Posted in Resensi

Let Go – Windhy Puspitadewi


let-goJudul Buku : Let Go

Pengarang  : Windhy Puspitadewi

Penerbit      : Gagasmedia, Jakarta

Terbit           : 2009 (Cetakan Pertama)

Tebal            : 244 halaman

*****

Kau tahu apa artinya kehilangan?

Yakinlah, kau tak akan pernah benar-benar tahu sampai kau sendiri mengalaminya.

Raka tidak pernah peduli pendapat orang lain, selama ia merasa benar, dia akan melakukannya. Hingga, suatu hari, mau tidak mau, ia harus berteman dengan Nathan, Nadya, dan Sarah. Tiga orang dengan sifat berbeda, yang terpaksa bersama untuk mengurus mading sekolah.

Nathan, si pintar yang selalu bersikap sinis. Nadya, ketua kelas yang tak pernah meminta bantuan orang lain, dan Sarah, ewek pemalu yang membuat Raka selalu ingin membantunya.

Lagi-lagi, Raka terjebak dalam urusan orang lain, yang membuatnya belajar banyak tentang sesuatu yang Selma ini ia takuti, kehilangan.

*****

Annyeong. Setelah sekian lama nggak bawa resensi novel, sekarang kembali dengan resensi terbaru dari sebuah novel terbitan tahun 4 tahun yang lalu. Ya Allah, lama banget ya…?! Nggak papalah, yang penting dibaca😄

Karya lain dari Windhy Puspitadewi, penulis yang menurut kebanyakan pembaca selalu menyuguhkan “sesuatu” berarti di setiap cerita novelnya. Aku pun setuju. Dari beberapa novel yang udah aku baca, novel kak Windhy selalu ada pesan di setiap ceritanya. Jadi nggak sekedar cerita roman picisan belaka. Dan Let Go ini pun tak terkecuali.

Let Go – setiap cerita punya ruang sendiri di dalam hati, berfokus pada kisah Caraka Pamungkas, atau biasa dipanggil Raka, murid kelas X yang baru beberapa bulan menginjakkan kaki di sekolahnya namun sudah berkali-kali terlibat masalah. Atas usul Bu Ratna, wali kelasnya, Raka diberi hukuman atas tindakannya berupa pengabdian selama satu tahun ajaran full untuk membantu di Veritas, klub madding di sekolahnya.

Bukan hanya mendapat beban tambahan, Raka juga semakin pusing akibat ia dikelilingi teman-teman yang sangat berbeda darinya. 3 teman sekelasnya yang juga menjadi pengurus madding sepertinya. Mau tak mau ia harus berteman dan dekat dengan ketiganya. Mereka adalah Nathan, Nadya, dan Sarah.

Sarah, gadis manis yang pemalu ini ketua pengurus madding. Nadya, ketua kelasnya yang cantik dan serba sempurna. Dan Nathan, pria berkacamata yang pintar di segala bidang namun sinis pada semua orang. Raka sendiri orang yang sak-kepenake-dewe istilah Jawa-nya. Raka termasuk tipe orang yang bertindak sebelum berpikir, hobi mencampuri urusan orang lain, dan selalu mengikuti perkataan hatinya. Jika menurutnya benar, ia akan melakukannya. Jika tidak, ya tidak. Sesederhana itu. Karena sikapnya itulah, ia sering mendapat hukuman guru tapi juga karena sikapnya itu ia disenangi teman-temannya. Secara tak sadar, ia suka membantu siapapun yang kesulitan.

Namun tak ada yang tahu kalau Raka menyimpan sesuatu. Fakta yang menyebar tentang dirinya yang membenci ayahnya, sebenarnya tak sepenuhnya benar. Pada kenyataannya, ia tidak membenci ayahnya. Ia hanya kesal pada ayahnya yang meninggalkan dia dan ibunya sendirian, tanpa pamit. Dan karena itulah, Raka membenci ayahnya. Tepatnya membenci kehilangan ayahnya.

Nathan satu-satunya yang mengetahui hal itu. Karena sebuah tugas fisika yang memaksa mereka menjadi satu kelompok, kedua lelaki itu pun menjadi dekat. Walaupun seperti biasa Nathan selalu menjaga jarak dari semua orang, dengan sikap Raka yang begitu santainya, tanpa sadar ia pun tertarik dalam kehidupan Raka. Satu fakta yang ia benci. Ia tidak suka terlalu jauh masuk ke dalam kehidupan seseorang. Dan inilah yang terjadi pada dirinya dan Raka.

Raka akhirnya pun mengetahui alasan di balik kesinisan Nathan terhadap semua orang dan rahasia besar yang menyebabkan Nathan bertingkah seperti sekarang ini.

Kalau Nadya sama Sarah… hmm… yang satunya lemah banget, selalu membutuhkan pertolongan Raka, sedangkan yang satunya lagi tidak pernah ingin menerima bantuan dari orang lain. Berkat kedatangan Raka ke pengurus madding, sikap kedua gadis itu pun berubah. Bahkan saking bisa membuat mereka berubah, Raka menjadi mendapatkan perasaan special dari salah satu teman sekelasnya itu.

Konfliknya ya sekitar perubahan 3 kawan Raka semenjak keberadaannya di sekitar mereka. Terutama bagi Nathan. Raka yang suka ikut campur, akhirnya harus berurusan dengan apa yang telah ia lakukan.

Sebenarnya rahasia apa yang disimpan Nathan? Dan ada apa di balik sikap sinis sang siswa sempurna yang kurus dan tampak pucat ini?

Dibalut dengan cocer biru yang kalem dan manis, membuat novel ini menjadi salah satu yang ingin segera diambil saat kita pertama kali melihatnya. Sebenenarnya ceritanya umum, ya. Tentang persahabatan remaja yang berbeda watak. Kemudian ada yang jatuh cinta, dan begitulah. Tapi seperti yang aku bilang tadi, Windhy selalu bisa memberikan sesuatu yang membuat novel karangannya berarti dan berbeda dari novel lainnya.

Ceritanya ringan dan mengalir mudah. Bahasa yang digunakan pun easy to understand. Seperti dijelaskan Windhy di pembukaan, novel ini termasuk novelnya yang cukup ringan. Sehingga kita diharapkan bisa lebih santai, mengalir, dan meresap setiap pesan di dalamny. Tak sedikit selipan humor dan percakapan lucu antar tokoh di novel ini. Jadi tak membuat bosan ketika membaca.

Aku sendiri saat membaca novel ini tak sadar waktu. Aku pikir baru memulai membaca, tapi ternyata sudah hampir ke epilog. Saking larutnya dalam cerita. Dan di epilog, aku bahkan menitikkan air mata.  Menangis. Dikit tapi, beneran.

Novel ini tak hanya bercerita tentang persahabatan dan cinta. Melainkan juga mengisahkan kita tentang kehilangan, dan bagaimana kita mengatasi kehilangan itu agar tak membuat kita larut dalam kesedihan. Sebuah novel yang sayang sekali kalau dilewatkan.

Bagi kalian yang suka novel ringan yang mengalir, tentang persahabatan, cinta, dan kehilangan, novel ini bisa menjadi salah satu rekomendasi untuk dibaca🙂

credit: amouradilla@cassieva.wordpress.com

Penulis:

- 96's line - Shim Changmin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s