Posted in Film, Korea

(KMovie 2008) Miracle of Giving Fool – The Best Fool


BA:BO

Profile

  • Movie: Miracle of a Giving Fool / BA:BO
  • Revised Romanization: Babo
  • Hangul: 바보
  • Director: Kim Jeong-Kwon
  • Writer  : Pool Kang, Kim Young-Tak
  • Producer: Young Kim, Hae-hyuk Yoo
  • Cinematographer: Tae-kyung Kim
  • Released: February 28, 2008
  • Runtime : 108 min.
  • Genre: Drama
  • Production Budget: US$ 3.5M
  • Distributor: CJ Entertainment
  • Country: South Korea
  • Language: Korean

Plot

Seung Ryong (Cha Tae-Hyun) di umurnya yang sangat muda mengalami sebuah kecelakaan dengan sang ayah. Ayahnya dibunuh dan Seung Ryong mengalami luka pada otaknya. Sekarang, di usianya yang ke 27, Seung Ryong bertindak layaknya anak berumur 6 tahun karena luka di otaknya dulu. Ibunya meninggal beberapa tahun setelah kematian ayahnya.

Ji Ho (Ha Ji-Won) adalah seorang pianist yang mempunyai masa depan menjanjikan, namun, setelah sebuah kasus ketakutan di panggung , membuat ia takut untuk melanjutkan karirnya. Dia kembali ke kampong halamannya dan bertemu teman lamanya, Seung Ryong.

Cast

Additional Cast Members:

Awards

*****

Assalammualaikum Wr. Wb.

Annyeong ~~

Lagi-lagi bawa film sedih lagi nih😀 Lagi-lagi lagi CJ Entertainment😀

Kali ini giliran si Cha Tae Hyun yang main. Nggak tau kenapa, padahal dia juga nggak terlalu ganteng *peace ._.v* tapi tiap main film pasti sukses terus filmnya. Setelah yang kemarin saya bahas, My Sassy Girl, terus ada Hello Ghost, sekarang ada BABO yang juga bikin terharu.

Selain Cha Tae Hyun, di sini ada juga Ha Ji Won, yang pasti udah keren itu. Terus yang meranin tokoh Ji Won waktu kecil, siapa coba? Choi Sulli euy, member fx itu. Tambah keren deh filmnya. Udah ceritanya bagus, pemainnya juga kece, hehehe.

BABO aka Miracle of Giving Fool, film yang berkisah tentang Seung Ryong. Seorang pemuda yang *maaf* pikirannya nggak senormal orang pada umumnya. Yang mendekati *maaf* babo gitulah. Tapi dia masih waras. Cuman, pikiran dan jalan otak dia itu masih kayak anak umur 6 tahun. Kenapa bisa begitu? Itu karena kecelakaan yang ia alami waktu kecil. Terpukul karena kematian ayah dan ibunya mungkin yang membuat ia jadi seperti itu.

Seung Ryong hanya tinggal sama adik perempuannya, Ji In. Ji In yang tau keadaan kakaknya seperti itu bukannya membantu malah kesal sama Seung Ryong. Seung Ryong yang tiap hari rela bangun pagi hanya demi bikini adiknya sarapan –yaitu selalu roti bakar– malah nggak diperhatiin sama Jiin. Kejamnya malah ditendan gitu aja sama Jiin. Walaupun adiknya benci banget sama dia, Sueng Ryong tetep sabar dan tiap menghadapi tingkah laku Jiin, ia masih tersenyum aja ala dia. Hal itu ia lakukan karena ia seorang kakak. Ibunya sebelum meninggal berpesan, Jiin itu adik Seung Ryong. Dan Seung Ryong itu kakak Jiin. Jadi Seung Ryong harus jaga Jiin apapun yang terjadi. Dan pesan ini jadi panutan buat Seung Ryong sepanjang hidupnya.

Berbekal kemampuan membuat dan membakar roti, Seung Ryong membuka kedai roti bakar kecil-kecilan di depan sekolah Jiin. Asal tau aja, Cuma bikin roti yang Seung Ryong bisa kerjakan untuk cari uang. Demi menghidupi dia dan Jiin, Seung Ryong berjualan. Dan karena roti yang ia bikin emang enak, nggak jarang banyak siswi yang beli buat sarapan. Beda sama Jiin, yang dibuatin special di rumah malah ditinggalin begitu aja. Dia juga tambah kesal karena kakaknya malah jualan di depan sekolahnya. Setiap lewat kedai kakaknya, dia pura-pura nggak kenal Jiin dan nggak mau temen-temennya tau kalau penjual roti bakar di depan itu kakaknya.

Seung Ryong senang sekali waktu tahu kalau Ji Ho, teman masa kecil yang sampai saat ini masih ia sukai pulang ke kampong halaman. Ji Ho, baru pulang dari luar negeri setelah belajar piano di sana. Dia pulang karena ngerasa nggak mampu lagi buat nerusin karir pianonya.

Awalnya ia takut sama Seung Ryong. Namja yang agak aneh itu ngikutin dia kemana aja. Padahal ia nggak kenal. Tapi terus dia ingat, kalau Seung Ryong itu temen SD nya n mau berteman lagi sama dia. Tapi pas Ji Ho mulai melunak dan bermaksud mendekati Seung Ryong, namja itu malah menjauhi dan bilang kalau ia takut Ji Ho tambah benci dia. Ji Ho yang nggak inget kenapa dia bisa tambah benci Seung Ryong akhirnya mencoba mengerti teman lamanya itu.

