Posted in Drama, Korea, Sinopsis

[Sinopsis] My Friend is Still Alive (KBS Drama Special 2013) – Part 1


My Friend is Still Alive*****

Annyeong….

Sinopsis baru, drama specialnya Lee Gikwang B2ST. Judulnya My Friend is Still Alive.

Biar nggak bingung, perkenalan sama pemainnya dulu😀

Lee Ju Seung as Choi Chihyeon

Lee Ju Seung as Choi Chihyeon

Lee Gikwang as Go Gyeongsuk

Lee Gikwang as Go Gyengsuk

Jeon Su Jin as GukhwaJeon Soo Jin as Gukhwa Nuna

Tambahan. Yang jadi Park Myeongsu itu yang dulu main di school 2013, jadi Han Youngwoo.

*****

Note:

Pink: flashback Gyeongsuk

Biru: Chihyeon narasi

*****

Gyeongsuk divonis menderita leukimia, dan diberitahu kalau dia punya 6 bulan tersisa untuk hidup.

Kami mencukur rambut kami demi teman.

My Friend is Still Alive (1)Dia ingin melihat laut, jadi kami membolos sekolah dan pergi ke Pantai Timur.

Kami kehilangan akal dan ingin untuk mati bersama-sama.

Kami juga membicarakan hal-hal yang terlalu membanggakan untuk disebutkan.

Kami melakukan segalanya yang kami bisa untuk teman kami.

Seperti itu, enam bulan berlalu. Hari lain berganti, kemudian berganti lagi, kemudian berganti bulan. Lalu sekarang berubah Musim Semi lagi. Dan kami naik ke kelas 11.

… Tapi temanku masih hidup.

*****

My Friend is Still Alive (2)Di sebuah rumah sakit, tempat bagian operasi plastic, Go Gyeongsuk (Lee Gikwang)  mendatangi seorang wanita cantik dan berdiri di depannya. Ia menjelaskan maksud kedatangannya kepada wanita tersebut. Dia bilang kalau temannya sedang sakit dan hanya mempunyai 1 bulan lagi untuk hidup. Dia meminta tolong pada wanita itu untuk mengabulkan permintaan terakhir temannya itu. Wanita itu pun bersedia.

Di sekolah, Choi Chihyeon (Lee Ju Seung) mendapat sms dari SNSD Tiffany. Siapa Tiffany itu?😄 Lalu Chihyeon meninggalkan kelas dan pergi ke rumah sakit Gyeongsuk.

Di sebuah kamar, tepatnya kamar inap Gyeongsuk, Chihyeon terbaring berpura-pura sakit, Gyeongsuk datang dengan wanita tadi. Wanita itu bilang kalau ia akan memberi apapun pada Chihyeon untuk keinginan terakhirnya. Chihyeon Cuma minta wanita itu memberi ciuman untuk temannya, yatiu Gyeongsuk. Karena selama ini Gyeongsuk belum pernah dapat ciuman pertamanya, Chihyeon ingin wanita itu memberi Gyeongsuk ciuman agar Gyeongsuk bisa menjadi lelaki seutuhnya (?). Ia ingin melihat Gyeongsuk menjadi lelaki sebelum ia meninggal.

My Friend is Still Alive (3) My Friend is Still Alive (4)My Friend is Still Alive (5)Waktu Gyeongsuk mendekatkan pipinya ke wanita itu untuk meminta ciuman, tiba-tiba dia mimisan. Chihyeon segera bangun dari pura-pura tidurnya dan merawat Gyeongsuk. Saat itu juga, Ibu Gyeongsuk masuk. Dia kaget melihat wanita tidak dikenal ada di ruangan anaknya. Wanita itu langsung keluar dari ruangan Gyeongsuk.

Gyeongsuk, Chihyeon, Myungsoo *yang entah kapan datang* langsung diomelin ibu Gyeongsuk. Si ibu nemuin banyak baju santai di bawah kasur Gyeongsuk yang dipakai Gyeongsuk buat kabur. Si ibu juga ngomelin Chihyeon dan Myungsoo supaya nggak bolos sekolah gara-gara Gyeongsuk kalau nggak mau mereka beneran masuk rumah sakit gara-gara dipatahin kakinya. Setelah ibunya pergi, Gyeongsuk mendesah.

