, Takuma dan Mayu mendengar pembicaran Dokter Taneda dan orang tua Takuma kalau hidup Takuma tak akan bisa lebih dari 20 tahun karena kondisi kesehatannya. Bagaimanapun juga, persahabatan mereka tetap berjalan, dan Takuma menjadi cinta pertama Mayu. Ketika mereka sedang bermain di taman rumah sakit, Takuma berjanji pada Mayu kalau dia akan menikahi Mayu saat mereka berumur 20 tahun nanti. Berharap pada 4 leaf clover gods, supaya Takuma diberi kehidupan yang lebih lama sehingga mereka berdua bisa hidup bersama lebih lama lagi.

*****

Pada saat itu, aku belum mengerti benar arti kematian.Itulah mengapa aku berani membuat janji padamu, janji yang tak bisa aku tepati. Janji paling buruk.

*****

Aku membuat janji padamu. Janji yang tak akan pernah bisa aku tepati.

“Menikahlah denganku… ketika kita besar nanti.”

*****

Waktu berlalu, Mayu dan Takuma telah tumbuh dan mereka memasuki masa SMP, tetapi cinta mereka satu sama lain tetap sama. Walaupun demikian, Takuma yang mengetahui kalau hari-harinya yang tersisa bisa dihitung, menginginkan untuk membuang perasaan cintanya pada Mayu jauh-jauh dan menjaga jarak dari gadis itu. Alasannya karena dia tidak tahan lagi melihat Mayu menangis karena dirinya dan terluka lagi lebih dari yang telah dia lakukan pada Mayu selama ini.

*****

My beloved Mayu…

 Aku menyadari sesuatu setelah aku dirawat di rumah sakit untuk ke tujuh kalinya. Ada sesuatu yang aku pikirkan, jika aku berhasil untuk kabur dari rumah sakit, satu-satunya hal yang kuinginkan adalah menciummu. Memegang tanganmu. Memelukmu erat dengan seluruh kekuatanku. Dan kemudian… putus denganmu.

Ketika kau denganku, Mayu… Kau selalu menangis.

Jika di dalam pikiranku selalu ada Mayu, di dalam pikiran Mayu, hanya ada tentang penyakitku. Kau selalu khawatir tentang kapan aku mungkin akan mati. Jadi, dengan tujuan agar tak membuatmu menangis kembali, aku harus putus denganmu sewaktu aku masih hidup.

*****

Kemudian, Takuma berjanji pada dirinya sendiri kalau setelah hari terakhir di SMP, dia akan meninggalkan Mayu. Dia memutuskan untuk masuk ke sebuah SMA elite yang Takuma pikir Mayu tidak akan mampu masuk ke sana. Karena kemampuan belajar Mayu di SMP jauh dari kata memuaskan.

*****

Aku tidak bisa mengucapkan kalimat perpisahan pada Mayu-ku tercinta secara terang-terangan. Sehingga, aku harus menggunakan cara ini untuk melakukannya.

*****

Untuk mengejutkan Takuma, Mayu berusaha untuk bisa masuk ke sekolah itu dan telah melakukan segalanya dengan cukup baik di tes seleksi masuk sekolah tersebut. Bahkan Mayu berhasil menjadi siswi dengan nilai masuk tertinggi dan menjadi perwakilan siswa kelas 1 untuk berpidato di acara penerimaan siswa baru. Takuma yang mendengar nama Mayu disebut saat acara, hanya bisa terbengong.

*****

My romance has time limit. So there is no time to drag on.

 It’s like the fireworks on the summer. It has to shine even if for a moment.

*****

Sementara itu, Mayu memarahi Takuma di depan seluruh siswa baru di gedung sekolah saat itu. Kesempatan yang seharusnya dia gunakan untuk berpidato dalam rangka menyambut siswa baru, malah dia manfaatkan untuk memarahi Takuma karena berusaha kabur darinya. Dia memberitahu Takuma bahwa bahkan jika Takuma ingin untuk menelantarkan dia, hal itu tak akan terjadi dalam seratus ribu tahun. Mayu berkata kalau dia menyewa 10 tutor dan belajar keras hanya demi masuk sekolah yang sama dengan Takuma. Dengan cara apapun, Mayu akan selalu berusaha untuk tetap berada di samping Takuma. Dan dia juga menagih janji Takuma sewaktu kecil, yaitu untuk menikahinya. Dari sinilah seluruh siswa mengetahui kalau Takuma dan Mayu adalah sepasang kekasih.

Di sekolah itu, Mayu kemudian bertemu Kou, Suzuki Kou. Seorang pria yang menjadi peringkat kedua dalam seleksi tes masuk sekolah itu. Pria itu sangat menyukai Mayu dan selalu meminta Mayu untuk menjadi kekasihnya. Namun selalu ditolak Mayu karena Mayu sudah punya Takuma.

