Posted in Fanfiction, Oneshoot

UMBRELLA


poster-umbrella-copy

~ Kira’s Story Line ~

| GOT7’s Jackson & KARA’s Youngji | School Life, Romance, Fluff (?) | PG-15 | Oneshoot |

Disclaimer::

terinspirasi dari salah satu scene di Adolescence Medley. Don’t be a plagiator!

Poster by Funluobell’s art @Poster Channel 

*****

Youngji bersenandung pelan. Punggungnya bersandar di salah satu dinding sembari tangannya memainkan payung di tangannya. Langit tak henti-hentinya menumpahkan berjuta tetes air, membuat Youngji menahan keinginannya untuk pulang ke rumah. Jackson tak membawa payung. Ia tak ingin kekasihnya yang teledor itu pulang basah kuyup lalu demam keesokan harinya. Jadi gadis itu memilih menunggu Jackson selesai latihan untuk lomba debat Bahasa Inggrisnya, lalu pulang bersama, menggunakan payung yang sama. Uhh. Romantis sekali. Berbagi payung di hari hujan seperti ini. Youngji bahkan tak henti tersenyum tiap memikirkannya.

“Oh! Sampai jumpa besok! Terima kasih untuk hari ini!”

Youngji menegakkan badan begitu mendengar suara tak asing itu.

Eung. Kau hebat, Jackson-a! Kau yakin tak mau pulang denganku?”

Senyuman di wajah Youngji meluntur. Gadis itu menggembungkan kedua pipinya kesal begitu gendang telinganya mendengar suara lain selain suara kekasihnya. Jackson sedang bersama seorang gadis –yang Youngji tahu sebagai partnernya untuk lomba debat nanti, dan Youngji tak suka itu. Gadis itu bertingkah lagi!

Aniyo. Aku akan pulang sendiri,” jawab Jackson. Lelaki itu masih memunggungi Youngji. Berbeda dengan lawan bicaranya. Gadis itu, Seolhyun, dengan jelas bisa melihat Youngji yang berdiri tak jauh dari tempatnya dan Jackson.

“Ah… Sudah punya kekasih jadi tak mau pulang denganku, ya?” goda Seolhyun sembari memunculkan aegyonya. Kedua bola mata Youngji melebar seketika. Gadis itu mendengus kesal. Dasar nappeun!

Jackson hanya terkekeh pelan. “Kalau begitu pulanglah, sebelum hujan tambah deras.”

Geurae. Aku pulang dulu ya. Youngji-ssi, annyeong!” Seolhyun melambaikan tangannya ke arah Youngji, membuat gadis yang sedari tadi menggertakkan giginya itu tersentak. Jackson yang tak tahu apapun pun menoleh ke arah pandang Seolhyun.

“Oh? Youngji kau masih di sini?” sapanya senang sembari melangkahkan kaki mendekati Youngji.

Youngji hanya membalas lambaian tangan Seolhyun dengan senyuman simpul, senyum paksaan tepatnya. Heol. Jadi dia menyadari keberadaanku dan tetap bertingkah genit seperti tadi?! Dasar centil! Setelah Seolhyun menghilang dari pandangannya, Youngji mencibir pelan.

“Oi, Heo Youngji!” panggil Jackson lagi setelah sapaannya tadi diacuhkan begitu saja oleh Youngji.

Gadis itu tersadar. Senyumannya terukir begitu melihat Jackson di sampingnya. “Oh, annyeong, Jackson-a! Kau sudah selesai latihan?”

Jackson mengangguk. “Kau masih di sini. Ku pikir kau pulang duluan,” katanya sambil menyelipkan anak rambut Youngji yang berantakan ke belakang telinga gadis itu.

Youngji menampakkan senyum lebarnya. “Kau bilang tidak bawa payung,” ucapnya senang. Payung yang sedari tadi ia bawa ia tunjukkan ke depan Jackson.

Lelaki itu tampak meringis sekilas. “Ah. Jadi kau menungguku karena itu. Mm… Mian, tapi… aku sudah punya. Seolhyun… meminjamiku,” jawabnya ragu. Sebelah tangannya terangkat, menunjukkan payung lipat berwarna biru tua.

Senyuman Youngji meluntur begitu melihat tangan kanan Jackson ternyata tak kosong. Teringat rencana romantisnya terancam gagal begitu saja Youngji menghela napas pelan. Namun dengan cepat ia menggelengkan kepalanya dan kembali mengulas senyum, menatap Jackson.