My Friend is Still Alive (6) “Sulit sekali mendapatkan sebuah ciuman,” eluhnya.

Park Myungsoo menanggapi. “Siapa juga yang mau jika seorang tak dikenal meminta sebuah ciuman.” Gyeongsuk bilang kalau dia nggak tau harus bagaimana lagi selain begitu. Lagipula, ruangan operasi plastic adalah tempat yang paling tepat untuk mencari targetnya😄

My Friend is Still Alive (7)Chihyeon tidak setuju dengan keinginan terakhir Gyeongsuk ini. Menurutnya ciuman bisa menularkan banyak penyakit. Ia tidak mau Gyeongsuk membahayakan dirinya gara-gara ini. “Tunggulah sampai kau baikan.”

Lalu Gyeongsuk bertanya, “Kapan hari itu tiba?”

Myungsoo yang sadar suasana jadi tidak baik langsung mengalihkan pembicaraan. Dia bilang bukankah seharusnya Gyeongsuk mendapatkan ciuman pertamanya dari cinta pertamanya.

Sayangnya Gyeongsuk belum punya cinta pertamanya. Gyeongsuk lalu tanya siapa yang paling cantik di SNSD. Myungsoo menjawab Seohyun, Chihyeon memilih Tiffany. Sesuai dengan selera Gyeongsuk, ia juga menyukai Tiffany.

Gyeongsuk pun meminta kedua temannya untuk mencarikan cinta pertamanya yang cantik seperti Tiffany. Tapi gadis itu tidak boleh tau kalau dia sakit. Takutnya dia kabur seperti wanita sebelumnya.

*****

My Friend is Still Alive (8)Di rumahnya, Chihyeon diam-diam mengambil buku tahunan milik kakak perempuannya. Tapi ketahuan. Dia bertanya, “Apa teman kakak ada yang mirip Tiffany? Bukan untukku, tapi untuk Gyeongsuk.”

Kakaknya tidak membantu. “Menjauhlah dari teman-temanku. Siapa yang tahu kapan dia akan meninggal. Bagaimana jika aku mengenalkannya dengan temanku lalu dia meninggal? Aku akan merasa tidak enak dengan temanku.”

Chihyeon pun meninggalkan kamar kakaknya dengan kesal.

*****

My Friend is Still Alive (9)  Di depan sekolah lain, Myungsoo dan Chihyeon mengambil foto siswi-siswi yang lewat. Mencari gadis yang mirip dengan Tiffany. Namun tak ada satu pun.

My Friend is Still Alive (10)My Friend is Still Alive (11)Lalu Myungsoo menemukan kartu nama iklan bergambar Tiffany tentang jasa pemberi ciuman seharga $30. Myungsoo pun menelpon jasa itu. Chihyeon melaranganya. Dia bilang kalau itu tidak akan memberi ciuman saja, jasa itu tempat seperti ‘itu’, tapi Myungsoo tak percaya. Dan akhirnya Myungsoo tahu kalau Chihyeon benar.

*****

My Friend is Still Alive (12) Gyeongsuk memohon pada dokter untuk memperbolehkannya ke sekolah satu hari saja. Dokter menolak karena di sekolah banyak bibit penyakit bertebaran. Gyeongsuk bilang mereka akan tinggal di UKS. Hari ini Chihyeon ulangtahun, dan dia tidak mau melewatkannya.

“Tidak bisakah kalian melakukannya di sini?” tanya ibunya.

Gyeongsuk menatap ibunya tak percaya. “Kita tidak bisa mengadakan pesta ulangtahun di tempat dimana orang-orang sedang sekarat!”

Dan akhirnya Gyeongsuk diperbolehkan.

My Friend is Still Alive (13)Di depan gerbang sekolah, dia tak sengaja dilewati oleh seorang gadis berseragam sekolah lain yang berjalan tergesa-gesa.