Di lain pihak, Takuma bertemu dengan Teru di rumah sakit. Teman masa kecil dan teman dekatnya di SD. Menderita penyakit yang sama dengannya sejak kecil, Takuma menjadi lebih perhatian pada Teru. Mayu cemburu ketika Takuma lebih sering menghabiskan waktunya untuk menemani Teru di rumah sakit dari pada bersamanya.

*****

Malam hari di dorm siswa, Takuma akhirnya bertemu dengan Kou. Kou menyuruh Takuma agar dia melepaskan Mayu untuknya. Pertama-tama Takuma menolak. Tapi setelah mendengar alasan dari Kou, dia menjadi bimbang. Kou berkata bahwa Mayu akan sangat terluka apabila dia ditinggal mati oleh kekasihnya tercinta. Oleh karena itu, Kou meminta Takuma agar dia putus dengan Mayu. Sehingga, jika ia mati nanti Mayu tak akan begitu sedih. Kou dapat mengatakan seperti itu karena dulu dia mengenal seseorang yang berpenyakit sama dengan Takuma, dan pada akhirnya orang terdekatnya itu meninggal. Orang itu adalah ayahnya. Karena perkataan Kou itu, Takuma akhirnya memikirkan kembali hubungannya dengan Mayu.

Dan terjadilah. Mayu dan Takuma putus. Alasannya karena, sesaat sebelum mereka putus, Takuma mengunjungi Teru di rumah sakit. Teru memintanya untuk membiarkan dia merasakan ciuman pertama dan cinta sebelum dia meninggal. Karena bisa merasakan bagaimana arti kematian yang semakin mendekat, Takuma mewujudkan permintaan Teru tersebut. Dan setelah menceritakan semuanya pada Mayu, serta meminta Mayu agar dia putus dengannya, Mayu menyetujui walau dengan hati terluka. Dengan begini, Takuma bisa memusatkan perhatiannya pada Teru seorang. Namun kenyataan berkata lain. Keesokkan harinya, Takuma mendapati bahwa kamar tempat Teru di rawat telah kosong. Dia pun bertanya pada suster dan mendapat berita kalau Teru telah meninggal tadi malam. Takuma hanya bisa terdiam.

Takuma kemudian menantang Kou dalam pertandingan lari 100 meter. Siapa yang menang berhasil mendapatkan Mayu, sedangkan yang kalah, harus menjauhi Mayu. Kou menerima tantangan tersebut. Di luar dugaan, Takuma yang memiliki penyakit jantung, dan seharusnya tidak boleh melakukan hal melelahkan seperti olah raga, berjuang sekuat tenaga untuk memnangkan pertandingan tersebut. Takuma berhasil menang dan mendapatkan Mayu kembali.

*****

Untuk satu-satunya orang yang kucintai,… Mayu. Aku tidak akan mati.

*****

Malam harinya, Takuma menuju ke asrama siswi, tepatnya ruangan Mayu. Dia mengajak Mayu untuk berkencan dengannya. Mayu yang bingung, karena sebelumnya Takuma memintanya untuk putus tapi kini malah mengajaknya berkencan, hanya bisa mengikuti keinginan Takuma.

Beberapa hari kemudian. Takuma berencana kabur dari pelajaran sekolah untuk mengunjungi makam Teru. Mayu yang memergokinya sedang memanjat pagar meminta Takuma agar ia boleh ikut. Saat mereka hendak kabur bersama, mereka berpapasan dengan Kou yang juga hendak kabur dari pelajaran hari itu. Kou berkata bahwa dia ingin menemui kekasihnya di luar sana. Walaupun ia masih suka pada Mayu, tapi dia berusaha untuk menepati janjinya. Kou pun meminta Takuma agar memulai semuanya dari awal. Dia ingin berteman dengan Takuma. Setelah mengatakan itu, Kou pergi meninggalkan mereka.

Tak disangka. Ketika Kou hendak kembali ke sekolah setelah bertemu kekasihnya, dia mengalami kecelakaan. Dia tertabrak kereta dan membuat dia harus di rawat di rumah sakit yang sama dengan Takuma karena menderita brain-dead.

*****

As for my fate, I sense there will be some big changes happening soon.

*****

Takuma diberitahu Dokter Taneda kalau dia akhirnya mendapat donor. Seorang yang terlibat dalam kecelakaan lalu lintas membawa kartu donor di bajunya. Dan donor yang diberikan adalah jantung. Takuma bertanya pada Dokter Taneda siapa orang itu, karena ia ingin berterima kasih pada keluarganya. Namun dokter merahasiakan identitasnya. Operasi rencananya dilakukan lusa. Takuma, keluarganya, dan tentu saja Mayu senang mendengar kabar ini. Karena hendak di operasi, Takuma dilarang Dokter Taneda untuk keluar dari kamar. Takuma menurut saja.