“Baguslah. Kau takkan basah kuyup nanti,” katanya senang, pura-pura tentu saja. “Kalau begitu ayo pulang,” lanjutnya cepat. Gadis itu berbalik memunggungi Jackson. Ia mengangkat payungnya, berniat membukanya. Tapi entah kenapa, payung itu tak mau terbuka. Youngji mulai kesal. Ia mencoba membukanya lagi namun masih saja tak terbuka. Gadis itu hampir saja membanting benda berangka besi itu kalau saja sebuah tangan tak segera merebutnya.

Youngji menoleh. Jackson mengambil payung miliknya dan membukanya dengan mudah.

“Eh?”

Jackson tersenyum simpul. Ia menyerahkan payung itu kembali ke Youngji. “Kau lupa membuka talinya.”

Youngji hanya membulatkan mulutnya kemudian kembali memunggungi Jackson. Gadis berambut panjang itu mulai melangkah mendahului Jackson yang tengah membuka payungnya sendiri.

*****

Sepanjang perjalanan, mereka berdua hanya terdiam. Youngji selalu beberapa langkah di depan. Setiap Jackson berusaha mensejajarkan langkahnya dengan Youngji, gadis itu dengan cepat melangkahkan kakinya menjauh. Kentara sekali sedang menjauhi Jackson. Lelaki itu hanya bisa terkekeh pelan.

“Heo Youngji, kau marah denganku?” tanya Jackson agak berteriak. Melihat jaraknya dan Youngji kini tak bisa dikatakan kalau mereka berdua sedang pulang bersama. Gadis itu melangkah terlalu jauh.

Youngji tidak menjawab. Gadis itu sibuk memainkan ujung gagang payungnya sembari bersenandung pelan, mencoba mengabaikan kekasihnya.

Diacuhkan begitu, Jackson meringis. Perlahan ia mempercepat langkahnya, mencoba menyamai langkah Youngji. Namun tiap kali mereka hampir bersandingan, Youngji kembali melangkahkan kakinya dengan lebar.

Jackson menyerah. Ia berhenti sambil menatap punggung kekasihnya yang lagi-lagi langkahnya melambat begitu tau ia sudah tak mengejarnya. “Mwoya? Apa yang salah denganku? Kenapa ia marah?” gumamnya pelan. “Apa ia marah karena Seolhyun meminjamiku payung?”

Sementara itu, sambil terus melangkah tanpa memperdulikan Jackson yang tertinggal jauh di belakang, Youngji merutuki kekasihnya pelan. “Jackson bodoh. Jackson menyebalkan. Jackson jelek. Jackson minta dipukul. Jackson minta dilempari sepatu. Jackson minta ditendang. Jackson pendek. Jackson tidak tahu diri. Jackson tidak peka. Jackson tukang tebar pesona. Dasar nappeun nom!”

Youngji mengakhiri rutukannya dengan sedikit hentakan di tanah, membuat genangan air di sana menciprat ke mana-mana. Masa bodoh, biar saja kaos kaki putihnya kotor. Ia terlanjur kesal.

Gadis itu kembali melangkah sambil bibirnya tak henti mengerucut kesal. Ia masih merutuk dalam hati sampai kemudian fokusnya buyar karena tubuhnya sedikit terdorong ke depan. Namun beruntung ia tak sampai jatuh, terima kasih pada otaknya yang masih bisa mengatur keseimbangannya dengan baik. Gadis itu menoleh, mencari tahu dalang di balik peristiwa hampir jatuhnya.

Youngji tersentak begitu Jackson tau-tau sudah menerobos masuk ke bawah naungan payungnya.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Youngji heran. Ia bisa melihat seragam lelaki di sebelahnya tampak basah. Mungkin Jackson berlari sampai sini, tapi tetap saja. Apa Jackson tidak tahu? Sedekat apapun, berlari di tengah hujan sederas ini akan membuatmu basah. Dan, bukankah Jackson punya payung sendiri?

Jackson menampakkan senyum lebarnya. Dengan segera ia merebut payung Youngji. Tangan kanan lelaki itu kini memegang payung milik Youngji sementara tangan kirinya memegang payung milik Seolhyun. Jackson lalu menyerahkan payung Seolhyun yang tak tertutup rapi ke gadis di sampingnya itu. “Aku kedinginan. Kau tak mau aku sakit, kan? Jadi biarkan aku di sini. Kau tau, dekat denganmu membuatku hangat,” ucap lelaki itu sembari masih tersenyum.

Youngji mendengus pelan. “Dasar gombal!” ejeknya. Namun tetap saja Jackson berhasil membuat kedua pipinya memerah. Tunggu, kemana rasa kesal Youngji yang tadi meluap sampai ke ubun-ubun?! Kenapa sekarang ia senang Jackson di sampingnya?!

