Posted in Fanfiction, Oneshoot

[MirJi] Simple, Right?


simplerightTitle       : Simple, right?

Author  : Kira

Cast       : Bang Cheolyong (Mir MBLAQ), Jung Eunji (APink), Son Dongwoon (B2ST)

Genre   : Romance

Rating   : PG-13

*****

Annyeong! Kembali lagi dengan saya dan fanfict saya yang nggak pernah jelas😄 Kali ini masih Mir-Eunji korbannya. Dan kalian tau apa? Ceritanya nggak banget -___- Nggak jelas, banyak typo, aneh, pokoknya khayal deh. Poseternya gaje juga!

Yah begitulah amatiran. Mohon dimaafkan *bow*. Sekalipun amatiran, ceritanya jangan diplagiat yah! Ini murni dari aku. Mir, Eunji, sama Dongwoon punya agensinya. Don’t be a plagiator, OKEY?

Yaap. Daripada tambah nggak jelas mending capcus saja. Lupakan saya! Annyeong ~

READ, LIKE, COMMENT, please ~

*****

01.00 PM. B2ST’s Dormitory.

“Dongwoon oppa!” teriak Eunji begitu ia berhasil masuk ke dorm 6 namja kece itu. Teriakan gadis itu tak ayal membuat beberapa member yang sedang berada di dekat pintu menatapnya. Eunji hanya meringis kemudian mengangguk sopan memberi salam.

“Annyeong~!”

“Oh. Kau, Busan! Kebetulan sekali kau juga kemari,” ucap namja yang dipanggil Dongwoon itu. Ia pun menghampiri Eunji, menggandeng tangannya, berniat menariknya ke dalam.

“Wae? Apa aku datang di saat yang tepat? Apakah kalian sedang punya makanan enak?” tanya Eunji senang sambil menunjukkan puppy eyesnya.

Dongwoon melengos. “Hmm. Kau memang datang pada saat yang tepat. Tapi sayang, kami sedang tak punya makanan enak,” jawabnya malas. Eunji merengut. “Lalu kenapa—”

Baru saja ia ingin bertanya ketika sebuah suara yang sudah sangat ia kenal terdengar di telinganya.

“Siapa? Mungkinkah ada tamu yang mengunjungi kalia– Eh–?”

Namja berpenampilan kucel dengan wajah mengantuk yang tiba-tiba muncul dari arah dalam dengan sebuah bantal di pelukannya itu pun menghentikan perkataannya begitu melihat sosok gadis yang ia kenal berdiri tak jauh di depan pintu dorm ini.

“Cheolyong-a?” panggil gadis itu ragu. Ia tak menyangka namja itu akan berada di sini juga.

“Mau apa kau kesini?!” tanya Mir tajam saat melihat tangan Eunji berada dalam genggaman Dongwoon. Eunji merengut kesal dan langsung menyembunyikan tubuhnya di balik tubuh Dongwoon. Baru hari ini mereka bertemu lagi dan ia sudah harus bertengkar dengan namja itu. Menyebalkan.

“Ya. Dia hoobaeku. Sudah biasa bermain di dorm. Iya, kan?” bela Dongwoon, tak tega melihat juniornya dimarahi oleh kekasihnya sendiri.

“Ne. Bukan hanya Eunji, Naeun dan yang lain juga sering. Jadi untuk apa kau melarangnya?” Ganti Doojoon yang membela.

“Kau bahkan tak kita larang kemari!” Yoseob yang sedari tadi diam pun ikut membelanya. Eunji menganggukkan kepalanya pasti.

“Aish!” gerutu Mir kesal begitu menyadari banyak sekali yang mendukung kedatangan gadis itu ke dorm ini. Ia pun memilih untuk merebahkan diri di sebuah sofa di hadapannya.

“Wae? Ada apa kau mencariku?” tanya Dongwoon teringat dengan kedatangan Eunji.

“Ah. Ini, aku memberikan titipan dari managermu. Katanya beberapa jadwal kalian,” jawab Eunji sambil menyerahkan map-map di tangannya ke Dongwoon. Namja itu hanya mengangguk.

“Eunji-ya! Bagaimana dengan pemotretan itu? Apa kalian jadi ambil?” tanya Gikwang.

“Ah. Ye. Tentang pemotretan itu, kami jadi ikut!” sorak Eunji bangga.