*****

Di UKS.

Chihyeon selesai meniup kue ulangtahunnya dan meminta kadonya kepada Myungsoo dan Gyeongsuk. Namun tak satupun yang memberinya kado. Gyeongsuk malah sibuk melihat-lihat foto hasil jepretan Myungsoo dan protes karena tak ada satupun yang mirip Tiffany.

My Friend is Still Alive (14)My Friend is Still Alive (15)Lalu seorang siswi masuk. Siswi yang sama yang ditemui Gyeongsuk di depan gerbang. Gadis itu mencari kotak P3K dan mengambil hansaplast untuk kakinya. Ketiga sahabat itu memandang kecantikan gadis itu takjub.

“Kalian bertiga kena flu?” tanya gadis itu begitu melihat Gyeongsuk, Chihyeon, dan Myungsoo mengenakan masker. Gyeongsuk buru-buru mengelak dan segera melepas maskernya dan milik temannya.

“Kalian kelas berapa?” tanya gadis itu lagi.

“11.”

“Aku kelas 12. Apa kau tau Kim Dongjin kelas 11-5?”

Gyeongsuk langsung menjawab cepat. “Ya. Kami sangat dekat!” Kedua temannya menatapnya bingung.

“Dia di kelasmu tahun lalu,” kata Myungsoo pada Chihyeon yang masih bingung.

“Maukah kau menelponnya?”

My Friend is Still Alive (16) My Friend is Still Alive (17)Gyeongsuk segera mengambil ponsel Chihyeon dan mau tak mau Chihyeon menelponnya. Setelah tersambung, gadis yang bernama Gukhwa itu langsung merebut ponsel milik Chihyeon dan marah-marah ke Dongjin karena tidak mengangkat telponnya.

Ternyata Dongjin dan Gukhwa ini berpacaran, tapi tampaknya Kim Dongjin mencampakkannya. Karena itulah Gukhwa yang bersekolah di sekolah sebelah rela datang ke sekolah Dongjin hanya untuk menemui lelaki itu. Saking marahnya, dia pergi tanpa mengembalikan ponsel Chihyeon.

Selepas Gukhwa pergi, Chihyeon yang mau meminta ponselnya kembali ditahan oleh Gyeongsuk. Gyeongsuk bilang kalau dia ingin mendapatkan ciuman pertamanya dari nuna itu.

“APA?!” Chihyeon kaget. Gyeongsuk dan Myungsoo ganti menatapnya. Chihyeon langsung berkata, “Ah… Dia tidak seperti Tiffany. Lagipula dia punya pacar.”

Myungsoo mengiyakan. “Kau akan dihukum.”

Dengan wajah melas, Gyeongsuk berkata, “Aku sedang sekarat. Aku sudah membayar hukumanku sekarang. Apalagi yang surga ingin lakukan padaku?”

Chihyeon tidak suka dengan ucapan Gyeongsuk. Gyeongsuk lalu memohon pada mereka untuk membantunya. Karena dia sangat ingin mendapatkan ciuman pertama dari Gukhwa itu.

“Kembalilah ke rumah sakit!” perintah Chihyeon sambil memasangkan 3 masker sekaligus ke Gyeongsuk.

My Friend is Still Alive (18)Gyeongsuk kemudian berpikir kalau gadis dengan kekasih tidak baik. Karena itu dia ingin kedua temannya membuat Gukhwa putus dari Kim Dongjin. Myungsoo protes, Dongjin itu pandai berkelahi. Mereka bisa bonyok duluan kalau coba-coba. Tapi Gyeongsuk nggak peduli. Dia bilang dia nggak akan minta yang lain lagi selain hal ini.

*****

My Friend is Still Alive (19) My Friend is Still Alive (20) My Friend is Still Alive (21)Di kafetaria tempat Dongjin berada. Dongjin sedang makan dengan temannya. Gukhwa datang lalu marah-marah sama Dongjin karena Dongjin tidak menjawab telponnya. Dongjin beralasan kalau Gukhwa itu sudah kelas 12, mau ujian. Jadi lebih baik kalau belajar. Gukhwa tanya, apa ada orang lain yang Dongjin sukai jadi karena itu dia nggak jawab telponnya.

