Posted in Drama, Korea, Sinopsis

[Sinopsis] My Friend is Still Alive (KBS Drama Special 2013) – Part 2


Part 2

Part 1

*****

Note:

Pink: flashback Gyeongsuk

Biru: Chihyeon narasi

*****

Di sekolah Chihyeon. Gukhwa mendatangi kelas Chihyeon, bertanya dimana keberadaan Gyeongsuk. Lelaki itu tak menjawab telponnya dan tidak membalas pesannya. Chihyeon bilang karena Gyeongsuk meninggalkan ponselnya di rumah.

My Friend is Still Alive (71) Gukhwa mulai menangis. “Apa dia tidak menyukaiku lagi? Dia tidak menyukaiku karena aku mulai menyukainya? Karena aku menyukainya setelah menyukai orang lain?”

My Friend is Still Alive (72)Orang-orang mulai melihat Chihyeon dan Gukhwa yang menangis semakin keras.

“Beritahu aku. Cepat beritahu aku! Apa dia mulai bosan padaku?!” tanya Gukhwa lagi.

“Tidak. Bukan begitu—”

“Bohong! Pembohong!”

“Tidak. Dia bahkan bilang dia semakin menyukaimu setiap harinya,” kata Chihyeon akhirnya.

My Friend is Still Alive (73)Tangisan Gukhwa mulai mereda. “Benarkah?” tanyanya memastikan. Chihyeon mengiyakan. “Beritahu aku lagi, alasan dia menyukaiku,” pintanya.

Chihyeon menelan ludahnya. “Kau punya kaki yang bagus, telinga yang cantik, tangan yang cantik. Dia menyukai caramu yang mengungkapkan perasaanmu secara terang-terangan. Dia bilang itu keren. Dia bilang dia senang menerima perhatianmu. Dia bilang dia menyukai segalanya tentangmu. Segalanya.”

My Friend is Still Alive (74)Gukhwa lalu masuk ke kelas Chihyeon, tanya di mana tempat Gyeongsuk duduk. Chihyeon menunjuk sebuah bangku, bangku yang biasa ia duduki. Chihyeon bohong, secara Gyeongsuk sakit leukimia, dia udah jarang sekolah. Nggak ada bangkunya.

My Friend is Still Alive (75)Gukhwa segera duduk di sana. Ia juga bertanya dimana Chihyeon duduk. Chihyeon segera duduk di samping bangku aslinya. “Kau beruntung duduk tepat di sebelahnya,” kata Gukhwa itu kemudian. Chihyeon hanya bisa menunduk dengan wajah mendung.

My Friend is Still Alive (76)*****

Di rumah sakit, Gyeongsuk terbangun saat Chihyeon sudah duduk di sebelahnya.

My Friend is Still Alive (77)My Friend is Still Alive (78) “Aku pikir Gukhwa Gukhwa benar-benar menyukaimu. Dia akan terluka,” ucap Chihyeon pelan.

“Saat aku mati?” Gyeongsuk memastikan.

“Kau tidak akan hidup lebih lama dariku.”

My Friend is Still Alive (79)“Aku tidak akan mati!” bentak Gyeongsuk, mulai emosi.

“Kau selalu berkata kalau kesehatanmu membaik, tapi kau menyembunyikan aslinya.”

“Aku benar-benar membaik saat ini!” ucap Gyeongsuk keras.

Chihyeon menunduk. Ia berkata pelan, “Hanya… putuslah denganya!”

Mata Gyeongsuk melebar. “Kenapa? Agar kau bisa berkencan dengannya setelah aku mati? Kau pikir aku tidak tau?” ucapnya ketus.

“Bukan begitu,” Chihyeon bergumam pelan.

My Friend is Still Alive (82)“Kau tega merebut pacar temanmu yang sedang sekarat…”

Chihyeon tak terima. Ia mulai menaikan nada suaranya, “Bukan begitu! Paling tidak, beritahu dia kenyataannya. Kalau kau sakit parah.”