Di atas sofa, Mir yang masih tak bisa memejamkan matanya pun mendengar semuanya. ‘Pemotretan mwo?!’ batinnya. Ia pun mengingat-ngingat tawaran iklan apa yang diberikan pada gadisnya akhir-akhir ini. Oh? Jangan katakan ini proyek iklan bersama Apink dan Beast yang sempat diceritakan Eunji dulu?

“Aku jadi partnermu, Dongwoon oppa!” ucap Eunji lagi yang berhasil membuat Mir terbangun dari posisinya.

“Andwae!” teriak Mir tiba-tiba. Semua orang di ruangan itu mengalihkan pandangannya ke Mir namun beberapa detik kemudian mereka kembali ke posisi awal.

“Begitu? Bagus sekali!” kata Dongwoon sambil mengacak-ngacak poni Eunji, berusaha membuat Mir cemburu.

“YA! Kali ini apalagi? Setelah duet dengan si pendek itu kau mau foto dengan bocah itu?!” bentak Mir tak terima. Yoseob dan Gikwang yang mendengar kata pendek langsung menoleh dan menatap Mir tajam.

“Ya! Siapa yang kau maksud pendek?!” tanya mereka berbarengan.

“Kau tau orangnya. Tapi kali ini bukan kau, Lee Gikwang-ssi!” balas Mir tanpa menatap keduanya. Dengan segera Gikwang tersenyum. Berkebalikan dengannya, Yoseob melancarkan tatapan mautnya pada Mir. Tapi yang ditatap tak menganggapnya sama sekali.

“Yah. Walaupun kau juga pendek. Tapi yang kumaksud di sini itu dia!” ucap Mir lagi sambil menekankan perkataannya di kata terkakhir. Ia pun mengedikkan bahunya ke arah Yoseob yang masih menatapnya tajam.

“Ya!!” teriak Yoseob dan Gikwang tak terima. Mir hanya melengos tak peduli.

Kembali lagi ke Eunji dan Dongwoon, mereka memutuskan untuk tak memperhatikan perselisihan tiga namja itu.

“Eunji-ya. Apa kita perlu berlatih untuk pemotretan itu?” tanyanya. Berniat untuk menaikkan emosi Mir.

“Eh? Berlatih?”

“Hm. Kau sudah tau konsepnya, kan?” tanya Dongwoon lagi. Eunji menggeleng. Namja itu pun hendak mengajarkan beberapa konsep yang sudah ia dapat. High School Couple. Belum sempat ia menggandeng tangan gadis itu, suara cempreng itu langsung menghiasi seisi ruangan.

“Ya! Berani kau sentuh, kubunuh kau!!” teriak Mir tak terima tangan gadisnya kembali di pegang oleh Dongwoon. Eunji menatap Dongwoon ragu kemudian beralih ke Mir yang sedang menatapnya tajam. Gadis itu segera menundukkan wajahnya, takut menatap tatapan Mir.

“Gwenchana. Biarkan saja dia berkoar,” bujuk Dongwoon lagi. Eunji pun membiarkan Dongwoon menggenggam tangannya lagi. Dan seketika itu pula mata Mir terbelalak.

“YA! SON DONGWOON! JUNG EUNJI!! KAU MAU MATI, HAH?!” teriaknya sambil berusaha menjauhkan Eunji dari hadapan Dongwoon.

“Aish. Kau menyebalkan,” rutuk Eunji mengetahui sikap kekanakan kekasihnya muncul lagi. Dengan malas ia pun mengikuti tarikan Mir untuk menjauhkannya dari Dongwoon. Sementara itu, Dongwoon malah terkikik senang melihat ekspresi kesal Mir dan Eunji.

“Haha. Aku suka menggodamu Mir-aa!”

*****

02.07 PM. Still in B2ST’s Dormitory. Living Room.

Eunji sedang membantu para seonbaenya untuk mengatur kembali lembar jadwal yang berantakan. Sedang sibuk-sibuknya menata, tiba-tiba ia merasakan beban yang lumayan berat menimpa bahu kirinya.

“Ya! Menjauh dariku…!” perintahnya pada namja di sebelahnya. Namun namja itu bergeming. Kepalanya yang terjatuh di bahu Eunji masih tetap tak bergerak.