Ketika sedang mengunjungi Takuma di rumah sakit, Mayu melihat beberapa siswi sekolah mereka sedang menangis di koridor. Mayu pun bertanya apa yang terjadi. Seorang dari mereka mengatakan kalau mereka sedang menjenguk Kou yang mengalami kecelakaan. Dia juga berkata kalau hidup Kou mungkin tak bisa diselamatkan lagi karena mengalami brain-dead. Mayu yang menyadari sesuatu kemudian berlari menemui ayahnya. Dia menangis. Bertanya pada ayahnya tentang donor yang diterima Takuma. Apakah itu dari Kou? Dan jawabannya iya.

Takuma terus menanyakan siapa pendonor baik hati yang bersedia menolongnya. Mayu yang belum siap mengatakan semuanya tetap tutup mulut. Kemudian Takuma berkata bahwa dia melihat siswa sekolah mereka berada di rumah sakit ini. Dia pun bertanya pada Mayu apakah ada siswa lain yang sakit? Mayu berkata, mungkin iya. Namun dia tak mengatakan kalau itu adalah Kou.

Tak lama setelah itu, ada dua orang siswa teman sekelas  Kou datang ke rumah sakit. Mereka salah masuk kamar. Mereka kira kamar Takuma adalah kamar rawat Kou. Dari merekalah Takuma akhirnya tahu kalau Kou juga dirawat di rumah sakit ini. Dia pun marah pada Mayu kenapa dia tak memberitahu sebelumnya kalau donor jantung itu adalah dari Kou. Mengetahui pendonor jantung itu adalah Kou, Takuma menolak untuk menjalani operasi. Dia tidak mau menggunakan jantung temannya hanya untuk memperpanjang hidupnya.

Dan di waktu yang sama. Keluarga Kou melihat mata Kou mengeluarkan air mata, dan jari-jari Kou perlahan bergerak. Mereka percaya bahwa ini adalah secercah harapan. Mereka kemudian meminta maaf pada Dokter Taneda karena membatalkan pendonoran jantung Kou. Mereka percaya Kou masih bisa bangun kembali. Mengetahui kalau pendonor mengundurkan diri, orang tua Takuma tidak terima. Namun Takuma berhasil meyakinkan mereka kalau dia tak apa.

Beberapa waktu kemudian. Takuma kembali mengalami serangan jantung. Dia dilarikan ke rumah sakit. Dan dokter mengatakan kalau mungkin ini adalah kesempatan terkahir yang bisa dimiliki Takuma. Orang tua Takuma hanya bisa menangis memandang tubuh Takuma yang terbujur kaku. Mayu yang tidak rela untuk melepaskan Takuma, memohon pada keluarga Kou agar mereka bersedia mendonorkan jantungnya untuk Takuma. Namun keluarga Kou tetap percaya bahwa Kou akan bangun kembali. Mereka meminta maaf pada Mayu karena tak bisa membantu. Mayu menangis.

*****

To the four-leaf clover God, what does it mean to be alive?

Mayu is crying again.

Please. Just one moment is enough. Just one last moment. Please give me life. 

*****

Dalam tidurnya, Takuma berdoa pada tuhan. Dia meminta agar Tuhan memberinya sedikit waktu untuk hidup kembali. Dia tidak ingin Mayu menangis lagi. Dan keajaiban kecil itu terjadi. Takuma bangun dan mengejutkan Mayu. Dia mengajak Mayu untuk menikmati “bulan madu” mereka. Mereka berjalan-jalan ke taman bermain, dan juga mengunjungi padang rumput tempat ciuman pertama mereka dulu. Di padang itu, Takuma memberitahu Mayu kalau dia sangat beruntung dan sangat senang dengan kehidupannya. Takuma juga memberikan Mayu sebuah surat yang dia tulis ketika dia berumur 8 tahun dulu.

Setelah kembali ke rumah sakit, Takuma kembali mengalami serangan jantung. Ibu Takuma memarahi Mayu karena membawa pasien rumah sakit keluar. Namun semuanya sia-sia. Dokter Taneda berkata dengan sangat menyesal kalau dia tak bisa menyelamatkan Takuma. Dia meminta maaf. Takuma akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 05.26. Mayu hanya tertegun. Tak menangis. Dia kemudian berlari ke atap rumah sakit. Di sana dia membaca surat terakhir dari Takuma yang berisi, “Untuk semua orang yang aku cintai. Walaupun aku telah pergi, aku harap kalian tetap bahagia. Takuma.” Dan tumpahlah sudah semua perasaan Mayu. Dia menangis.

Di akhir cerita, Mayu datang ke rumah Takuma untuk meminjam guci berisi abu pembakaran Takuma. Dia pergi ke gereja didampingi ayahnya untuk “menikah”. Mayu kemudian menepati janjinya dengan Takuma saat mereka masih kecil, yaitu menikah di saat mereka berumur 20 tahun.

amouradilla@cassieva.wp.com

Penulis:

- 96's line - Shim Changmin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s