Gyeongsuk bangkit dari tidurnya, memegang kerah Chihyeon. “Aku tidak akan mati. Aku akan tetap hidup!”

“Jika kau tidak memberitahunya, aku akan melakukannya,” ancam Chihyeon.

My Friend is Still Alive (80)My Friend is Still Alive (81)Gyeonguk mencengkeram kerah Chihyeon lebih keras. “Jangan berani melakukannya! Aku akan membunuhmu! Siapa yang akan berkencan dengan seseorang yang sudah jelas akan mati?! Aku akan membunuhmu kalau kau benar memberitahunya! Pergilah! Dan jangan kembali lagi!” bentak Gyeongsuk. Chihyeon hanya bisa menunduk. Lalu Gyeongsuk mulai pingsan.

My Friend is Still Alive (83) My Friend is Still Alive (84)  Chihyeon segera menekan tombol darurat dan berusaha membantu Gyeongsuk. Namun Gyeongsuk membentaknya, menyuruhnya pergi. Chihyeon pun berlari meninggalkan Gyeongsuk yang mulai mimisan. Ibu Gyeongsuk yang berpapasan dengannya pun tak ia sapa.

My Friend is Still Alive (85)My Friend is Still Alive (86)

*****

Di taman, Chihyeon menemani Gukhwa yang menunggu panggilan dari Gyeongsuk. Ini sudah 30 menit berlalu sejak ia menunggu panggilannya.

My Friend is Still Alive (87)“Ada sesuatu yang ingin ku katakan pada Nuna,” kata Gyeongsuk.

“Kau sudah mengatakannya 10 kali!” Chihyeon masih diam. Gukhwa mulai paniK. “Apa Gyeongsuk mulai tak menyukaiku?! Apa dia sudah tidak menyukaiku?!” tanyanya takut.

My Friend is Still Alive (88)“Bukan begitu. Aku ingin memberitahumu kalau…” Belum selesai Chihyeon mengatakannya ponsel Gukhwa berbunyi. Pesan dari Gyeongsuk.

Gukhwa, aku merindukanmu. Aku berusaha tidak mengirimimu pesan 10 kali tapi aku menyerah.

My Friend is Still Alive (89)Gukhwa begitu senang saat menerima pesan itu. Chihyeon bertanya apa dia benar-benar menyukai Gyeongsuk sebanyak itu. Gukhwa mengangguk.

“Sudah sebanyak itu?” tanyanya lagi. Gukhwa hanya mengangguk.

“Bagaimana bisa kau menyukainya sebanyak itu dalam waktu singkat?!” bentaknya, membuat Gukhwa menatapnya.

“Aku berbohong untuk membuatnya terlihat keren. Sebenarnya… sebenarnya… dia sangat sakit!”

My Friend is Still Alive (90)“Sangat sakit?” tanya Gukhwa itu sambil matanya mulai berkaca-kaca. “Hei! Selesaikan perkataanmu!”

“Dia sangat sakit,” ulang Gyeongsuk.

“Ada apa dengannya?!” Gukhwa mulai menangis.

My Friend is Still Alive (91)Chihyeon yang awalnya ingin mengungkapkan semuanya menjadi iba. “Tentang dia mempunyai kaki atletik. Sebenarnya kakinya berbau sungguh buruk. Kau masih menyukainya?”

  Gukhwa menghela napas lega. “Syukurlah…” ucapnya. Ia membuat suara seperti ingin muntah, mungkin karena tau kakinya Gyeongsuk baunya tidak enak. Tapi kemudian ia mengangguk senang. “Iya. Aku tetap menyukainya.” Dia pun memainkan ponselnya lagi. Chihyeon hanya bisa memandang wajah Gukhwa lekat.

*****

Gukhwa berhenti datang ke sekolah kami. Tiffany juga berhenti menghubungiku.

Chihyeon kembali ke sekolah. Saat sedang memarkir sepedanya dan memesan minuman dari mesin, sebuah suara mengalihkan perhatiannya.

