Posted in Constellation's Series

Raining Perseids


Assalammualaikum.

Annyeong~!

I don’t know why everything seems wrong lately. Yet after i get my first perseid.

Orang-orang bilang, jika kamu memandang ke langit utara di langit gelap, akan dengan mudah kalian temukan beberapa bintang yang membentuk rangkaian huruf W. Yap, Cassiopeia. Awalnya aku pikir itu tidak mungkin. Hanya sebatas kata-kata yang menyatakan kalau rangkaian lima bintang berbentuk huruf w lebih simpel dikenali daripada bentuk kalajengking maupun anjing besar sekalipun. Membedakan sirius dan canopus saja masih sulit.

Tapi akhir-akhir ini aku sadar kenapa banyak yang berkata demikian.

Waktu itu langit cerah. Di rumah mbah yang memang tidak banyak polusi, sekilas aku lihat langit malam. Dan hei, ada lima bintang. Membentuk suatu pola yang tak asing. Aku pikir mungkin aku salah. Lalu untuk membuktikan, Star Walk 2 membantuku. Dan hei, itu benar-benar seperti apa yang ku pikirkan! Untuk pertama kalinya, aku berhasil menemukan Cassiopeia dengan mudahnya.

Lalu bulan Agustus datang. Di malam puncak Perseids, aku malah ketiduran. Nggak seperti biasanya. Baru bangun jam tiga fajar, buru-buru naik ke atap. Dan apa yang pertama kali aku dapatkan? Cassiopeia. Eo, kali ini di rumahku sendiri, yang memang nggak begitu tercemar, tapi tak bersih juga udaranya, aku menemukan Cassiopeia tanpa bantuan alat. Dan berhubung ini puncak Perseid, ku alihkan pandanganku ke rasi bintang sebelah. Katanya intensitas kali ini 200 meteor per jam. Kemungkinan besar untuk bisa melihatnya. Tapi sepertinya tahun ini pun aku gagal dapat satu meteorpun. Hujan semalam ditambah ketiduran mungkin membuat jam puncaknya sudah terlewat. Tapi tetap, aku menunggu sembari memandang tetangga yang mitologinya menyelamatkan Cassiopeia saat ia disandera di batu pantai itu.

Tahu apa? Mungkin aku berkhayal. Tapi ada sebersit garis putih yang membelah cepat di antara Cassiopeia. Aku lihat di bawah rasi, sudah hilang. Mungkinkah?

Dan beberapa menit kemudian aku tetap menunggu. Memastikan kalau saja yang tadi itu hanya bayanganku. Tapi langit kembali tak bersahabat. Awan-awan perlahan menutupi rasi Perseus, dan beberapa menit kemudian Cassiopeia ikut tertutup. Aku pun turun dari atap. Menyerah akan Perseid tahun ini.

Ah. Selain Perseid yang selalu muncul di bulan Agustus, tahu ada apa lagi di langit?

Summer Triangle. Yang menandakan musim panas telah tiba. Tapi sepertinya kehendak langit kali ini berbeda. Bahkan saat Altair, Deneb, dan Vega bertemu, musim panas hanya nama belaka. Kenyataannya akhir-akhir ini sering mendung dan terkadang hujan.

Musim panas juga dihubungkan dengan olimpiade. Pesta olahraga empat tahunan itu akhirnya digelar lagi di Rio de Janiero, Brasil. Seperti lainnya yang fanatik dengan datangnya event ini, aku pun demikian. Rooting for badminton to get back gold medal. Tumpuannya? Tentu saja ganda putra terbaik tanah air, Ahsan-Hendra.

But, seems like everything tak berjalan sesuai bayangan. Realita lebih kejam daripada impian. Mereka gagal lolos ke QF setelah finish di peringkat ketiga fase grup. Kecewa, tentu saja. Tapi mau apa lagi? Dua permainan terakhir mereka seperti bukan dirinya. Mungkin permainan terburuk kalau aku bilang. Lee Yongdae kehilangan lawan terbaiknya bahkan sebelum tahap yang lebih tinggi.

Sebenarnya nggak masalah mereka gagal. Toh sudah berusaha dan memang lawannya saat itu lebih matang. Tapi kenapa secepat itu? Apa… harapan terlalu tinggi benar-benar bisa menjatuhkan orang itu sendiri? Ekspektasi yang dibebankan mereka terlalu tinggi sehingga membuat mereka tertekan menurutku. Aku tahu rasanya kalau semua mata tertuju pada pundak kita. Tidak bisa kita salahkan kekalahan itu. Hanya yang aku sayangkan, untuk yang bilang kalau mungkin ini olimpiade terakhirnya, bagaimana perasaannya setelah mengakhirinya dengan seperti ini? Pasti sedih sekali. Tapi aku harap kalian berdua bisa move-on dan kembali bersemangat lagi. Kami bangga mempunyai pemain seperti kalian. Terus buat Indonesia Raya berkumandang nantinya. Doa kami menyertaimu.

Summer rasa winter ini belum selesai sampai di situ. Setelah kehilangan satu wakil potensial emas, Indonesia kembali dijatuhi tidak keberuntungan. Dua wakil terbaiknya di mixed double harus bertanding satu sama lain untuk merebut tiket ke semifinal. Dalam kasus ini, pasangan senior sudah tidak bisa lagi mengikuti olimpiade periode depan, jadi dia ingin berusaha untuk memberikan yang terbaik di kesempatan ini. Di kasus lain, pasangan junior baru pertama kali berhasil menjejakkan kaki di event besar ini, namun juga akan jadi yang terakhir melihat umurnya. Apa ada skenario yang lebih menyakitkan dari ini? Keduanya tidak bisa ikut di event berikutnya, yet, mereka harus saling melawan teman sendiri. Mana yang akan kau pilih? Mimpi tertundamu… atau?

Yah. Mungkin olimpiade ini bukan olimpiade yang penuh keberuntungan buat kita. Kehilangan satu wakil, teman lawan teman, dan ditambah wakil lain kalah di tangan lawan. Tidak apa. Kami tetap bangga. Semoga Tokyo 2020 mendatang, dewi fortuna akan berpihak pada kami. Dengan semangat baru dan pemain-pemain baru. We can bring back our gold medal.

Summer kali ini benar-benar penuh kejutan. Baru kali ini seingatku Perseid bertepatan dengan hujan deras. Biasanya langit terang selalu menemani. Tapi ini tidak. Bahkan Summer Triangle pun tak jarang sulit terlihat. Atau jelas terlihat, tapi kemudian sepanjang hari langit mendung. Kuasa Allah memang besar. Kita hanya bisa mensyukurinya dan menyembah padanya.

Semoga kita bisa berjumpa lagi dengan Perseid tahun depan. Dan tentu saja summer olympic di Tokyo 4 tahun mendatang. Sampai saat itu tiba, sapalah aku dengan senyuman.

Dari kamar kos, fajar hari dengan perut keroncongan.

Annyeong~!

Wassalammualaikum wr.wb.

-16.08.16-

Penulis:

- 96's line - Shim Changmin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s