“Jika kau begini terus aku akan benar-benar mencampakkanmu!” ancam Dongjin kemudian.

My Friend is Still Alive (22)  Gukhwa berhenti merengek. “Aku mengerti. Tapi kau harus berjanji. Kalau kau akan menghubungiku. Kau berjanji!”

My Friend is Still Alive (23)Dongjin pun mau tak mau membalas janji kelingking kekasihnya itu. Kemudian Gukhwa mengambil sendok makan Dongjin dan memakan kacang yang daritadi disisihkan Dongjin dari piringnya.

“Aku akan memakan kacang itu untukmu jika kau tidak menyukainya. Walaupun aku tidak menyukainya juga, sebesar itulah besarnya cintaku padamu!” ucap Gukhwa sebelum pergi.

Sebelum benar-benar pergi, Gukhwa berbalik. Ia berteriak, “Dongjin! Kau tau kalau aku benar-benar menyukaimu, kan? Aku sungguhan! Aku benar-benar menyukaimu! Aku sungguhan!”

My Friend is Still Alive (24)Chihyeon yang datang dengan Myungsoo beberapa saat lalu menatapnya iba, tak percaya.

Dongjin yang melihat kelakuan kekasihnya itu jadi tidak tahan. Dia jadi gila karena sikap Gukhwa. Awalnya dia Cuma mau main-main sama Gukhwa, ingin tau apa Gukhwa itu gadis gampangan. Tapi malah ternyata merepotkan. Temannya bilang kalau Gukhwa itu punya banyak pacar, jadi tak masalah kalau dicampakkan.

*****

My Friend is Still Alive (25)Chihyeon mengejar Gukhwa untuk meminta kembali ponselnya. Gukhwa memberikannya sambil menangis.

“Jangan salah sangka. Aku menangis bukan karena pacarku mengabaikanku. Tapi karena aku sangat menyukainya. Aku tak tahu harus bagaimana,” ucapnya sambil menangis kemudian pergi.

*****

My Friend is Still Alive (26) My Friend is Still Alive (27)Di kamar rawat Gyeongsuk. Gyeongsuk ngambek. Ibunya berusaha merayu agar Gyeongsuk tidak marah. Ia meminta Gyeongsuk untuk menjawab telponnya. Sepertinya kondisi kesehatan Gyeongsuk memburuk. Dan Gyeongsuk belum bisa menerimanya. Setelah beberapa menit, akhirnya Gyeongsuk mau menerima panggilan ibunya.

My Friend is Still Alive (29) My Friend is Still Alive (28)Sambil menangis dia berkata, “Ibu, beri gereja lebih banyak uang. Kenapa ini semua terjadi? Sumbangkan lebih banyak uang untuk gereja dan berdoalah lebih keras. Apakah aku akan mati atau tidak? Beritahu mereka untuk memilih salah satu. Bukannya memilih yang ini lalu kembali ke itu. Mereka bilang aku bisa hidup lama kalau aku memakai nama wanita, kau bahkan mengganti namaku. Tapi apa yang aku dapat?… Aku ingin pulang ke rumah.”

Sang ibu hanya bisa menangis. Chihyeon yang datang pun berusaha mengambil alih pembicaraan telepon itu.

My Friend is Still Alive (31)My Friend is Still Alive (30) My Friend is Still Alive (32) Awalnya Gyeongsuk tidak mau. Tapi begitu mendengar kalau Gukhwa sekarang sudah single, dia mau mengangkat telpon Chihyeon. Chihyeon menyuruh Gyeongsuk untuk berlatih ciuman. Gyeongsuk menyetujui dan meminta Chihyeon untuk tetap tinggal di rumah sakit sampai ia tertidur.

Chihyeon menyanggupi. Demi temannya T_T Padahal ia tahu kalau Gukhwa itu belum putus, tapi demi Gyeongsuk dia rela bohong.