“Sunbaenim, dimana ruangan kepala sekolah?” tanya suara itu.

My Friend is Still Alive (92)“Sebelah situ,…” Chihyeon menunjuk ke salah satu arah kemudian menoleh ke sumber suara. Ia tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini. Go Gyeongsuk, lengkap dengan seragam sekolahnya dan tasnya.

My Friend is Still Alive (93)“Aku hidup lagi!” ucap Gyeongsuk sambil tersenyum lebar. Chihyeon hanya bisa melongo. Myungsoo yang datang dari arah belakang segera memeluk Gyeongsuk begitu menyadari keberadaan temannya itu.

“Kenapa kau tidak memberi tahu kami kalau kau sudah keluar?” tanyanya senang.

My Friend is Still Alive (94)“Kau satu-satunya yang berhenti mengunjungiku,” balas Gyeongsuk kesal.

“Kau sungguh baik-baik saja?” tanya Chihyeon dengan wajah tidak suka. Sepertinya ia takut Gyeongsuk berbohong seperti biasanya.

Gyeongsuk berkata yakin, “Aku yakin aku akan hidup lebih lama darimu sekarang.”

Chihyeon hanya bisa terdiam menatap Gyeongsuk lagi.

“Aku sangat senang melihatmu kembali!” ucap Myungsoo sambil memeluk Gyeongsuk. Gyeongsuk tersenyum senang. “Ah, benar juga. Ya! Anak baru, tunjukkan rasa respekmu,” goda Myungsoo. Gyeongsuk tertinggal banyak pelajaran karena penyakitnya. Sepertinya ia harus mengulang kelas lagi.

“Kau ingin mati?!” ucap Gyeongsuk kesal.

My Friend is Still Alive (95) “Hehehe. Bagaimana dengan gadis itu? Apa kau menciumnya?” tanya Myungsoo kemudian.

“Ciuman pertama tidak penting sekarang.”

Chihyeon begitu mendengar tentang ciuman itu perlahan berbalik menghadap ke mesin minuman seperti awal ia datang tadi. Myungsoo dan Gyeongsuk masih bercerita tentang ciuman pertama Gyeongsuk.

“Kau melakukannya atau tidak?! Apa kau mendengar suara bel?”

“Tebak. Apa kau pikir aku melakukannya? Atau tidak?”

“Beritahu aku segera! Kau melakukannya atau tidak?”

Gyeongsuk mengalihkan pandangannya ke arah Chihyeon. Ia pun menghampiri Chihyeon yang beberapa langkah lebih jauh darinya.

My Friend is Still Alive (96)“Chihyeon, apa kau merasakan sesuatu berbeda sekarang saat aku sudah lebih baik?” tanyanya.

Chihyeon tidak menjawab. Dia mencekeram gelas kertas di tangannya dan membuang isinya ke tanah. Ia menendang mesin minuman di depannya sebelum meninggalkan Gyeongsuk dan Myungsoo.

“Ada apa dengannya? Ayo pergi.”

*****

My Friend is Still Alive (97)  Di kafetaria. Chihyeon, Gyeongsuk, dan Myungsoo makan di meja yang sama. Gyeongsuk meminta telur Chihyeon tapi Chihyeon melarangnya.

Saat bermain di sebuah mesin pengambil boneka, Gyeongsuk terus mengarahkan Chihyeon untuk mengambil boneka keinginannya. Namun Chihyeon tidak mau menuruti Gyeongsuk dan malah mengarahkan mesinnya ke arah boneka lain.

My Friend is Still Alive (98)Gyeongsuk bertanya kenapa Chihyeon malah memilih itu bukan boneka satunya. Dia menyodorkan satu koin lagi dan meminta Chihyeon melakukannya lagi.

“Tidak bisakah aku memilih yang aku inginkan dengan uangku sendiri?” tanya Chihyeon ketus.

“Lupakan. Aku akan lakukan sendiri,” kata Gyeongsuk sambil mengambil alih kendali mesin boneka.

