Posted in Resensi

If I Stay – Gayle Forman


if i stay cover baruJudul Buku          : If I Stay – Jika Aku Tetap di Sini

Pengarang          : Gayle Forman

Alih Bahasa         : Poppy D. Chusfani

Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Terbit                    : Februari 2011

Tebal                     : 200 halaman

*****

Mia memiliki segalanya: keluarga yang menyayanginya, kekasih yang memujanya, dan masa depan cerah penuh music serta pilihan. Kemudian, dalam sekejap, semua itu terenggut darinya.

Terjeak antara hidup dan mati, antara masa lalu yang indah dan masa depan yang tidak pasti, Mia menghadapi satu hari penting ketika ia merenungkan satu-satunya keputusan yang masih dimilikinya–– keputusan terpenting yang akan pernah dibuatnya.

*****

Bagaimana perasaanmu jika kau terbangun setelah koma dan menjadi yatim piatu? What would you do if you had to choose?

Mia dihadapkan oleh pilihan terberat dalam hidupnya. Bertahan hidup dengan keadaan yang sebelumnya tidak pernah terlintas di benaknya atau pergi selamanya meninggalkan kenyataan. Mia Hall, gadis pecinta cello dan musik klasik yang memiliki semuanya. Ayahnya mantan pemain band Rock yang rela meninggalkan mimpinya demi keluarga, ibunya kini hanya seorang ibu rumah tangga yang bisa utuh mengurus keluarganya, dan Teddy, adik kecilnya yang lahir ke dunia dan merubah kehidupan keluarga yang sebelumnya tidak harmonis menjadi manis.

Hidup Mia baik-baik saja sampai sosok Adam masuk ke dalamnya. Mia yang tidak pernah merasakan cinta sebelumnya dibuat terpesona oleh Adam dan cinta yang dibawanya. Adam sendiri adalah vokalis Rock band indie yang sekarang sedang naik daun. Memiliki Adam yang berbeda 180o dengannya mau tak mau membuat Mia bersyukur sekaligus ragu dengan hubungan mereka.

Classik vs Rock. Dunia Mia bukannya asing dengan Rock. Ayahnya menggeluti bidang itu sampai akhirnya memutuskan berhenti saat Mia kecil, membuat Mia kecil mau tak mau mengenal musik yang kadang membuat gendang telinga sakit itu. Namun Adam dan dunianya, dunia Punk Rock, baru kali ini ia temui. Berbeda dengan cello dan klasiknya, musik Rock dan dunia Adam butuh waktu untuk membuat Mia membaur ke dalamnya.

Sampai akhirnya perbedaan pendapat itu tak bisa dipungkiri. Mia akhirnya mencoba mengerti dunia Adam dan berhasil. Yah, walaupun sebenarnya bukan itu yang dipikirkan Adam. Dia suka Mia just the way she is.

Hubungan Mia dan Adam kembali dilanda badai saat Mia memutuskan untuk ikut audisi seleksi masuk Julliard, sekolah musik terkenal di New York. Merasa Mia mengingkari janjinya dan tak suka dengan hubungan jarak jauh, emosi Adam pun tak terbendung lagi. Pertengkaran mereka tentang mimpi yang berbeda menjadi satu yang terburuk yang pernah terjadi.

Tak cukup dengan hubungannya dan Adam yang kandas, Mia kini dihadapkan dengan pilihan berat. Mobil yang ditumpangi keluarganya terlibat kecelakaan yang menyebabkan nyawanya berada di antara hidup dan mati. Ibunya meninggal di tempat. Ayah dan Teddy dirawat di rumah sakit yang berbeda dengannya. Ketika kenyataan membuat dirinya tak sanggup lagi bertahan, apakah yang harus ia lakukan?

Meninggalkan dunia ini bersama keluarganya, ataukah bertahan dengan dunia yang tak akan lagi sama?

If I Stay, bercerita tentang kisah seorang gadis yang dihadapkan dengan pilihan untuk bertahan hidup atau menyerah dengan kenyataan. Novel ini membuat aku sendiri berpikir, kalau aku di posisi Mia, apa yang akan aku lakukan?