Sejak insiden tadi, Mir tidak diperbolehkan menumpang di kamar masing-masing member. Jadilah ia terdampar di ruang tengah dengan TV menyala sebagai temannya. Eunji yang masih punya amanat untuk menata jadwal para sunbaenya itu pun ikut bergabung dengan Mir duduk di depan TV. Mir dengan bantal dalam dekapannya, Eunji dengan dokumen-dokumen di depannya. Sementara member B2ST lainnya? Entahlah. Mereka bilang akan pergi ke café di bawah sebentar. Kemudian akan pergi sesuai jadwal. Hanya Dongwoon yang tinggal di sana, ikut menonton TV dari jarak yang agak jauh. Sebenarnya ia malas, tapi tak mungkin membiarkan dua orang itu di dorm sendirian.

Eunji mulai gerah. Dengan tangan kanannya, ia berusaha mendorong kepala itu menjauh.

“Ya… Kau pikir kau ringan?! Berat tau! Jangan menggangguku!” keluhnya lagi sambil menjauhkan kepala namja itu dari bahunya. Berhasil. Namun, beberapa detik kemudian, kepala itu kembali mendarat mulus di bahunya.

Eunji geram. “Ya! Bang CHEOLYONG….!! EH–??!” Belum sempat kekesalannya tersampaikan pada namja di sebelahnya itu, pandangan Eunji langsung mengiba begitu melihat kedua mata Mir yang terpejam.

“Tertidur?” ucapnya tak percaya. Dongwoon yang sedari tadi melihat tingkah mereka berdua terkekeh ringan.

“Kurasa dia sudah menemukan tempat peristirahatannya,” ucapnya.

“Oppa… Ottoke?” Eunji tak tau harus bagaimana. Ia tak mau membangunkan Mir. Tampaknya namja itu kelelahan. Tapi ia juga tak mau namja itu tiba-tiba jatuh jika ia masih bersandar di bahunya ketika gadis itu bergerak.

“Biarkan saja. Dia kesini memang ingin menumpang tidur,” kata Dongwoon kemudian, tak memperdulikan keadaan temannya yang tertidur di bahu hoobaenya.

“Memang dormnya kenapa?” tanya Eunji ingin tau. Memang tak jarang kekasihnya itu menumpang tidur siang di dorm B2ST, tapi itu dilakukan hanya jika keadaan darurat.

“Gwenchana. Hanya kabur dari tugas bersih bersih,” jelas Dongwoon disambut dengan tatapan kesal dari Eunji.

“Jinjja! Dasar pemalas!” rutuk Eunji sambil menyentil dahi Mir pelan.

“Tapi beruntung sekali akhirnya dia bisa tidur. Dia tadi berisik sekali,” lanjut Dongwoon. Eunji menatapnya tak mengerti.

“Berisik?”

“Eoh. Daritadi berkeliling mencari tempat yang cocok untuk tidur. Tak ada satupun yang cocok. Padahal ruangan Joker hyung sampai kamar Yoseob hyung pun sudah ia coba. Tapi percuma. Siapa yang tahu kalau akhirnya dia malah langsung tertidur hanya dengan bersandar di bahumu. So simple, right? Tapi kalau dipikir-pikir lagi, itu sangat manis yah! Sooo sweet…!” goda Dongwoon.

Pipi Eunji memanas. Benarkah begitu? Mau tak mau ia merasa sedikit malu. Ditambah dengan suara siulan yang terus diucapkan Dongwoon, membuat pipinya semakin merona merah.

“Ya! Oppa! Geumanhe!” rengeknya. Dongwoon hanya tertawa.

*****

“Kau ingin aku memindahkannya? Sepertinya kau dan dia sama capeknya,” tanya Dongwoon setelah 25 menit berlalu sejak Mir tidur di bahu Eunji.

Sebenarnya Eunji sudah lelah sejak tadi. Tapi karena tak ingin membangunkan Mir, ia membiarkan bersandar tidur di bahunya. Tapi sepertinya, pertahanannya sudah cukup sampai di sini. Bahunya pegal.

“Err… Tolong, Oppa. Jangan sampai membangunkan dia tapi,” pintanya pada Dongwoon. Namja itu pun mengeluarkan smirknya.

“Ecieeh. Jangan sampai terbangun, Oppa!” godanya sambil menirukan suara Eunji tadi. Pipi Eunji kembali memerah.

“Dongwoon Oppa!”

*****

Mata Mir mengerjap-ngerjap beberapa kali, berusaha mengumpulkan kesadaran. Pandangan pertama yang ia tangkap setelah kesadarannya kembali adalah suasana sebuah kamar, tepatnya kamar sahabatnya, Son Dongwoon. Eung? Apa tadi ia tertidur di sini?