My Friend is Still Alive (33)Sampai di rumah, Chihyeon bertanya pada kakaknya bagaimana cara membuat pasangan putus. Kakaknya menyuruh dia untuk jangan ikut campur hubungan orang dan urus saja hubungannya sendiri.

*****

My Friend is Still Alive (34)  Keesokan harinya, di kafetaria sekolah. Chihyeon dan Myungsoo duduk tepat di belakang bangku Dongjin dan temannya. Ponsel Dongjin berbunyi, dari Gukhwa. Dia tidak mau selalu menanggapi panggilan dari Gukhwa.

Chihyeon lalu memotong, “Lalu putuskan saja dia!”

My Friend is Still Alive (35)Dongjin menoleh ke belakang, tempat Chihyeon duduk. “Hei, siapa kau?” tanyanya.

“Kita di kelas yang sama tahun lalu,” jawabnya pelan.

“Baguslah. Lalu telepon 010-707-507. Katakan kalau hubungan kami putus.”My Friend is Still Alive (36)

Chihyeon menolak kasar. Dia tidak mau. Dia menyuruh Dongjin untuk mengatakannya sendiri. Myungsoo yang tau bakal ada masalah meminta Chihyeon untuk segera pergi. Tapi malah Chihyeon meletakkan kakinya tepat di depan langkah Dongjin, membuat lelaki itu jatuh. Dongjin yang nggak terima langsung memukul  Chihyeon. Terjadilah perkelahian antara Chihyeon dan Dongjin. Myungsoo dan teman Dongjin ikut membantu berkelahi (?).

*****

Akibat perbuatannya, Chihyeon dan Dongjin menerima hukuman 1 minggu jasa masyarakat dan 20 demerit points. Di sepanjang jalan menjalankan hukumannya, mereka berdua juga dibully sama anak-anak yang disuruh Dongjin. Meja belajar mereka bahkan dibuang di gudang.

Saat mereka mengambil meja mereka di gudang, ponsel Chihyeon berbunyi. Dari Tiffany. Myungsoo segera merebutnya.

My Friend is Still Alive (37) My Friend is Still Alive (38)“Kau tidak menamainya ‘Gyeongsuk’, melainkan ‘Tiffany’ karena kau tidak mau mengangkatnya. Untuk memaksa agar kau mau mengangkat telpon itu kau menganggap itu telpon dari Tiffany.”

Chihyeon tak peduli. Dia minta ponselnya lagi pada Myungsoo. Tapi malah dimatikan sama Myungsoo.

“Kau mau menghancurkan hidupmu?! Apa yang akan kau lakukan dengan 20 demerit points itu?! Apa kalau Gyeongsuk keluar dari rumah sakit dan kembali ke rumah, itu akan membantumu masuk ke universitas?!” bentak Myungsoo.

My Friend is Still Alive (39)“Park Myungsoo!”

“Kau sudah cukup melakukannya! Ini sudah lebih dari setahun! Kau pergi kapanpun dia memanggilmu, kau melakukan apapun yang dia minta. Sampai berapa lama lagi kau melakukan hal ini?! Sampai kapan?! Aku berhenti!” ucap Myungsoo sambil meninggalkan Chihyeon.

My Friend is Still Alive (40)Chihyeon lalu membuka ponselnya. MMS dari Gyeongsuk. Fotonya sedang berlatih melakukan ciuman.

*****

Di depan sekolah Gukhwa (pacar Dongjin), Chihyeon datang sendirian dengan membawa bunga menaiki sepeda. Dia mencegat Gukhwa sambil memberinya bunga.

“Aku ingin memberimu bunga Gukhwa untuk menyamakannya dengan namamu, tapi mereka hanya punya warna putih.”

Chihyeon malah ditampar. “Siapa kau sampai memberitahu pacarku untuk memutuskan ku?!”

Chihyeon lalu meminta maaf. Gukhwa tanya apa dia menyukainya. Chihyeon bilang kalau temannya yang menyukainya. Lalu Gukhwa tanya lagi siapa dirinya (sampai rela ke sekolahnya). Chihyeon bilang kalau dia itu cupid, pengantar cinta. Gukhwa itu melunak.