Novel terjemahan pertama yang aku baca tanpa tujuan pasti, hanya coba-coba, dan Alhamdulillah tidak kecewa. Mungkin karena terjemahannya tidak terlalu sulit untuk dimengerti, aku bisa menamatkan novel ini dalam beberapa hari. Karya Gayle Forman, penulis yang bahkan sebelumnya aku tak tahu pernah ada *slap. Dan begitu selesai membaca If I Stay, aku segera membeli lanjutan dari novel ini begitu aku tahu ada sekuelnya ahaha. Efek Gayle Forman cepat sekali mempengaruhiku. Padahal aku bukan tipe orang yang suka baca novel terjemahan dulu wkwk.

Untuk ceritanya sendiri… Hamm… memilih antara hidup dan mati. Sudah jelas lah ya, tokohnya pasti semacam nyawanya terpisah dari tubuhnya dan ada cara yang bisa dilakukan agar bisa kembali ke tubuhnya. Tapi yang membuat ini istimewa adalah jalan cerita bagaimana Mia memutuskan untuk menjatuhkan pilihannya. Dari judul novelnya sendiri sudah dijelaskan. If I Stay, jika aku tetap di sini. Jika aku tetap di sini, apa yang bisa aku lakukan? Jika aku tetap di sini, apa yang menjadikannya lebih baik dibanding aku pergi? Jika aku tetap di sini, akan ada siapa saja yang menemaniku? Dan berbagai macam pertanyaan lain yang benar-benar membuatmu tak bisa mengelak kalau ini adalah pilihan tersulit dalam hidup yang kau jalani.

Aku suka bagaimana keluarga Mia benar-benar mendukung Mia dengan apa yang ia inginkan. Termasuk saat ia dan Adam sedang dalam masalah. Ibunya benar-benar membimbing Mia untuk menjalani pilihannya sendiri. Yah, walaupun jadinya keliatan Mia itu kayak manja dan childish sekali –menurutku. Juga saat Mia tak yakin tentang tawaran untuk ikut seleksi Juilliard. Seperti kata ayahnya, terkadang kita harus memilih di antara banyak pilihan, dan terkadang pilihan itulah yang memilih kita.

Untuk kisah Mia dan Adam sendiri aku no comment haha. Khas cerita barat, terlalu tinggi untuk aku yang saat itu masih polos wkwk. Yang aku suka dari hubungan mereka adalah bagaimana penyuka musik Rock dan klasik yang jelas-jelas berbeda layaknya langit dan bumi bisa bersatu. Yah, walaupun nggak sedikit rintangan yang harus dihadapi sih. Tapi tetap saja cara mereka mempertahankan hubungan itu manis sekali haha. Apalagi waktu Adam yang sebenarnya masih nggak suka dengan keputusan Mia untuk ikut seleksi Julliard yang tempatnya beribu kilometer dari tempat tinggal mereka datang diam-diam ke kamar Mia hanya untuk mendekor atap kamarnya agar sesuai dengan atap yang ada di aula tempat Mia seleksi Julliard nanti. Katanya supaya Mia nggak kaget waktu seleksi besok dan bisa selalu menganggap kamarnya adalah tempat seleksi. Kan manis sekali…

Selain itu… aku lupa mau bahas apa lagi hehe. Sudah lama sekali sejak aku baca novelnya. Ini ingat lagi gara-gara habis nonton filmnya wkwk. FYI yah, tahun 2014 kemarin If I Stay sukses ditayangkan di bioskop. Walaupun aku baru nonton sekarang, tapi aku nggak akan lupa kalau ini adalah film pertama yang aku tunggu rilisnya –walaupun ternyata di Indonesia nggak rilis-rilis waktu itu.

Sejauh ini, baru If I Stay dan Where She Went –sekuelnya karya Gayle Forman yang aku baca. Ke depannya aku nggak keberatan buat baca semua karya beliau yang sudah terbit.

***** kkeut – amouradilla@cassieva.wp.com *****

Penulis:

- 96's line - Shim Changmin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s