Posted in Resensi

Sunshine Becomes You – Ilana Tan


Judul Buku          : Sunshine Becomes You

Pengarang          : Ilana Tan

Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Terbit                    : Januari 2012 (Cetakan ke 2)

Tebal                     : 432 halaman

*****

Ini kisah yang terjadi di bawah langit New York…

Tentang harapan yang muncul di tengah keputusasaan…

Tentang impian yang bertahan di antara keraguan…

Dan tentang cinta yang memberikan alasan untuk bertahan hidup.

Awalnya, Alex Hirano lebih memilih jauh-jauh dari gadis itu––malaikat kegelapan yang membuatnya cacat.

Kemudian Mia Clark tertawa, dan Alex bertanya-tanya bagaimana ia bisa berpikir gadis gadis yang memiliki tawa secerah matahari itu adalah malaikat kegelapan.

Awalnya, mata hitam yang menatapnya dengan tajam dan dingin itu membuat Mia gemetar ketakutan dan berharap bumi menelannya detik itu juga.

Kemudian Alex Hirano tersenyum, dan jantung Mia yang malang melonjak dan berdebar begitu keras sampai-sampai Mia takut Alex bisa mendengarnya.

*****

Seperti biasa, Ilana Tan berhasil menyuguhkan sebuah cerita berlatar belakang luar negeri dengan apik. Setelah Summer in Seoul, Autumn in Paris, Winter in Tokyo, dan Spring in London, Sunshine Becomes You menjadi metropop selanjutnya yang bersettingkan luar negeri. Kali ini New York menjadi persinggahannya. Dibalut dengan setting cerita di negeri Paman Sam, Ilana Tan berhasil membuat kita para pembaca seakan berada di New York, lokasi aslinya. Segala sesuatu, baik nama jalan, apartemen, bahkan makanannya, membuat kita merasakan sungguh-sungguh apa yang dirasakan para tokoh di dalamnya.

Sunshine Becomes You bercerita tentang Alex Hirano, seorang pianis terkenal yang profesinya harus ia tanggalkan dulu akibat luka yang ia dapat di pergelangan tangannya. Tangan kirinya cidera akibat ‘kejatuhan’ Mia Clark dari atas tangga saat ia dan adiknya, Ray Hirano, mengunjungi tempat Ray mengajar B-Boy yang juga merupakan tempat Mia bekerja.

Pada awalnya, Alex berusaha menjauh dari gadis yang ia anggap sebagai malaikat kegelapannya –karena telah membuat cedera lengannya. Namun, karena desakan Mia yang memohon padanya agar bersedia dibantu, walaupun sebagai pesuruh, Alex akhirnya terbiasa dengan kehadiran Mia Clark di sampingnya. Dan ketika Alex melihat gadis itu menari dengan hebatnya dan tertawa ceria setiap harinya, Alex merasa ada hal yang aneh pada perasaannya.

Mia Clark adalah seorang penari kontemporer yang bekerja sebagai pelatih tari di studio tari dekat Greenwich Village. Ia tak pernah menduga sebelumnya kalau peristiwa jatuhnya dirinya dari atas tangga akan membawa dampak yang buruk bagi Alex. Pianis itu bahkan harus membatalkan seluruh konsernya akibat kecerobohan Mia tersebut. Berusaha meminta maaf dan membayar segala kerugian yang ia timbulkan, Mia akhirnya memutuskan untuk menerima menjadi pesuruh Alex. Mengurus apartemennya, membuatkannya kopi, menyiapkan sarapan, dan semuanya.

Pada awalnya Mia merasa kesal setengah mati karena Alex bersikap semaunya sendiri. Dingin, jutek, cuek, dan suka memarahinya. Namun segala pandangan negative yang ia berikan pada lelaki itu perlahan berubah ketika ia menyadari senyuman Alex yang pertama kali ditujukan padanya sangat tulus dan sangat membuatnya terpesona. Perasaan kecil mulai tumbuh di hatinya. Tapi segalanya harus ia hilangkan sebelum terlambat karena ia yakin, ia takkan bisa menikmati perasaan itu lagi nantinya.

Cerita mulai meninggi saat Alex akhirnya menemukan botol obat yang biasa di bawa Mia tertinggal di dapur apartemennya. Mengetahui dari managernya, ternyata obat itu adalah obat bagi penderita penyakit jantung. Tak percaya dengan apa yang didengarnya, dengan segera Alex berusaha mencari Mia dan meminta kejelasan tentang obat itu. Lalu Mia menjelaskan semuanya pada Alex dan mulailah hubungan mereka yang sudah membaik perlahan kembali rengang akibat ketidakjujuran.

Cerita dibalik terbentuknya sebuah melodi classic, alasan dibalik mundurnya Mia dari dunia tari, alasan kenapa ia menolak mengungkapkan dan menerima perasaannya pada Alex, dan alasan kenapa ia sampai bisa terjatuh dari tangga –sehingga menyebabkan lengan kiri Alex cedera– akhirnya terkuak di beberapa bab akhir di novel ini. Terkuaknya beberapa rahasia lain dan fakta di masa lalu membuat novel ini menjadi lebih mengasyikkan.

Dibawakan dengan gaya bahasa khas Ilana Tan yang mudah dimengerti dan dibumbui dengan kisah cinta yang tidak terlalu cengeng menjadikan cerita novel ini cocok untuk dibaca oleh kalangan mana saja. Porsinya yang seakan terlalu berat bagi pembaca pemula -400 halaman lebih- ternyata tak membuat semangat untuk membaca novel ini meluntur. Nyatanya, sejak pertama kali membaca halaman pertama novel ini, saya merasa tak ingin beranjak dari posisi saya dan ingin segera melanjutkan kisah yang terjadi di kota New York ini.

Walaupun saya agak kecewa karena tak seperti di metropop Ilana lainnya, yang terkesan membawa cerita kejutan dari masa lalu, Sunshine Becomes You ini hanya membawa sedikit cerita di masa lalu. Tentang latar belakang Mia Clark sebagai penari. Asal usul Mia yang di dalam novel digambarkan mempunyai cirri fisik seperti layaknya orang Asia ternyata tak dibahas secara lebih lanjut di sini. Namun, semua itu tak mengurangi kisah menakjubkan yang berhasil Ilana Tan buat.

Sekali lagi. Ilana Tan berhasil menelurkan sebuah metropop yang layak menjadi koleksi kita di rumah. Sunshine Becomes You, terbukti berhasil membuat banyak orang melirik pada novel ini dengan keluarnya cetakan ke 2 di bulan yang sama saat awal penerbitan novel ini. Kisah Alex dan Mia yang berusaha mengejar impian dan kebahagian mereka, sangat pantas untuk dijadikan bacaan weekend ataupun pengisi waktu sengang bagi para pecinta buku.

credit: amouradilla@cassieva.wp.com

Penulis:

- 96's line - Shim Changmin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s