Posted in Just For Fun

Unconditional Love


Annyeong.

Tiba-tiba pengen nulis di sini gara-gara tadi waktu pelajaran bahasa inggris nemu cerita yang emm.. tragis.  Cerita ini judulnya Unconditional Love, dalam bahasa inggris sih. Aku terjemahin kira-kira kayak begini. Mungkin ada yang udah pernah baca juga. Tapi, karena tragisnya, aku jadi pingin cerita ke blog ini. So, lets read!

Unconditional Love

Kisah ini bercerita tentang seorang tentara yang diperbolehkan pulang setelah selesai melakukan perang di Vietnam. Sebelum pulang ke rumahnya di San Fransisco, tentara itu menelpon kedua orang tuanya terlebih dahulu.

“Ayah, ibu, aku akan pulang. Tapi aku tak sendirian. Aku akan pulang bersama seorang temanku,” katanya lewat telepon. “Ya, tak apa anakku. Itu baik sekali. Kami pasti senang bertemu dengannya,” balas kedua orang tuanya.

“Dia juga boleh tinggal bersama kita?” tanya tentara itu lagi. Kedua orangtuanya pun menjawab tak apa kalau temannya ingin tinggal.

Sang anak pun melanjutkan perkataannya. “Ayah, ibu… temanku ini teman seperjuanganku saat aku berperang dulu. Saat itu dia tidak sengaja menginjak ranjau dan menyebabkan dia kehilangan sebuah lengan tangan dan kakinya. Dan sekarang dia tidak punya tempat tinggal. Bolehkah dia tinggal di rumah kita?”

Kedua orang tuanya terdiam sejenak. Lalu ayahnya pun berkata, “maaf anakku, biarkan temanmu itu mencari tempat tinggal lain untuknya.” Sang anak pun kontan mulai marah. “Tapi ayah! Dia tak punya tempat lain untuk ditinggali. Dia hanya mengenalku! Tak ada tempat lain yang bisa ditempati selain rumah kita.”

Orang tuanya menghela napas. “Anakku, kau tau betapa repotnya menjaga seseorang yang tak mempunyai kaki dan tangan di rumah kita. Kita takkan mudah menjaganya. Jadi maafkan kami. Biarkan dia mencari tempat tinggalnya sendiri,” jelas ibunya. Dan setelah kata terakhir dari ibunya itu, tak terdengar lagi sepatah kata pun dari sang anak. Tentara itu pun menutup teleponnya.

Keesokan harinya, orang tua tentara itu mendapat telepon dari polisi. Polisi itu memberitahukan bahwa putra mereka meninggal karena terjatuh dari atap bangunan. Untuk memastikan apakah itu anak mereka, kedua orangtua itu pun segera terbang dari San Fransisco untuk menemui anaknya.

Dan tibalah mereka di tempat anaknya. Polisi meminta mereka memastikan apakah itu adalah benar anak mereka. Mereka pun mengiyakan. Dan mereka kemudian menyadari fakta yang sebelumnya mereka tak ketahui, bahwa lelaki yang terjatuh dari atap itu tak mempunyai kaki dan lengan di tubuhnya.

Yap. Begitulah ceritanya. Tragis, yah? Saat seseorang berada di kondisi terbaiknya, banyak orang yang mencintainya. Tapi begitu kesempurnaan itu menghilang karena sesuatu, alasan untuk mencintai seseorang itu pun ikut menghilang bersamanya. Dan inilah yang seharusnya tak terjadi pada kedua orang tua itu. Mereka tak mengetahui kalau anak mereka sebenarnya telah kehilangan kaki dan lengannya. Begitu sang anak bertanya apakah mereka mau merawat seorang yang cacat, dan mereka berkata tak ingin merawatnya, tak bisa dibayangkan bagaimana perasaan sang anak. Ia pun memutuskan untuk bunuh diri dari atap bangunan.

Yah. Kita bisa mengambil banyak pesan dari cerita ini. Bagaimana kita harus mencintai seseorang tanpa syarat apapun. Tulus mencintainya, apapun keadaannya. Jangan hanya karena ia cantik, ia pintar, atau apalah yang tak bisa bertahan selamanya. Karena ketika alasan untuk kita mencintai orang itu menghilang, cinta kita bisa juga ikut menghilang bersamanya.

Jadi, mulai sekarang, cintailah orang-orang yang kau cintai setulus hatimu. Tanpa syarat apapun. Sebelum kau kehilangan mereka.

Annyeong…

Sincerely,

Park Narae.

Penulis:

- 96's line - Shim Changmin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s