My Friend is Still Alive (41) My Friend is Still Alive (42)Chihyeon memberanikan diri. Dia berlutut sambil menyodorkan bunga kepada Gukhwa itu. “Tolong terima, ini dari temanku. Namanya adalah Go Gyeongsuk. Tingginya 175 cm. Ayahnya pemilik perusahaan Soyil Produce Company, ibunya baik dan bijaksana.”

Teman-teman si Gukhwa menyoraki. Chihyeon tetap melanjutkan. “Dia anak tunggal. Jadi dia dapat banyak warisan. Dia adalah murid teladan,…”

“Kenapa kau yang disini, bukan dia?” tanya si Gukhwa menyela.

Chihyeon sempat bingung mencari alasan. Lalu dia menjawab kalau temannya itu terlalu nervous. Gukhwa mulai jengah, ia berbalik badan hendak meninggalkan Chihyeon.

Namun Chihyeon tiba-tiba berdiri. Ia berkata, “Nuna, aku menyukaimu!” Gukhwa berbalik. “Ehm.. maksudku, temanku menyukaimu. Dia sungguhan. Dia bilang dia benar-benar menyukaimu.”

“Lalu?” tanya Gukhwa.

“Lalu…” Chihyeon bingung.

“Lalu?” Gukhwa terus meminta untuk melanjutkan.

“Kakimu bagus.”

Teman-teman Gukhwa itu terkekeh. Gukhwa tersenyum.

Chihyeon melanjutkan, “Aku mematahkan kakiku saat SMP, dan temanku membawakan tasku setiap hari sampai kakiku sembuh.”

“Kau ingin aku berkencan dengannya karena dia membawakanmu tasmu?” tanya Gukhwa tak percaya.

“Dia suka kacang. Jadi kau tak perlu memakannya untuknya. Kau tidak suka kacang.”

“Bagaimana kau tahu itu?”

“Temanku memberitahuku,” kata Chihyeon. Yap, padahal dia sendiri yang tahu karena dia lihat waktu Gukhwa bertengkar sama Dongjin di kafetaria.

Gukhwa mulai tersentuh. “Temanmu sungguh-sungguh menyukaiku? Sungguh?”

“Sungguh!”

“Bagaimana kalau dia berbohong?!”

“Aku… aku akan bertanggung jawab!”

Gukhwa tersenyum. “Kau belum pernah menyatakan perasaanmu pada gadis, ya?” Chihyeon mengangguk. “Mana ada yang mengajak gadis kencan tepat setelah gadis itu dicampakkan?”

Dengan terbata Chihyeon menjawab, “Cinta… harus diobati dengan cinta yang lain.”

Gukhwa menatap Chihyeon tak percaya. “Kau tau?”

My Friend is Still Alive (43) My Friend is Still Alive (44)“Iya! Ah… Tapi, tidak juga,” jawab Chihyeon agak ragu. Gukhwa pun berjalan ke arah sepeda Chihyeon, bertanya apa sepeda itu miliknya. Chihyeon mengiyakan. Gukhwa lalu merebut bunga dari tangan Chihyeon dan menyuruh Chihyeon untuk naik ke sepedanya. Lalu dia membonceng sambil melilitkan lengannya di pinggang Chihyeon. Membuat Chihyeon tak bisa berkata.

*****

  Di ruang tempat biasanya diadakan penghormatan terakhir. Gyeongsuk dan Chihyeon segera bertukar pakaian. Gyeongsuk menggunakan seragam Chihyeon, Chihyeon dengan pakaian rumah sakit Gyeongsuk. Gyeongsuk yang melihat luka lebam di wajah Chihyeon bertanya apakah temannya itu berkelahi. Seperti anak kecil saja. Chihyeon mengatakan kalau itu terserah dia.My Friend is Still Alive (46)My Friend is Still Alive (45)

Gyeongsuk mengambil jas yang biasa digunakan oleh orang yang berduka, dan bermaksud untuk memakainya. Namun Chihyeon segera menariknya. “Lepaskan! Apa seseorang meninggal?!” bentaknya.