My Friend is Still Alive (99)Chihyeon berjalan menjauhi mereka. Kemudian ia berbalik sambil melempar hasil boneka tangkapannya ke tanah. “Berapa lama aku harus melakukan apa yang kamu minta?!” bentaknya lalu menendang boneka itu dan menjauh.

“Ada apa dengannya? Apa ini pubertas?” tanya Myungsoo bingung.

Gyeongsuk hanya menatap kepergian Chihyeon dalam diam.

*****

My Friend is Still Alive (100) My Friend is Still Alive (101) My Friend is Still Alive (102) My Friend is Still Alive (103)Chihyeon sedang belajar di perpustakaan. Ponselnya berdering. Telepon dari SNSD Tiffany. Karena sedang tidak ingin berurusan dengan Gyeongsuk, ia tak menjawab telponnya. Kemudian Gukhwa datang. Chihyeon kaget bagaimana bisa Gukhwa datang ke tempatnya. Gukhwa lalu mengajak Chihyeon minum kopi.

Di bagian rumah sakit di mana ada mesin kopi dengan kopi terbaik, Gukhwa dan Chihyeon duduk di salah satu bangku. Gukhwa bilang dia pindah ke perpustakaan karena dia suka kopi di sini.

My Friend is Still Alive (104)“Aku dengar kau mengabaikan telpon Gyeongsuk akhir-akhir ini,” lanjut Gukhwa kemudian.

“Dia mengatakannya?” tanya Chihyeon.

“Dia akan segera kemari. Jangan bertengkar. Seperti anak kecil saja.”

My Friend is Still Alive (105) My Friend is Still Alive (106) “Itu alasan kau minum kopi denganku? Gara-gara anak itu?!” tanya Chihyeon sambil meremas gelas kertas kopinya geram. Gukhwa menoleh ke arah Chihyeon. Chihyeon bangkit dari duduknya, Gukhwa berniat menahan, namun Chihyeon tiba-tiba berbalik dan menghempaskan tangannya.

My Friend is Still Alive (107)“Hanya bersenang-senanglah dengannya, dan beritahu dia untuk berhenti menghubungiku! Aku tidak akan menahan diriku lagi untuknya. Aku akan belajar. Aku tidak akan meninggalkan sekolah lagi. Aku akan mematikan ponselku, memakan telurku, dan aku takkan berbohong. Jika aku menyukai seseorang… Aku akan memberitahunya juga.”

Gukhwa tersentak dengan kalimat panjang Chihyeon. Setelah mengatakan semua itu, Chihyeon berjalan meninggalkan Gukhwa yang masih terdiam.

My Friend is Still Alive (108)Dalam perjalanannya di lorong, Chihyeon mendengar nama Gyeongsuk disebut dan seorang suster berlari terburu-buru. Chihyeon segera mengikutinya dan mendapati Gyeongsuk terbaring di atas tempat tidur, didorong oleh beberapa suster dan juga ibunya.

My Friend is Still Alive (109) My Friend is Still Alive (110) My Friend is Still Alive (111) Chihyeon panic. “Ada apa? Apa yang salah dengannya? Apa yang terjadi dengannya?” tanyanya.

My Friend is Still Alive (112)“Gyeongsuk bilang dia ingin pergi ke sekolah dengan kalian untuk terakhir kalinya. Hanya untuk beberapa hari. Dia memohon dan memohon,” jelas ibunya sambil menahan tangis.

My Friend is Still Alive (113) My Friend is Still Alive (114)Chihyeon mendengus. “Kau berbohong? Kau bilang kau sudah sembuh! Hei, Gyeongsuk! Bangun! Bangun kau!” teriaknya sambil menerobos masuk ke ruangan tempat Gyeongsuk dibawa. Namun dilarang petugas untuk masuk. “Hei! Apa kau mendapatkan ciuman pertamamu?! Kau mendapatkannya?!” tanya Chihyeon keras. Percuma. Pintu ruangan itu sudah ditutup, Gyeongsuk tak mendengarnya. Chihyeon segera berlari ke tempat ia meninggalkan Gukhwa tadi.

