Posted in Confession of a Friend

:: CF :: #2 – 신 선배 (God Senior)


:: Confession of a Friend ::

#2 – 신 선배 (God Senior)

Assalammualaikum Wr. Wb.

Annyeong~

Kembali dengan sebuah pengakuan lagi. Kali ini bukan tentang teman sebayaku. Melainkan sunbae (sunbae: orang yang dianggap senior, kakak kelas). Di sini akan lebih aku sebut dengan Sunbae-nim. Biar mirip orang Korea gitu, wkwkwk. Oke, nggak penting. Langsung saja.

Kenapa aku pilih cerita tentang Sunbae-ku? Dan kenapa juga judulnya aneh gitu? Yah. Maklumlah. Jangan terlalu perhatikan apa yang aku tulis. Karena itu aku tulis sesuka mood-ku. Dan tiba-tiba aku kepikiran Sunbae itu. Jadilah terbentuk tulisan ini.

Emm… Sebelumnya… Seperti biasa. Membaca ini akan membuat anda mencak-mencak. Karena penggunaan bahasa yang acak adul dan grammar yang berasal dari kamus antah-berantah. Karena itu, aku minta maaf dulu kalau bahasanya benar-benar mengganggu.

Dan juga… nggak tau gimana kalau orang yang aku maksud di sini baca tulisan ini. Tapi masa bodoh! Biarin aja dibaca. Lagipula kalau nggak mau sampai dibaca, untuk apa aku tulis di sini? Wkwkwk.

Sin sunbae? Apalah arti sebuah panggilan. Eoh?

Aku kenal Sunbae ini cukup lama. Tapi baru tahu lebih sejak SMA. Tidak begitu dekat. Tapi cukup untuk sekedar tahu. Terlebih kita ada di satu klub (Eung, anggap saja klub. Aku bingung sebutnya apa. Organisasi bukan, ekstrakulikuler ya bukan), dan pernah menghabiskan waktu lebih lama dari yang aku habiskan dengan teman-temanku sendiri. Dari situ aku kenal sebutan ini. Dewa. Dia benar-benar dewa. HaHaHa.

Dia benar-benar pintar. Tidak diragukan lagi. Semua orang pun beranggapan demikian. And no one can beat him. Ah, tidak-tidak. Ada satu. Satu orang yang sekuat apapun dicoba untuk dilawan, tetap saja tidak bisa. Selalu menjadi bayang-bayang. Aku yakin, sangat tidak nyaman.

Dewa? Apa itu dewa? Entahlah. Aku tahu sebutan itu pun dari sunbae ini. Dia menyebut orang yang ‘menakjubkan’ dengan sebutan itu. Dulu, aku pernah dipanggil seperti itu. HaHaHa. What a….! Aku bahkan tidak pantas dipanggil seperti itu! Meski dalam mimpi.

Sunbae ini, ia bahkan bisa melakukan apapun yang diminta. Apapun, di mana pun. Tak peduli dia suka atau tidak, sekali dia ditunjuk untuk melaksanakan tugas, apapun akan di lakukan. Tak peduli fakta bahwa ia tidak suka dan itu akan menyita waktunya. Really, a dedicated student! Always give his best.

I really admire him. Segalanya. Otaknya, sikapnya, apapun itu. Perfect! Hanya satu yang aku tidak suka dari dia. Eoh. Those eyes when it comes to look down on me. It is really annoying! Am I really that ‘low’?!

And then come the time for me to think. Aku pikir aku memang bodoh.

Sunbae-nimI am really pathetic, right? Am I really that fool? Nan jeongmal babo, eoh? Do you think so?

I tried my best to be someone like you. Success in two rows consecutively. Tapi apa yang aku lakukan? I even had lost before I lifted up my weapon. Aku GAGAL. What-a-pity! How could I fail just in those steps? Kalau sunbae pasti tidak akan melakukan hal seperti ini, kan? Bahkan dalam mimpi pun, tidak akan pernah, kan? Karena siapapun tau, sunbaenim gives the best. Ini perbedaanku. You did your best, and I was just trying to do my best.

Is it because of my lack of ability? Or it was just my carelessness? Honestly, it still brings regret for me. And there is nothing I can do about it.

Sunbae-nimThere was someday my rank was a little higher than you. I even succeeded to write my name in the top 10 list. The one that you had failed, even in your best 15.  Yeah. Although in the end I still became an underdog. And too… to the one that you never did, I’d made it until round 2. I am not really bad, right?

근대…

Why could even my name not show in the 100-people-who-could-have-their-dream-true list? I am really that fool? If it were you, i bet you will be in the top 10.

Aku… tak bisakah aku seperti sunbae? Sekali saja. Di tahun terakhirku di SMA. I really want to make my parents smile. In the last greeting, I really want to invite my parents as the special guest, which can get the very-very front seat, like you did before. Can I?

그리고…

Aku harap aku benar-benar bisa seperti sunbae. Seberapa keras pun aku mencoba, tidak akan bisa sebaik apa yang sunbae sudah lakukan. It’s not that I give up, really. Aku cuma tau batas kemampuanku. Tapi tetap saja. Aku masih berharap kalau aku bisa menjadi seperti sunbae. Lebih baik kalau bisa! Bantu aku, ya Allah. Aku ingin membahagiakan orang tuaku juga. Bantu aku untuk menjadi orang yang lebih baik dari Sin Sunbae ini. I beg, please. Jebal. Kamisama, onegaishimasu…

Oke, Sunbae. Mari bertemu setelah kita sama-sama berhasil meraih mimpi, eoh? And if it comes the time, please don’t look down on me. You know, it really annoys me!

From your pitiful hoobae,

With respect.

Wassalammualaikum wr. wb.

Annyeong~

Penulis:

- 96's line - Shim Changmin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s