Youngji kembali tersentak saat lengan kiri Jackson yang bebas, tanpa persetujuan gadis itu sebelumnya, melingkari bahunya dan menarik tubuhnya mendekat ke arahnya. Dan tidak sampai di situ, lengan itu tidak berpindah tempat justru semakin erat memeluk bahu Youngji. “Aku tak mau kau basah, jadi tetaplah seperti ini,” kata Jackson kemudian.

Youngji diam-diam tersenyum. Dasar bodoh. Jackson bodoh. Tapi Youngji suka.

“Kenapa payungmu kecil sekali? Lihat, kau bisa basah kalau begini!” celetuk Jackson lagi sambil semakin menarik Youngji mendekat ke arahnya. Saking dekatnya, Jackson bahkan tampak seperti tengah memeluk Youngji dari belakang.

“Lalu kenapa tak kau pakai payung Seolhyun saja?! Tak perlu mengangguku. Semua salahmu jika aku kehujanan lalu besok sakit,” ucap Youngji ketus.

“Oi, Heo Youngji! Berhenti marah padaku! Aku tau kau ingin melakukan ini. Aku bahkan bisa mendengar jantungmu berdetak kencang sekarang,” goda Jackson sembari terkekeh.

Youngji mendelik. “Mworago—”

Gadis itu tak sempat mengelak, Jackson lebih dulu membungkam mulutnya dengan tangan kirinya yang tadi ia gunakan untuk memeluk bahu Youngji dan membuat gadis itu semakin terdesak dalam pelukannya. Jantung Youngji pun semakin berdetak tak karuan.

“Heo Youngji,” panggil Jackson pelan. Lengannya kini sudah kembali melingkari bahu Youngji erat.

Eung?” Youngji berdeham.

“Kau tau aku memang tidak peka. Salahmu sendiri mau menjadi kekasihku. Jadi jika sesuatu tidak berjalan sesuai rencanamu karena aku terlalu bodoh, maafkan aku. Tapi kau tahu ‘kan kalau aku mencintaimu? Eo?”

Youngji lagi-lagi tersenyum. Perlahan ia mengangguk. Eoh. Jackson bodoh. Tapi Youngji suka. Tapi Youngji lebih bodoh, karena suka pria bodoh macam Jackson.

“Dan… Youngji-ya, lain kali, jika kau ingin bermesraan denganku di tengah hujan seperti ini, bisakah kau memilih payung yang lebih besar? Lihatlah, kita hampir basah karena payungmu terlalu kecil! Atau jangan-jangan… kau sengaja agar bisa ku peluk seperti ini?! Mengaku saja! Eo?”

***** END *****

Waaa otte? FF-nya aneh ya? Maaf ya kalau mengecewakan. Comment and review are very welcomed. Thanks for reading😀

Penulis:

- 96's line - Shim Changmin

7 thoughts on “UMBRELLA

  1. Keren banget chingu, saya ubek2 semua blog yang yang ada couple ini. soalnya suka banget. nemu ini… hua kata-katanya sama adegannya keren hehe
    Oya, kalau mau baca ff jackji jangan lupa main ke blog saya ya
    jackji94.wordpress.com
    gomawo ^^

    1. hehehe, makasih udah berkunjung dan mau membaca ff jackji perdana saya😀
      pertama kali liat couple ini di roommate langsung suka, jadi g tahan pingin bikin ff hehe. okay, kapan2 aku main ke blog kamu.
      makasih udah berkunjung ^^

      1. oke, kalo ada ide dan waktu aku coba bikin ff lagi, soalnya aku jg suka couple ini wkwk😄
        Aku jg masih blajar kok hehe.
        Makasih udah komen~ ^^

  2. Min, ff nya keren2 banget😀
    oh iya, mimin udah nonton reply 1988 belum? kalo udah mimin teamnya siapa? junghwan atau taek?
    aku nanya gini soalnya aku pingin baca fanfict junghwan, heheh siapa tau mimin team junghwan sama kaya aku, trus juga siapa tau mimin juga tertarik bikin ff nya. heheh
    ini sebenernya sekalian request sih. hahah..
    thanks ya sebelumnya min, goodluck😀

  3. Min, ff nya keren2 banget,😀 aku juga suka couple ini heheh.
    oh iya, mimin udah nonton reply 1988 belum? kalo udah mimin teamnya siapa? junghwan atau taek?
    aku nanya gini soalnya aku pingin baca fanfict junghwan, heheh siapa tau mimin team junghwan sama kaya aku, trus juga siapa tau mimin juga tertarik bikin ff nya. heheh
    ini sebenernya sekalian request sih. hahah..
    thanks ya sebelumnya min, goodluck😀

    1. Makasiih udah bacaa hehe.
      Sayang sekali aku teamnya taek wkwk
      Tapi boleh deh bikin ff junghwan. Kalo ada ide ya 😆
      Makasiih sarannyaaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s