Akhirnya ia ketemu Sangsu, teman lama ia di SD bareng Seung Ryong juga. Ternyata Sang Su yang dulunya jagoan di sekolah kini berteman baik dengan Seung Ryong dan berusaha menjaga namja itu sebisanya. Alasannya? Ternyata alasan ini yang dulu bikin Ji Ho benci sama Seung Ryong.

Waktu SD. Ruang music yang ada piano dari ayah Ji Ho terbakar. Seung Ryong yang terakhir kali temen-temen lihat sedang berada di ruang music langsung dituduh jadi pelaku pembakaran ruang music yang menghanguskan piano dari ayah Ji Ho itu. Setelah tahu piano yang ternyata juga kesukaan Ji Ho itu ternyata terbakar karena ulah Seung Ryong, Ji Ho akhirnya membenci namja itu dan tak mau ketemu Seung Ryong lagi. Karena alasan itu, Seung Ryong harus dikeluarkan dari sekolah. Dan dimulailah kenyataan hidup yang ia jalani harus semakin pahit.

Ternyata dalang dibalik kecelakaan itu adalah Sangsu. Sangsu yang merasa tak enak pada Seung Ryong, karena setelah kejadian itu hidup Seung Ryong jadi semakin mengenaskan berusaha membayar kesalahannya dengan cara menjadi teman baik Seung Ryong dan menjaga anak itu sebaik-baiknya.

Ji Ho dan Seung Ryong akhirnya berbaikan. Mereka jadi teman kembali. Berkat Seung Ryong, Ji Ho yang awalnya takut untuk melanjutkan karir music pianonya akhirnya berani untuk bermain piano lagi. Ia juga ingat, dulu SD saat pertama kali ia bermain piano di hadapan umum, Ji Ho sangat nervous. Tapi ada seseorang yang menyemangati dia dari luar ruangan, yaitu Seung Ryong.

Masalah terjadi di akhir-akhir film. Saat Jiin yang nggak pernah mau sarapan akhirnya sakit. Dia butuh ginjal baru. Sangsu yang kebetulan ginjalnya cocok buat Jiin langsung bersedia mendonorkan ginjalnya. Karena apa lagi kalau bukan karena Jiin adalah adik Seung Ryong, dan Seung Ryong adalah sahabatnya yang harus ia bahagiakan.

Nah. Ini yang bikin aku mulai nangis. Ternyata Sangsu yang pemilik klub kayak karaoke itu punya saingan atau gampangannya musuh. Bos musuhnya itu pengen bunuh Sangsu. Anak buahnya dikasih ciri-ciri kalau Sangsu yang harus mereka bunuh itu lelaki dengan tangan luka diperban.

Suatu hari, anak buah musuh Sangsu itu ketemu Seung Ryong. Nah, kebetulan, Seung Ryong waktu itu tangannya juga luka dan diperban. Si anak buah ngira kalau Seung Ryong yang punya ciri-ciri sama kayak yang diberitahu bosnya itu adalah Sangsu. Mereka udah bawa macem-macem peralatan buat menghajar Sangsu. Seung Ryong yang walaupun dengan kemampuan otaknya yang terbatas, sadar akan apa yang diinginkan oleh gerombolan preman itu. Yaitu membunuh Sangsu. Dia yang juga tau kalau dirinya dikira mereka Sangsu nggak berusaha mengelak dan justru meyakinkan mereka kalau dia adalah Sangsu itu sendiri. Dan terjadilah, Seung Ryong akhirnya dihajar. Menggantikan Sangsu yang harusnya kena hajaran itu.

Hiks. Tau nggak kenapa Seung Ryong rela ngaku jadi Sangsu dihadapan para preman itu? Itu karena di hari yang sama, Sangsu baru mau operasi ginjal buat Jiin, adiknya. Karena itulah Seung Ryong bersedia untuk dihajar. Dia nggak mau operasi Jiin dan Sangsu gagal gara-gara orang-orang itu keburu membunuh Sangsu. Makanya ia berkorban buat jadi Sangsu. Hitung-hitung sebagai rasa terimakasih karena Sangsu udah mau nyumbang ginjalnya buat sang adik. Padahal Sangsu bukan apa-apanya Jiin. Hutang nyawa balas nyawa gitu ya mungkin.

Aaaah… Seung Ryong… terharu banget aku sama sikapnya. Ia rela melakukan apa aja demi kebaikan adiknya. Dan seperti kebanyakan film, pepatah ini lagi-lagi berbicara. Sesuatu akan terasa berharga kalau kita sudah kehilangannya. Dan inilah yang dirasakan Jiin. Dia nangis habis-habisan waktu tau kakaknya …. Hiks. Dia baru sadar kalau kakaknya itu baik banget sama dia. Dan di akhir cerita, ucapan Seung Ryong yang merupakan pesan terakhir ibunya berulang kali Jiin ucapkan. Yaitu Jiin adik Seung Ryong. Seung Ryong kakak Jiin. Seung Ryong harus jaga Jiin, karena Seung Ryong kakak Jiin. Huaaaaa!!! Sediiih T___T

Miracle of Giving Fool, sebuah film yang menjadikan tokoh seorang *maaf* idiot sebagai senter ceritanya. Nggak nyangka pengorbanan dia buat membahagiakan adik satu-satunya sampai begitu TT. Buat kalian yang pingin lihat film keren, tentang keluarga khususnya, film ini sangat cocok. Nggak Cuma bikin nangis tapi banyak pesannya juga.

Yap. Sekian dari saya. Annyeong ~~

Credit:

Source: asianwiki, hancinema

Posted by: amouradilla@cassieva.wp.com

Penulis:

- 96's line - Shim Changmin

One thought on “(KMovie 2008) Miracle of Giving Fool – The Best Fool

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s