Posted in Resensi

Refrain – Winna Efendi


Identitas Buku:

  • Judul                     : Refrain, Saat Cinta Selalu Pulang
  • Penulis                 : Winna Efendi
  • Penerbit              : Gagas Media
  • Tebal                     : 317 halaman
  • Tahun Terbit      : 2009
  • Cetakan ke-        : 9 (2011)

*****

Ringkasan:

                Tidak ada persahabatan yang sempurna di dunia ini. Yang ada hanya orang-orang yang berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankannya.

Ini bisa jadi sebuah kisah cinta biasa. Tentang sahabat sejak kecil, yang kemudian jatuh cinta kepada sahabatnya sendiri. Sayangnya, di setiap cerita harus ada yang terluka.

Ini barangkali hanya sebuah kisah cinta sederhana. Tentang tiga sahabat yang merasa saling memiliki meskipun diam-diam saling melukai.

Ini kisah tentang harapan yang hampir hilang. Sebuah kisah tentang cinta yang nyaris sempurna, kecuali rasa sakit karena perasaan itu sendiri.

*****

Review:

                After waiting so long to read this book, finally I did it! Yeay!😀 Bermodalkan dengan novel pinjaman dari seorang teman – thanks so much panda :* – dan novel itu berhasil menginap di rumah saya selama hampir 1 bulan lebih, akhirnya saya berhasil selesaikan dengan selamat tanpa air mata, eh. Sebenernya, ini novel lama. Dan saya juga sudah berusaha berbagai macam cara untuk mendapatkan novel ini. Baru tahun ini dapat. Ya, Alhamdulillah😀 Tapi nggak usah khawatir, novel ini masih dicetak sampai sekarang, makanya saya nggak gentar buat dapet pinjeman😀

Kali ini saya akan membahas satu persatu bagian dari novel ini. Mulai cover, isi cerita, dan alasan mengapa saya tertarik dengan novel ini.

  • Cover

Sejak pertama lihat cover novel ini, semua orang pasti tertarik dan ingin membacanya. Gimana nggak? Novel dominan warna putih ini di sampul depannya berhiaskan sebuah amplop biru bertuliskan sebuah quote sederhana, ‘Saat Cinta Kembali Pulang.’ Siapa yang nggak tertarik coba?! Helloooow… Di atas cover novel ada amplop suratnya, lhooh! Dan waktu dibuka, ternyata ada sepucuk surat *ceilah* yang membuat novel ini menarik banget tampilannya. Kertas kecil bertuliskan kutipan “It’s always been you.” Nggak kepikiran apapun tentang surat itu. Hubungannya sama cerita novel itu juga nggak tau apa sampai kita mbaca semuanya.

Yakin dah. Pertama kali lihat novel ini pasti tertarik sama covernya😀

  • Sinopsis

Sinopsis yang tercantum di belakang menjadi alasan kedua bagi saya untuk berusaha mendapatkan pinjaman novel ini, hehe. Menceritakan tentang cinta segitiga antar sahabat. Kisah yang udah biasa sekali di berbagai novel. Tapi itu juga yang buat saya tertarik. Kebetulan saya emang suka sama novel begituan. Apalagi kalo berakhir dengan sad ending, tambah suka deh! Gyahahaha😄

  • Review dari berbagai sumber

Seperti yang saya bilang sebelumnya, novel ini punya banyak banget penggemar. Banyak pembaca yang udah bikin review tentang refrain ini. Banyak yang bilang kalo novel ini ceritanya biasa, tapi entah kenapa jadi excited banget. Kalo kata temen smp ku, novelnya bagus banget. Bikin dia nangis. Nah, itu yang bikin aku tambah pingin baca, bikin nangis. Terus, dari goodreads dan internet lainnya. Mereka bilang novel karya Winna Effendi yang satu ini jadi best seller and highly recommended. Makanya saya tambah tertarik…

  • Cerita.