Gukhwa masih termenung. Ia baru saja akan pergi saat Chihyeon datang menghampirinya.

My Friend is Still Alive (115)   Dengan terengah, Chihyeon mengatakan semuanya. “Aku menyukaimu. Aku menyukaimu sebelum Gyeongsuk menyukaimu. Tetapi aku tidak akan menyukaimu lagi. Karena temanku lebih menyukaimu. Tapi dia berbohong tentang sesuatu. Jangan marah. Dia sedang sekarat. Dia berbohong tentang kesembuhannya. Tolong, bisakah kau tetap menyukai temanku? Harapannya adalah mendapatkan ciuman pertama dari cinta pertamanya. Tolong beri temanku sebuah ciuman. Kumohon. Kumohon beri temanku sebuah ciuman,” Chihyeon menghentikan kalimatnya. Ia berusaha menahan tangis yang sedari tadi keluar.

My Friend is Still Alive (116)My Friend is Still Alive (117)“Dia akan mati tanpa mendapatkan ciuman siapapun. Temanku akan mati tanpa pernah mencium siapapun. Kumohon cepat. Tolong beri dia ciuman sebelum dia mati,” pinta Chihyeon sambil memegang tangan Gukhwa.

My Friend is Still Alive (118)“Kami sudah putus,” potong Gukhwa. “Aku dicampakkan lagi,” lanjutnya.

Di ruangan tempat Gyeongsuk dirawat. Gyeongsuk berbaring di kasurnya dan Gukhwa duduk di kursi di sampingnya.

My Friend is Still Alive (119) “Maaf karena membohongimu. Aku sungguh ingin sebuah ciuman,” ucap Gyeongsuk pelan.

My Friend is Still Alive (120)Gukhwa tersenyum. “Benarkah? Lalu akan kulakukan!” Ia bangkit dari kursinya lalu menundukkan tubuhnya, mendekati wajah Gyeongsuk, bermaksud menciumnya. Saat bibir mereka sudah dekat, Gyeongsuk menahannya.

My Friend is Still Alive (121) My Friend is Still Alive (122) My Friend is Still Alive (123)“Aku tidak bisa melakukannya!… Aku belum menyikat gigiku,”ucap Gyeongsuk kemudian. Gukhwa menjitak kepala Gyeongsuk pelan dan kembali duduk ke bangkunya.

Gyeongsuk melanjutkan. “Kau tau, Cupid. Dia anak yang sedikit dingin.”

“Kau mencampakkanku, jadi menjauhlah dari kehidupan cintaku,” potong Gukhwa cepat. Gyeongsuk terkekeh.

“Memikirkannya lagi, kurasa kau bukan cinta pertamaku. Ada orang lain yang lebih aku sukai sebelum kau,” tutur Gyeongsuk sambil tersenyum.

*****

My Friend is Still Alive (125)My Friend is Still Alive (124) Chihyeon menunggu Gyeongsuk sadar di kamar rawatnya. Ia tak mau memandang wajah Gyeongsuk. “Mwoya?” ucapnya ketus saat Gyeongsuk mulai sadar.

My Friend is Still Alive (126)Sambil masih memejamkan mata, Gyeongsuk berkata, “Aku seharusnya melakukan ciuman pertamaku saat ada kesempatan. Sekarang aku menyesalinya.”

Chihyeon mendengus. “Dasar gila!” rutuknya pelan.

Gyeongsuk membuka matanya. Ia beralih menatap Chihyeon yang duduk di sebelahnya. “Ini sedikit mengganggu. Jadi aku hanya akan mengatakannya sekali.”

Masih tidak mau menatap Gyeongsuk, Chihyeon mencibir, “Diamlah!”

Gyeongsuk tetap melanjutkan. “Hal-hal yang ingin ku lakukan dengan cinta pertamaku… aku pikir, aku sudah melakukannya semua denganmu.