Diedarkan pandangannya ke seluruh isi kamar. Bibirnya membentuk seulas senyum begitu mendapati seorang gadis sedang duduk membelakanginya.

“Eung? Eunji?” panggilnya. Gadis itu menoleh, dan kemudian tersenyum. Diletakkan ponsel Mir yang sedari tadi ia mainkan untuk membunuh sepi dan dihampirinya namja itu.

“Ah. Kau sudah bangun?” tanyanya. Mir tak menjawab justru melongokkan kepalanya ke luar kamar yang terlihat sepi.

“Yang lain dimana?”

“Ada jadwal,” jawab Eunji singkat. Mir hanya mengangguk kemudian mulai bangkit dari tempat tidur dan memperbaiki penampilannya.

“Ah ne. Tadi Seungho oppa menelpon,” kata Eunji kemudian. Mir menoleh. “Oppa tanya kau dimana. Aku jawab saja kau di dorm Dongwoon oppa. Ah. Dia juga bilang kalau jadwal bersih bersihmu ganti besok,” lanjut gadis itu. Begitu mendengar kata bersih-bersih, wajah Mir kembali kucel.

“Aish…” rutuknya. Eunji terkekeh.

“Makanya jangan lari. Seungho oppa takkan melepaskanmu begitu saja!” ejek Eunji.

“Aku tak lari!” bela Mir sambil menoyor kepala gadis di depannya pelan. Eunji merengut.

“Ya. Kau mau terus disini?” tanya Eunji kemudian.

“Wae?”

“Aku… ingin pulang,” jawab gadis itu pelan. Mir menatap jam tangan di perdelangan tangannya. Jam 5 sore. Berapa jam ia tidur? Ini sudah waktunya gadis itu untuk pulang ke dormnya.

“Ah. Arasseo. Chakkaman….” ucapnya seraya merapikan kamar Dongwoon sekilas, mencuci muka, kemudian mengambil ponsel dan jaketnya.

“Kajja,” ajaknya sambil menarik Eunji keluar dari dorm itu.

“Aku… bisa pulang sendiri,” tolak Eunji begitu menyadari kalau lelaki itu akan mengantarnya pulang. Lebih baik jika Mir segera beristirahat sendiri di dormnya daripada harus mengantarnya pulang.

Mir menghentikan langkahnya. Ia menatap Eunji lekat. “Kau tanggung jawabku sekarang.”

Eunji hanya mendesah. Yah. Ia tak bisa menolak lagi kalau begini. Gadis itu membiarkan Mir menggandeng lengannya dan mulai berjalan menuju dormnya. Eunji menatap kekasihnya itu iba. Tak biasanya lelaki itu berwajah sepucat dan sekusut ini. Kecuali jika ia sedang sakit. Yang Eunji tahu saat ini Mir sehat-sehat saja. Berarti memang lelaki itu sangat kelelahan. Eunji menghela napas.

“Ya… Kau kucel sekali!” eluhnya.

“Biar kucel kau tetap suka, kan?” goda Mir tanpa memperhatikan Eunji. Eunji melengos.

Selama perjalanannya kembali ke dorm, Eunji memperhatikan keadaan namja di sampingnya yang tumben sekali hari ini jarang berbicara itu. Kecapekan mungkin?

“Cheolyong-a,” panggil Eunji pelan. Keduanya menghentikan langkah. Mir menolehkan wajahnya ke hadapan gadis itu.

“Ya. Berapa jam kau tidur? Ku perhatikan matamu ada lingkaran hitam. Seperti Seungho oppa saja!” ujarnya sambil tanpa sadar menyentuh permukaan bawah mata Mir yang tampang sedikit menghitam. Suasana awkward kemudian. Eunji tak menyangka tangannya akan sebegitu liarnya menyentuh wajah Mir. Eunji balas menatap Mir yang sedari tadi menatapnya.

“Kau memperhatikanku?” tanya Mir tak percaya. Eunji hanya mengedipkan matanya polos. Sesaat kemudian Mir menyentil dahi Eunji pelan. “Tumben kau memperhatikanku! Biasanya, kan jarang,” sindir lelaki itu. Eunji melongo sekilas. Ia menggembungkan pipinya kesal. Ditoyornya kepala kekasihnya itu lumayan keras.

“Ya! Jung Eunji!” erang Mir tak terima.

“Kau menyebalkan!” rutuk Eunji sambil berjalan mendahului Mir. Sesaat ia mengira akan terjadi momen romantis di antara mereka. Tapi ternyata itu hanya khayalannya saja. Mir tak mungkin bersikap romantis!