My Friend is Still Alive (47)Gyeongsuk kaget. “Kenapa kau marah?”

“Kenapa kita ganti pakaian di sini?”

“Ibuku takkan menangkap kita.”

Chihyeon langsung melempar jas duka itu ke lantai. Gyeongsuk menunduk, mengambil jas sekolah Chihyeon yang terletak di sebelahnya.

“Kau… Jika kau berpakaian kacau seperti ini saat kuliah nanti, tidak ada gadis yang mau berkencan denganmu!” ucap Gyeongsuk.

*****

Gukhwa menunggu Gyeongsuk di rumah sakit dengan masih membawa bunganya. Ia bertanya kenapa Gyeongsuk meminta dia bertemu di sini. Gyeongsuk bilang kalau di sini kopi dari mesinnya sangat enak. Gukhwa melihat warna bibir Gyeongsuk berbeda, mengira ada lipstick yang dipakai. Ia pun mendekatkan wajahnya ke arah bibir Gyeongsuk. Gyeongsuk terkejut. Chihyeon yang melihatnya dari kejauhan hanya bisa mendesah, lalu berbalik menjauhi mereka.

My Friend is Still Alive (50) My Friend is Still Alive (51)Menangani keterkejutannya, Gyeongsuk bilang kalau ia menyukai Gukhwa. Gukhwa bilang dia sudah tahu dari temannya (maksudnya dari Chihyeon).

My Friend is Still Alive (48) “Maukah kau berkencan denganku?”

“Aku baru saja dicampakkan. Jangan menyuruhku menyukaimu sekarang!”

“Lalu… Kapan…?”

“Mana ku tahu!”

“Lalu… bolehkah aku mulai menyukaimu sekarang?” tanya Gyeongsuk.

My Friend is Still Alive (49)“Baiklah!” Gukhwa itu membolehkan. Lalu Gukhwa bertanya siapa nama sebenarnya lelaki di depannya itu. Go Gyeongsuk, atau Choi Chihyeon. Karena seragam yang digunakan Gyeongsuk saat ini nametag-nya adalah nama Chihyeon. Ia segera melepas name-tag itu dan menyembunyikannya.

“Namaku Go Gyeongsuk, temanku Choi Chihyeon.”

“Baiklah. Akan ku telpon kalau aku sudah siap!”

Gyeongsuk senang. Ia berterima kasih sambil membungkuk berkali-kali.

*****

My Friend is Still Alive (52) My Friend is Still Alive (53) Di kamarnya, dengan masih menggunakan pakaian rumah sakit Gyeongsuk, Chihyeon berbaring. Chihyeon dihantui sosok Gukhwa. Gukhwa bertanya apa Chihyeon benar-benar tidak menyukainya. Sebenarnya Chihyeon menyukai Gukhwa. Tapi dia mengalah karena Gyeongsuk. Kemudian Gyeongsuk menelpon. Chihyeon bingung akan mengangkat atau menjawab pertanyaan Gukhwa. Lalu ia memilih mengangkat telponnya. Bayangan Gukhwa itu pun menghilang dari pikirannya.

My Friend is Still Alive (54)Gyeongsuk bertanya kemana Chihyeon pergi dengan pakaian rumah sakitnya. Ia juga berkata kalau ia senang karena Gukhwa itu memperbolehkannya menyukainya.

Chihyeon sempat menjawab ketus, beruntung Gyeongsuk tidak mendengarnya.

Gyeongsuk bertanya apa dia tidak mengambil seragamnya. Besok sekolah.

“Besok itu Minggu!” jawab Chihyeon ketus lalu menutup telponnya. Ia berbaring lagi di kasurnya, lelah.

*****

Di kelas, Myungsoo bertanya bagaimana kabar Gyeongsuk. Chihyeon sendiri tidak tahu karena Gyeongsuk sudah punya pacar sekarang. Dia jarang menghubunginya.

