Posted in Drabble, Fanfiction

COFFEE


cf2 VIXX’s Ken, OC (You) | bukan romance, bukan fluff, flat -__- | drabble (<500w) | PG-13

inspired by Seo In Guk – Bomtanaba

sebelumnya saya peringatkan. ini benar-benar datar, nggak ada genre yang pas -__-v

*****

Jika aku minum kopi denganmu, aku takkan bisa tidur.

*****

Ken mengerjap-ngerjapkan matanya untuk yang kesekian kali. Sudah tiga hari ini lelaki itu tak bisa memejamkan mata. Ia melakukan segala cara untuk tertidur namun tetap saja gagal. Ken hanya bertahan menutup matanya selama tiga menit kemudian secara otomatis terbuka lagi. Dan akibatnya, ia hanya bisa berbaring di kasurnya tanpa berniat melakukan apapun. Matanya lelah, sungguh. Begitu pula tubuhnya. Siapa yang tak ingin istirahat setelah tiga hari tak tidur?

Insomnia sialan!

Ken bangun dari posisi tidurnya. Ia duduk di atas kasur sambil mengacak-acak rambutnya gusar. “Aish! Seharusnya aku tak banyak minum kopi!” rutuknya sembari melihat cangkir-cangkir di atas mejanya kesal. Cangkir bekas kopi itu bahkan belum sempat ia cuci! Dan lihat, tiga large cup dari Starbucks beberapa waktu lalu pun belum sempat ia buang! Justru semakin menumpuk dari hari ke hari. Salahkan teman Ken yang maniak kopi dan selalu mengajaknya minum minuman penuh kafein itu, dan sialnya Ken tak pernah bisa menolak.

Ah, tidak. Mungkin bukan hanya karena kopi, batinnya. Ken menghela napas. Baru saja ia akan berbaring lagi, ponsel di sebelahnya berbunyi. Tanpa menoleh, ia mengulurkan tangannya, berusaha menggapai ponselnya. Tanpa melihat siapa yang menelponnya malam-malam begini, lelaki itu mengangkatnya.

“Halo?” jawabnya dengan suara parau. Kekehan pelan terdengar dari seberang. Ken mengernyitkan dahinya. Sepertinya ia kenal suara ini.

“Ken, ini aku.”

Ken melengos. Sudah ia duga. Suara itu khas. Suara seseorang yang sudah membuatnya tak bisa tidur berhari-hari. Ah, alasan lain selain kopi tentu saja. Gadis itu. Teman Ken yang beberapa hari terakhir mengajaknya minum kopi bersama. Dan efeknya sedahsyat ini.

Hei, mau minum kopi denganku?” sapa si penelpon riang.

“Kopi?” tanya Ken memastikan. Aku bahkan tidak bisa tidur sampai sekarang dan kau mau aku minum kopi lagi? Lelaki itu menghela napas sebelum kembali menjawab, “Tidak. Terima kasih.”

“Kenapaaa? Apa kau sibuk?”

Suara manja itu mau tak mau membuat Ken menghela napas lagi. Ia selalu tak bisa menang dari gadis itu. Hanya dengan bersikap manja dan kekanakan, gadis itu bisa langsung mengubah pendirian Ken begitu saja. Tapi kali ini sepertinya Ken harus bertahan. Ia tak bisa begini terus.

“Tidak. Hanya saja…” Ken menghela napas sejenak. “Jika aku minum kopi denganmu, aku takkan bisa tidur,” jawabnya. Dan setelah itu sambungan telepon terputus. Ken memutuskannya sepihak.

Lelaki itu membuang ponselnya asal. Segera ia berbaring dan menarik selimutnya sampai ke atas kepala. Persetan dengan nasibnya besok akibat ia menutup telpon dari gadis itu duluan. Biarkan saja gadis itu marah karena ia menolak ajakan minum kopinya. Biarkan saja kesempatan Ken untuk mendekati gadis yang ia sukai itu hilang. Ken tidak peduli. Gadis itu terlalu membahayakan untuk kesehatannya!

Bagi Ken, kesehatan jantungnya lebih penting saat ini. Ia tak mau kehadiran gadis itu di dekatnya justru membuat jantungnya berdetak lebih kencang. Dan jangan lupakan kopi yang selalu ada jika gadis itu ada. Ken tak mau kafein itu semakin menyerang tubuhnya. Otaknya butuh istirahat, sungguh.

Kopi? Kau bercanda! Jangankan kopi, jika gadis itu minta bertemu sambil membawa air putih pun Ken akan menolaknya. Ken benar-benar butuh tidur sekarang!

***** END *****

Penulis:

- 96's line - Shim Changmin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s