My Friend is Still Alive (127)   “Mengendarai sepeda bersama,…

My Friend is Still Alive (128)“Menyuapi satu sama lain…

My Friend is Still Alive (129)My Friend is Still Alive (130)“Menatap bintang bersama-sama…

My Friend is Still Alive (131) My Friend is Still Alive (132)My Friend is Still Alive (133) “Menghabiskan malam bersama…

“Aku melakukan semua itu pertama kalinya denganmu. Semuanya denganmu.”

Chihyeon mengelap air matanya yang mulai menetes.

My Friend is Still Alive (135)“Itu bukan berarti aku menyukai seorang pria, tapi ketika aku memikirkannya, kupikir cinta pertamaku adalah kau. Jadi, aku boleh saja tak punya ciuman pertama, tapi setidaknya aku pernah mempunyai cinta pertama sebelum aku mati.”

My Friend is Still Alive (134)Chihyeon menahan tangis. Ia berkata, “Siapa yang bilang aku membiarkanmu menjadi cinta pertamaku? Tidak boleh.”

“Dudukkan aku,” pinta Gyeongsuk.

My Friend is Still Alive (136) My Friend is Still Alive (137)Chihyeon sekali lagi mengelap air matanya. “Berbaring saja!” perintahnya. Namun kemudian, ia bangkit dari duduknya dan membantu Gyeongsuk untuk bangun dari posisi berbaring. Gyeongsuk pun memeluk Chihyeon.

My Friend is Still Alive (138)“Mwoya?” kata Chihyeon dengan mata berkata-kata.

“Kau tau? Cinta pertamaku… menjadi nyata.”

My Friend is Still Alive (139) My Friend is Still Alive (140) My Friend is Still Alive (141) My Friend is Still Alive (142)Chihyeon menangis dalam diam. Perlahan ia membalas pelukan Gyeongsuk. Gyeongsuk pun mengeratkan pelukannya dan tersenyum senang.

*****

My Friend is Still Alive (143)Myungsoo menangis di acara penghormataan kematian Gyeongsuk. Chihyeon hanya bisa terdiam, bersandar di dinding.

My Friend is Still Alive (144) My Friend is Still Alive (145)Masih belum bisa menerima kepergian Gyeongsuk, Chihyeon tiduran di bekas kamar rawat Gyeongsuk. Ia menyadari pintu lemari sedikit terbuka dan membukanya. Ada pakaian lengkap dengan jasnya tertinggal di dalamnya. Ah, dibawahnya ada sepatu juga. Chihyeon mengambilnya, dan terdapat pesan. Dari Gyeongsuk.My Friend is Still Alive (146) My Friend is Still Alive (147) My Friend is Still Alive (148)

Ini hadiah dari kawanmu. Gunakan ketika kau melakukan kencan buta pertamamu.

My Friend is Still Alive (149)My Friend is Still Alive (150)Di sebuah toko pakaian. Gukhwa menemani Gyeongsuk membeli pakaian baru. Saat Gyeongsuk keluar dari kamar pas, Gukhwa mengomentari kalau pakaian yang ia kenakan terlalu kebesaran.

  My Friend is Still Alive (151) My Friend is Still Alive (152)Gyeongsuk menjawab, “Aku tidak tahu seberapa tinggi mereka akan tumbuh. Mereka itu selera pakaiannya parah…. Aku ingin memilihkan pakaian untuk kencan buta pertama mereka di universitas.”

My Friend is Still Alive (153) My Friend is Still Alive (154) My Friend is Still Alive (155)Chihyeon menangis. Ia memeluk jas pemberian Gyeongsuk itu dalam dekapannya. Ia menangis di bekas ruang rawat Gyeongsuk dengan jas dan sepatu darinya.