*****

“Gomawo!” ucap Eunji sesampainya ia di depan dorm.

Mir hanya mengangguk. Wajah letihnya masih tampak walaupun ia sudah tidur dan mencuci muka tadi.

“Kau masih mengantuk? Tidurlah di dorm Infinite sebentar,” tawar Eunji. Tak tega melihat keadaan kekasihnya itu.

Mir tersenyum. Ia menggeleng. “Ani, tak perlu.”

“Yaaa…” rengek Eunji.

Mir terkekeh. “Nan gwenchana. Masuklah. Sudah terlalu sore!”

Eunji pun berjalan ragu menjauhi Mir, mendekat ke pintu dormnya. Baru beberapa langkah, gadis itu kembali menatap Mir. Mir yang sedang melambaikan tangannya ke gadis itu menatapnya heran.

“Wae? Apa ada yang tertinggal?” tanyanya. Bukannya menjawab, Eunji malah berjalan mendekat kembali ke Mir. Setelah tersisa jarak sekitar 10 cm dari namja itu, Eunji menjijitkan kakinya dan memberikan sebuah kecupan di pipi Mir.

Darah Mir serasa berhenti mengalir. Tak biasanya Eunji memberinya ppoppo secara sukarela. Biasanya ia hanya memberi jika Mir memintanya. Itu pun jika Mir sedang untung. Tapi kali ini…?

Pipi Eunji merona setelah kecupan itu. “Hati-hati. Jangan mengantuk ketika pulang nanti,” ucapnya pelan seraya berlari ke arah dormnya.

Mir memegang pipinya sekilas kemudian tersenyum. “Ne. Gomawo, Eunji-ya!” ucapnya sambil melambaikan tangan ke gadis itu lagi.

*****

Satu sms masuk di ponsel Mir.

Seungho hyung.

Kapan kau pulang? Sudah sore! Cepatlah pulang jika kau masih ingin mendapat jatah makan malam!

Mir meringis. Kau takkan tega membiarkanku kelaparan sekalipun aku terlambat pulang, hyung!, batinnya. Ia pun memutuskan untuk tak membalas pesan itu karena ‘toh ia sedang perjalanan pulang ini.

Tiba-tiba matanya menatap sesuatu yang asing di layar ponselnya.

‘Eung? Widget memo? Perasaan aku tak mempunyai catatan akhir-akhir ini,’ batin Mir sambil membuka widget yang terpapang di layar home ponselnya.

“Eh? Tidak hanya satu lembar?” ucapnya tak percaya saat melihat masih ada panah di widget memonya, menandakan masih ada pesan tertulis di baliknya.

*****

BANG CHEOLYONG!!

Jangan lupa makan! Kau tau badanmu terlihat lebih kurus sekarang! Aku tak mau jika kita bertemu lagi kau sudah berubah menjadi tulang belulang. Aku tak mau berpacaran dengan manusia tulang!

*****

Bang Bang Bang Bang Bang CHEOLYONG ~ ~

Sesibuk itu kah jadwalmu?! Untuk menghubungiku saja kau jarang. Aku masih terima itu. Tapi jika kau mulai jarang tidur, aku akan menghajarmu! Tidurlah yang teratur!

*****

Cheolyong-a ~~

Jangan terlalu memaksakan diri! Jangan biarkan aku tak bisa membedakan antara kau dan Seungho hyung gara-gara lingkar matamu itu! Istirahatlah yang cukup!

*****

Mireu-ya ~ ~

Jangan lupa minum vitaminmu.

*****

PS: I Love You

*****

Bibirnya mengukir seulas senyum kecil begitu selesai membaca isi memo itu. Perjalanan pulangnya sore itu ia hiasi dengan hati gembira. Dan kau tau apa? Rasa mengantuknya tadi sudah jauh menghilang sejak gadis itu memberikannya ppopo. Yap. Terkadang hal yang sederhana bisa merubah keadaan seseorang menjadi luar biasa.

***** END *****

Hahaha, seperti biasa gaje. Mian kalo nggak nyambung and banyak typo. Thanks for reading😀

Penulis:

- 96's line - Shim Changmin

2 thoughts on “[MirJi] Simple, Right?

    1. Haha, sweet ya? Sweet mana sama gula?😄
      Aku kira ini gagal malah ._.v
      Makasih udah bacaa :*
      Iya, nanti kalo uda bkin lg aku post. tngguin ya ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s