Posted in Fanfiction, Oneshoot

JACKSON!


tumblr_static_tumblr_static_d2zw9uigz34g40w4w8g8skoc8_640~ Kira’s Story Line ~

| GOT7’s Jackson & KARA’s Youngji | PG-13 | comedy gagal datar, benar-benar datar -__- | Oneshoot |

DISCLAIMER :: all story is mine. don’t be a plagiator! read, like, comment😀

*****

Jackson akhirnya tahu kalau ternyata Youngji sangat menyukainya.

*****

Jackson baru saja menyelesaikan mandinya saat ia mendengar hyungnya berteriak. Youngji datang katanya. Lelaki itu tersenyum kecil. Gadisnya sudah datang ternyata. Maka dengan secepat kilat ia mengambil handuk yang tersampir di balik pintu kamar mandi itu dan mulai mengeringkan rambutnya. Ia tak mungkin membiarkan gadis itu menunggunya terlalu lama, kan?

“Jackson-a?”

Dari dalam kamar mandi, lelaki itu bisa mendengar Youngji memanggilnya. Mungkin gadis itu sedang mencarinya sampai ke kamarnya. Baru saja ia akan menjawab panggilan itu namun seketika itu juga ia urungkan. Sepintas ide iseng melintas di kepalanya saat suara Youngji terdengar lagi. Mendengarkan ocehan Youngji tentang dirinya saat ia tak ada di dekatnya sesekali boleh, kan? Ia jadi bisa tau bagaimana pendapat Youngji sebenarnya tentangnya.

“Jadi begini kamar Jackson? Oh? Ige mwoya? Aigoo… Uri Jackson-i jeongmal kiyeowo!” pekik Youngji.

Sambil menyisir rambutnya, Jackson terkikik pelan. Bwa, bwa! Kau mengakui juga akhirnya! Lihat semua fotoku dan kau akan merasa beruntung karena memiliki kekasih imut sekaligus tampan sepertiku!

“Dan apa ini? Bahkan warna pirang pun tampak cocok untukmu!” – Kira’s story line –

Youngji mengoceh lagi dan Jackson lagi-lagi tersenyum. Ia mendekatkan wajahnya ke cermin di depannya dan menatap pantulan dirinya lekat. Tangannya bergerak menata rambutnya yang baru kemarin lusa ia cat pirang. Benarkah? Apa aku harus menjaga style ini?

“Dan, hei! Jangan menatapku seperti itu! Kau tau, mata coklatmu itu terlalu indah! Membuatku ingin menatapnya selalu!”

Jackson terkekeh. Geurae? Lalu tataplah aku sesuka hatimu. I’m yours, girl! Lelaki itu mulai mengenakan kemejanya setelah ia rasa rambutnya cukup rapi tertata.

“Aigoo! Sungguh imut sekali! Benar-benar ingin kucium!” ucap Youngji gemas.

Sembari tangannya sibuk mengancingkan kemejanya, Jackson berdecak dan kepalanya ia gelengkan tak percaya. Heol. Heo Youngji! Kena kau! Siapa yang mesum sekarang?!

“Ini aneh. Biasanya aku tak suka menggandeng seseorang. Tapi kenapa denganmu aku ingin selalu bergandengan tangan? Apa karena tanganmu halus? Bahkan lebih halus dari tanganku…” Suara Youngji memelan. Sepertinya ia benar-benar tak bisa terima fakta bahwa tangannya tak sehalus tangan Jackson.

Lelaki itu tertawa tanpa suara. Otomatis ia mengangkat tangannya, menyentuhnya, dan memperhatikannya. Benarkah begitu? Aku rasa tanganmu lebih halus.

“Geunde, kenapa kau tidak suka mandi? Apa kau tidak sadar kalau kau jadi bau setiap kali kau tidak mandi?! Atau… Apa kau ingin aku mandikan?”

Jackson mendelik. Heo Yeongji, neo… ckckck. Lelaki itu lagi-lagi berdecak tak percaya. Sambil sibuk merapikan celananya dalam hati ia berkata, Aku tak tau kau berpikiran seperti itu!

“Kau juga terlihat kurus akhir-akhir ini. Kau jarang menghabiskan makanmu. Atau kau ingin ku suapi?”

Oh? Darimana kau tau? Berat badanku turun memang. Kau memperhatikanku, ya?! Ketauan sekarang kau! Jackson mengambil pelembab wajah dan mengenakannya di pipi. Kau mau menyuapiku? Boleh juga. Selera makanku hilang akhir-akhir ini. Lihatlah, pipiku mulai tirus!

“Geurae. Aku akan menyuapimu sarapan kali ini.” Suara Youngji terdengar lagi setelah beberapa saat tadi sempat menghilang.

Jackson yang baru saja selesai berdandan seketika mendongak. “Jeongmal?!” pekiknya pelan. Pasalnya setelah lima bulan berkencan, hal yang paling dibenci dan tidak pernah dilakukan Youngji adalah menyuapinya. Padahal ‘kan menurut lelaki itu sepasang kekasih saling menyuapi bukan hal yang memalukan. Tapi menurut gadisnya itu memalukan. Seperti anak kecil katanya.