*****

My Friend is Still Alive (156) My Friend is Still Alive (157) My Friend is Still Alive (158)Chihyeon terburu-buru menjalankan sepedanya. Celana yang ia gunakan terlalu panjang, dan sepatunya juga agak kebesaran. Sesampainya di sebuah tempat, Gukhwa dengan wajah kesal menyambutnya. Gadis itu sudah menunggunya sejak beberapa saat lalu. Chihyeon beralasan kalau ia terlambat karena sulit menggunakan pakaian yang dipakainya saat ini.

My Friend is Still Alive (159) My Friend is Still Alive (160)Gukhwa pun berbalik menatap tajam orang-orang di depannya. “Jangan bermain-main. Jujur lah tentang kau menyukainya atau tidak menyukai. Oke?”

Kedua wanita yang duduk di depannya pun menyanggupi. Ternyata Myungsoo dan Chihyeon sedang melakukan kencan buta. Tentunya menggunakan pakaian yang diberikan Gyeongsuk.

My Friend is Still Alive (161)Kemudian ponsel Gukhwa bordering. Ia langsung mengomel begitu melihat siapa yang menelponnya. Ia memprotes sang penelpon kenapa tidak menjawab telponnya. “Apa kau sudah bosan denganku?! Yang harus kau lakukan hanya menjawab telponku!” ucapnya kesal sambil keluar ruangan blind date ini.

My Friend is Still Alive (162) My Friend is Still Alive (163)Chihyeon menempati bangkunya di sebelah Myungsoo. Di bangku depannya ada dua gadis yang duduk berhadapan dengan mereka.

My Friend is Still Alive (164)“Aku dengar ini kencan buta pertamamu,” kata gadis di depannya. Chihyeon mengiyakan pelan. Gadis itu mendekatkan tubuhnya ke arah Chihyeon. “Kau tampak tidak asing. Kau pernah punya pacar?” tanyanya lagi.

Ah. Dan Gukhwa masih menelpon dengan kesal di luar sana😀

My Friend is Still Alive (165) My Friend is Still Alive (166)My Friend is Still Alive (167)Dengan canggung, Chihyeon menjawab, “Belum.” Tangannya yang masuk ke saku jasnya merasakan sesuatu. Ternyata sebuah post-it berisi sebuah pesan. Chihyeon tersenyum kecil saat membacanya. Dari Gyeongsuk.

Jangan memasukkan tanganmu di dalam saku ketika berhadapan dengan gadis.

My Friend is Still Alive (168)“Bagaimana bisa kau tidak pernah punya pacar?” tanya gadis di depannya lagi penasaran.

My Friend is Still Alive (169) My Friend is Still Alive (170)Gyeongsuk terdiam sejenak. Kemudian ia menjawab, “Aku masih… belum bisa menjauh dari cinta pertamaku.” Ia tersenyum lebar.

Cinta pertamanya? Siapakah itu? Gukhwa? Em… Aku pikir itu Gyeongsuk🙂

*****

END

*****

Credit: amouradilla@cassieva.wp.com

Penulis:

- 96's line - Shim Changmin

6 thoughts on “[Sinopsis] My Friend is Still Alive (KBS Drama Special 2013) – Part 2

  1. drama ini kocak, mengharu biru dan melekat dihati. lagi-lagi cerita persahabatan sekali lagi membuat saya nangis.

    menurut saya juga gitu, cinta pertama yang di maksud Chi hyun itu Kyungsook, bukan Gukhwa, itu sebabnya, setelah Kyungsook pergi, Chi hyun bukannya bersama Gukhwa, tapi malah ikut kencan buta kayak yang di bilang ama Kyungsook.

    Hua, persahabatan memang indah dan mengharukan.

    1. setuju! nonton drama ini bisa bikin ketawa sekaligus nangis. aku bahkan habis beberapa tisu. persahabatan Gyungsook sama Chihyun itu bikin terharu. apalagi waktu bagian-bagian terakhir.

      iya. aku pikir gitu karena gyungsook pernah bilang kalau dia jadiin chihyun sebagai cinta pertamanya, hehe.

      btw, makasih udah mampir😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s