*****

My Friend is Still Alive (56)    My Friend is Still Alive (55)Saat ke rumah sakit, Chihyeon melihat Gyeongsuk dan Gukhwa berdua. Dia baru saja akan meninggalkan mereka saat Gukhwa itu berteriak. Gyeongsuk mimisan. Chihyeon segera menghampiri dan memberi sapu tangan pada Gyeongsuk dan menyuruhnya untuk segera ke kamar mandi.

My Friend is Still Alive (58)My Friend is Still Alive (57)Gukhwa yang masih terkejut bertanya kenapa Chihyeon bisa di sini. Chihyeon bilang kalau kopi dari mesin di sini enak. Sama kayak alasan Gyeongsuk😄

“Apa dia sakit?” tanya Gukhwa takut.

“Dia baik-baik saja.”

“Bagaimana kalau dia sakit parah?!”

“Dia tidak apa.”

“Aku membenci orang sakit. Ayahku sakit keras…”

My Friend is Still Alive (59)Chihyeon lalu berkata, “Dulu Gyeongsuk peringkat satu saat test fisik fitness.” Mendengar itu, Gukhwa sangat senang. Chihyeon merasa tidak enak berbohong lagi.

Gukhwa lalu menagih janji Chihyeon tentang Gyeongsuk yang menyukainya dan tidak akan mencampakkannya. Chihyeon menyanggupi.

   My Friend is Still Alive (60) “Baguslah. Kalau begitu aku bisa mulai menyukainya,” kata Gukhwa kemudian. “Berjanjilah! Cepat!” katanya sambil menyodorkan jari kelingking. Saat Chihyeon akan membalasnya, ponsel Gukhwa bordering. Dari ‘anak satu-satunya’ (maksudnya Gyeongsuk, dia kan anak tunggal :D).

My Friend is Still Alive (61)Gyeongsuk bilang kalau perutnya sangat sakit tiba-tiba. Jadi dia tidak bisa bertemu dengan Gukhwa. Padahal dia sedang kesakitan di kamar mandi. Gukhwa tak menyerah. Ia bertanya dimana Gyeonduk sekarang. Dan berniat menyusulnya.

My Friend is Still Alive (62)Di depan kamar mandi, Gukhwa benar-benar menunggunya. Gyeongsuk menyuruhnya pulang, tapi Gukhwa tetap menunggunya. Dia bahkan menyanyikan lagu sampai Gyeongsuk bisa mengatasi sakit perutnya dan keluar dari kamar mandi.

My Friend is Still Alive (64)My Friend is Still Alive (63)Chihyeon yang melihat apa yang dilakukan Gukhwa untuk Gyeongsuk menatapnya. Sementara Gyeongsuk yang mendengar nyanyian dari dalam kamar mandi hanya bisa tertunduk pasrah, tersenyum.

My Friend is Still Alive (65) My Friend is Still Alive (66) My Friend is Still Alive (67)My Friend is Still Alive (69)  *****

Dokter bilang kalau keadaan Gyeongsuk sudah membaik secara signifikan, jadi proses keluar dari ruang rawat khusus leukimia Gyeongsuk bisa mulai diurus. Tapi masih sulit untuk memulangkannya ke rumah.

“Could it be a relapse?” tanya ibunya panic. Oke. Aku nggak tahu apa itu relapse .__.v

My Friend is Still Alive (70)Chihyeon yang mendengar semuanya dari luar segera menahan langkah dokter itu begitu keluar dari ruang Gyeongsuk. Dokter itu bilang untuk tidak khawatir karena Gyeongsuk akan segera keluar. Namun Chihyeon membentaknya. Ia bilang kalau dokter itu sudah mengatakan hal yang sama lebih dari 10 kali, tapi tetap saja Gyeongsuk masuk kembali ke rumah sakit.

*****

bersambung…

[Part 2]

*****

Credit: amouradilla@cassieva.wp.com

Penulis:

- 96's line - Shim Changmin

3 thoughts on “[Sinopsis] My Friend is Still Alive (KBS Drama Special 2013) – Part 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s