Yang terakhir tentu dari segi cerita. Setelah baca, nggak terlalu terkesan sama ceritanya. Kenapa? Ya karena ceritanya udah sering di novel lain, peace ._.v. Tapi, nggak Cuma sisi itu aja yang aku nilai. Novel ini patut diancungi jempol karena udah bikin aku penasaran d^^b. Nggak pingin berhenti buat baca halaman selanjutnya gitu lhoh. Pertama baca, langsung pingin ngebabat semua halamannya tanpa berhenti. Bahasa yang dipakai nggak terlalu berat dan bahkan gampang banget dicerna. Sesuai sama bahasa anak kaya aku ini😄

Sekarang saya mau bahas tentang ceritanya. Ringkasan begitu lah. Sinopsis. Check it ~~

Bercerita tentang persahabatan 3 anak remaja, Niki, Nata, dan Annalise. Niki, gadis mungil periang yang juga member cheerleader di sekolahnya ini kadang terlalu kekanakan. Selalu terlihat bersama dengan sahabat sejak kecilnya, dan juga tetangga, sekaligus teman sekelas dan sebangkunya 11 tahun berturut-turut, Nata.

Persahabatan mereka masih baik-baik saja saat datang seorang siswi baru, anak selebritis terkenal, Annalise. Annalise kemudian bergabung dengan Niki dan Nata menjadi sahabat dekat. Hubungan mereka baik-baik saja sampai akhirnya Niki secara tak sengaja mengetahui bahwa sebagian besar objek yang difoto Anne dalam hobinya adalah Nata. Annelise sempat marah karena tindakan ceroboh Niki itu berhasil membuat Nata tau perasaannya yang sebenarnya pada sahabat baiknya itu. Mereka bertiga pun menjadi canggung saat bertemu, tak seperti dahulu.

Belum lagi masalah yang muncul saat Niki akhirnya jatuh cinta pada seorang pria. Anak sekolah lain, yang juga merupakan musuh bebuyutan sekolah Nata di bidang basket.

Entah karena tak terima karena Niki pada akhirnya malah berpacaran dengan musuh sekolah, atau karena ia sendiri tak menerima kenyataan bahwa telah ada pria lain yang mengisi kekosongan hati Niki selain dirinya, membuat Nata cemburu dan tak terima. Ia berusaha menjauhkan Niki dari kekasihnya itu namun hasilnya tetap nihil. Gadis polos seperti Niki yang baru pertama kali merasakan apa sebenarnya cinta itu tetap bertahan pada pilihan hatinya.

Karena tak suka dengan sikap Nata yang terlalu mengekangnya dengan kekasihnya, hubungan Niki dan Nata perlahan memburuk. Mereka jarang mengobrol, berkumpul, bermain bersama, bahkan untuk sekedar bersapa pun mereka malas. Anne yang sebelumnya sudah diberi penjelasan oleh Nata bahwa lelaki itu tak menyukainya berusaha memperbaiki hubungan baik antara Nata dan Niki, namun sia-sia saja.

Hubungannya yang tak terlalu baik dengan Niki membuat Nata kini sering menghabiskan waktu dengan Anna. Tanpa mereka sadari, ternyata Niki mulai merasa tidak nyaman saat melihatnya. Keberadaan kekasihnya di sampingnya tetap tak membuatnya senyaman saat ia berada di dekat Nata. Niki akhirnya menyadari bahwa sesungguhnya yang ia cintai adalah Nata. Namun karena tahu sahabat barunya, Anna juga menyukai Nata, ia tak berani berlaku jujur pada lelaki itu.

Yap. Kisah cinta segitiga sederhana yang terjadi antara 3 sahabat dekat. Kebohongan yang berusaha menutupi dengan maksud untuk mengalah justru semakin membuat ketiganya merasa tersiksa.

Mana yang akan dipilih Nata pada akhirnya? Akankah Niki tetap bersama kekasihnya? Atau ada sesuatu lain yang terjadi pada Anna? Simak kelanjutannya di novel Refrain karya Winna Effendi ini. Walaupun ceritanya familiar, gaya pembawaan Winna dalam penulisan cerita ini membuat kita tidak bosan dan ingin menikmati ceritanya sampai habis. Jadi, nggak nyesel deh baca novel best seller satu ini! Dijamin!!

credit: amouradilla@cassieva.wp.com

Penulis:

- 96's line - Shim Changmin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s