Posted in Constellation's Series, Nothing

Throw back~ Bapering on…


Assalammualaikum wr.wb.

Annyeong~!

Hai semuanya. Lama tak berjumpa. Yah, anggap saja aku sibuk makanya nggak sempat mengisi blogku yang mungkin kalau bukan ada di dunia digital bisa muncul sarang laba-laba. Sudah lupakan.

Jumat kemarin akhirnya aku berhasil mengikuti sebuah seminar atau sebut saja workshop yang diadakan kompas tv di kampusku. Yah, walaupun tidak mengikutinya secara utuh aku bersyukur setidaknya aku masih bisa menonton bagian utamanya. Dan tau tidak? Gara-gara datang ke acara itu, baperku jadi on 100%.

Kenapa?

5% karena materinya, 95% karena guest starnya.

The finest tree.

Sumpah, aku Cuma tahu nama bandnya. Cuma tahu kalau personelnya ada Cakka. Dan sama sekali nggak tau apa lagunya. Tapi karena memang aku ingin lihat talkshownya, makanya aku sekalian nonton perform mereka. Anggap saja bonus tambahan (yah padahal mungkin nggak sedikit mahasiswi yang datang dengan menjadikan duo kakak beradik ini sebagai tujuan utamanya, bukan talkshownya sementara aku malah nggak tau lagu mereka apa wkwk).

20151023_112209[1]

iya. itu cakka yang pake baju item. iya, aku tau itu nggak jelas. mau gimana lagi, aku duduk dapet belakang.

Cakka. Idola cilik 2. Itu yang aku tahu. Dan sekarang… dia sudah besar ya. Sudah tidak seperti masa idola cilik dulu yang imut-imut ganteng ala harajuku gitu. Sekarang tetap ganteng sih, tapi gantengnya beda. Aku sampai nggak percaya kalau yang aku lihat di depan mataku itu Cakka yang dulu suka aku pantengin di layar kaca sama suka jadi bahan tokoh fanfiction bacaanku (sebelum aku kenal Kpop tentu saja).

Dan seketika ingatanku melayang ke masa lalu. Cakka saja sekarang sudah besar. Sudah berubah. Lalu aku apa?

2009 entah 2010 mungkin? Jaman Idola cilik masih jaya-jayanya. Dan jaman aku masih menggilai mereka dan otakku belum terkontaminasi dengan virus kpop. Teringat dengan salah seorang finalis yang dulu sangat aku gilai. Sampai-sampai aku rela menghabiskan pulsa ku (dan pulsa bapakku kalau mau tahu) hanya untuk memberikan voting padanya. Yah, walaupun pada akhirnya dia harus tinggal kelas dan membuat aku menangis menyesal karena perbedaan jumlah voting yang hanya selisih nol koma sekian dari pesain di atasnya. Tahu siapa? Tahulah ya. Gabriel oh Gabriel. Apa kabarmu sekarang, nak? Gimana kuliahnya? Struggling like me ‘kah? Kamu harus tahu kalau sebenarnya aku masih ngefans sama kamu. Oke, abaikan.

Ini hanya Cakka, yang aku sekedar suka melihatnya, bukan ngefans. Tapi aku segitu senangnya begitu akhirnya aku bisa melihatnya langsung dengan kedua mataku. Bagaimana bila itu idola cilikku yang aku gilai? Yang berdiri di depanku itu idola masa kecilku? Yang aku simpan foto dan video performnya tak terkecuali? Apa aku masih bisa duduk dengan tenang seperti kemarin? Hanya tersenyum senang dari kejauhan? Hah. Mungkin aku sudah berdiri sambil jerit-jerit meneriakan namanya (aku tahu ini salah, tapi maafkan aku jiwa fangirlku masih ada sedikit).

Lalu aku kembali baper. Hmm… gimana rasanya waktu itu ya? Aku ingin kembali ke masa itu. Dimana idola cilik masih jadi idola semua idola. Dimana masalah hidup masih sekitar soal ulangan fisika dan matematika. Dimana permasalahan terbesar yang mematahkan hati berkeping-keping bersumber dari bertengkar dengan seorang teman. Dimana dunia di sekelilingku masih bisa aku tangani tanpa perlu bersusah payah bertahan.

Haaah… enak ya jadi anak-anak. Nggak perlu mikir ini itu.

Cakka sekarang udah terkenal. Ify juga udah sukses sama BLINK nya. Gabriel juga masuk UI. Aku apa? Aku hanya seorang fans yang bahkan di duniaku sendiri belum bisa menjadi bintang.

Hah. Jika aku bisa mengulang waktu mungkin aku ingin mencoba ikut audisi idola cilik. Bisa saja kalau besar nanti aku sukses seperti mereka, wkwk. Maafkan khayalan bodohku ini.

Sekarang giliranku berubah. Kalau idolaku bisa sukses, kenapa aku tidak? Doakan aku, ya. Aku juga ingin sukses. Sukses dunia akhirat. Amiin.

(backsound: Tunjuk Satu Bintang – Idola Cilik 1)

Oke skiiiiip — jadi nggak nyambung sama tujuan awal cerita. Eh emang tujuan awalku apa? Aku lupa haha. Abaikan. Selalu seperti ini kalau udah lama nggak nulis. Jadi harap maklum.

Oke, sekian cuap-cuap dari penggemar idola cilik ini. Doakan saja semoga di lain waktu bisa ketemu nggak Cuma Cakka, tapi bisa ketemu Iel, Ify, dan yang lainnya.

Annyeong~!

Penulis:

- 96's line - Shim Changmin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s