“Ja… Apa yang harus kita makan untuk sarapan hari ini? Tuna? Salmon? Atau ikan tulang lunak? Hm…”

Dahi Jackson mengernyit. Eh? Makanan apa itu? Kenapa ikan semua?

“Aku tahu! Salmon fillet! Kau suka itu, kan?! Baik! Akan ku suapi nanti! Tapi aku harus mencuci tempat makanmu dulu. Tunggu, ya.”

Hm. Salmon fillet? Bukan ide buruk.

Jackson merapikan lagi peralatan mandi beserta handuknya. Sekarang ia sudah rapi dan siap untuk kencan. Sekali lagi ia bercermin, meyakinkan bahwa Jackson Wang sudah tampil dengan keren.

“Geurae, kau selalu tampan, Jackson Wang. Sekarang keluar dan sarapan salmon fillet dengan Youngji. Kau tidak mau membuatnya menunggu lagi setelah mencuci tempat makanmu, kan?” ujar lelaki itu pada bayangan seorang lelaki tampan berkemeja biru yang tertangkap di cermin. Ya, sosok tampan itu ia sendiri. Jackson tersenyum puas. Namun hanya tiga detik, senyuman itu pudar. “Tempat makan? Tempat makan apa yang Youngji cuci?” gumamnya bingung.

Seketika ia membelalakkan matanya. Seolma! Maldo andwae! Maka dengan secepat kilat ia keluar dari kamar mandi. Langkahnya terhenti begitu melihat Youngji yang tersenyum lebar tengah jongkok menyampinginya.

Joha… Uri Jackson benar-benar anak baik. Aku benar-benar menyukaimu!” Gadis tersenyum lebar, menatap Jackson. Yah, Jackson. Hanya Jackson.

Dan dugaan Jackson benar. Seketika wajahnya jadi mendung. “YA! HEO YEONGJI!” panggilnya keras.

Gadis itu menoleh. “Oh? Jadi sedari tadi kau mandi? Kamarmu terbuka, aku masuk saja. Tapi tak ada kau.”

Lelaki itu tak menanggapi. Ia hanya memasang wajah kesal saat melihat kenyataan di depannya. Tatapan tajamnya pada obyek di depannya bahkan mungkin bisa membuat anak kecil menangis.

Menyadari arah tatapan Jackson, Youngji tersadar. “Ah iya. Aku sedang menyuapi Jackson. Dia benar-benar lucu. Aku rasa aku menyukainya!” ucapnya senang. Ia menyambil sesuap makanan yang beberapa saat lalu ia ambil sambil mencuci tempatnya dan memberikannya ke Jackson. Yah, Jackson di sini adalah kucing Persia milik Jackson yang sengaja ia panggil Jackson. Bukan Jackson Wang, melainkan kucingnya. Youngji bahkan menggendong dan mencium bibir kucing itu gemas setelah kucing itu selesai menelan makanannya dengan baik.

Jackson mengerucutkan bibirnya kesal. “Geurae! Suapi saja sesukamu! Cium juga sesukamu! Kau bahkan tak pernah menciumku seperti itu!” ucapnya ketus sembari meninggalkan Youngji di kamarnya sendirian.

Jadi sedari tadi yang gadis itu bicarakan adalah Jackson kucingnya, bukan ia?! Dan ada apa ini? Apa ia tak salah? Kenapa ia merasa cemburu dengan seekor kucing? Heol. Benar-benar…

Youngji menatap punggung Jackson yang perlahan menjauh bingung. “Mwo? Ada apa dengannya? Kenapa setelah mandi marah-marah? Aneh.”

Meaw.

Youngji mengalihkan fokusnya kembali ke kucing di hadapannya. Seketika ia tersenyum lebar. “Aigoo… Uri Jackson jinjja kiyeowo. Ayo makan lagi biar gemuk!” ujarnya gemas. Ia menyuapi kucing itu lagi sambil tangan lainnya mengelus kepalanya. “Geurae, makan yang baik. Jangan seperti majikanmu yang kurus itu. Seperti tulang berjalan saja! Dan sekarang ia marah-marah. Heol! Jika orang tak mengenalnya, mungkin mereka akan mengira tokoh film horor yang merana sedang berkeliaran!”

“YA! HEO YOUNGJI! APA MAKSUDMU?! AKU MENDENGARNYA TAU!”

Youngji segera menutup mulutnya. “Ups. Aku lupa majikanmu punya telinga yang peka!”

“CEPAT TURUN KE BAWAH JIKA KAU MASIH INGIN MENJADI KEKASIHKU! TETAP DI SANA JIKA KAU INGIN PUTUS DENGANKU DAN JADI KEKASIH KUCING ITU!”

Mwo? Pilihan bodoh apa itu?” ucap Youngji tak percaya. Ia mendengus pelan. Kemudian ia mengusap kepala kucing di depannya sayang. “Nuna pergi dulu, eo? Majikanmu benar-benar kekanakan! Habiskan makananmu. Annyeong!”

***** END *****

Penulis:

- 96's line - Shim Changmin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s