Posted in Film, Korea, Sinopsis

[Sinopsis] Architecture 101 (KMovie 2012)


[Sinopsis] Architecture 101

*****

Di pinggir pantai di Pulau Jeju, seorang wanita cantik berjalan pelan memasuki rumah tua yang sudah berdebu dan lama tak terurus. Ia memperhatikan setiap detail rumah itu dengan seksama.

*****

Di kantornya, Seung-min (Uhm Tae Woong) seorang arsitek, mendapat seorang tamu tak diduga, seorang wanita, yang ternyata adalah teman lamanya di tahun pertama universitas. Awalnya Seungmin tak mengenalnya, setelah wanita itu mengenalkan dirinya sebagai Seo Yeon, teman universitasnya dulu Seungmin baru ingat.

Seoyeon mengunjungi Seungmin dengan tujuan untuk meminta lelaki itu membantunya membangun sebuah rumah di Pulau Jeju. Awalnya Seungmin menolak. Dia bilang kalau dia hanyalah seorang bawahan yang tidak mungkin menerima pekerjaan besar. Atasannya tak mungkin memperbolehkan. Namun setelah Seo Yeon meminta langsung pada atasannya, akhirnya Seungmin bersedia.

Mereka berdua kemudian mulai membicarakan tentang proyek ini. Seungmin heran kenapa seorang wanita kaya yang sudah bersuami dokter dan tinggal di daerah Gangnam yang lebih baik malah ingin membangun sebuah rumah di Pulau Jeju yang kecil. Seoyeon merasa tersinggung karena Seungmin terus saja menanyainya dan bahkan tak membhas satu pun tentang proyek mereka. Setelah menjelaskan maksudnya bertanya, Seungmin dan Seoyeon akhirnya berbaikan dan mengunjungi lokasi calon rumah Seoyeon di Pulau Jeju bersama.

Seoyeon bilang kalau alasan ia ingin membangun rumah lamanya di Pulau Jeju adalah untuk ayahnya. Ayahnya sedang sakit, dan dia berharap jika ayahnya sembuh nanti, dia bisa melanjutkan perawatannya di rumah barunya nanti. Ia menunjukkan pada Seungmin bagian-bagian rumahnya yang memiliki kenangan khusus di waktu ia kecil dengan ayahnya.

*****

Seungmin dibantu sekretarisnya memperlihatkan pada Seoyeon rencana tentang pembangunan rumah baru Seoyeon. Namun dari sekian banyak saran yang telah diberikan, Seoyeon tidak cocok dengan semuanya.

Di sela-sela diskusi mereka, sang sekretaris bertanya bagaimana awal Seoyeon bisa bertemu dnegna Seungmin. Dan kisah pun kembali bercerita di saat mereka berdua masih di universitas.

*****

Seungmin (Lee Je Hoon) pertama kali melihat Seoyeon (Bae Suzy) di kelas Introduction to Architecture. Gadis itu terlambat masuk ke kelas dan membuat perhatian seluruh isi kelas. Dari kelas yang ia ikuti, Seungmin tau kalau dia dan Seoyeon tinggal di daerah yang sama, yaitu Jongneung. Di dalam bis yang sama, Seungmin mengamati Seoyeon dan turun di daerah yang sama pula. Dari sunbaenya, Jae Uk, Seungmin akhirnya tahu kalau Seoyeon itu murid kelas musik yang mengikuti kelas arsitektur.

Di perjalanan pulang, Seungmin bertemu dengan sahabatnya, Nap Tteuk. Naptteuk memberi dia sebuah krim rambut yang harus digunakan jika sedang berkencan. Seungmin hanya menerimanya saja.

Sesampainya di rumah. Seungmin mengambil kameranya dan bergegas untuk berjalan-jalan di sekitar rumahnya. Kelas arsitektur mendapat tugas untuk membuat laporan tentang lingkungan di sekitar tempat tinggalnya. Pada saat ia sedang mengambil foto, ia bertemu dengan Seoyeon yang juga sedang mengerjakan tugas itu. Mereka akhirnya berjalan berdua dan Seoyeon tertarik untuk masuk ke sebuah rumah kosong yang Seungmin yakin tidak ada orang dan tidak tau siapa pemiliknya. Seoyeon tetap bersikukuh masuk dan Seungmin hanya mengikutinya.

Seoyeon hendak duduk di lantai kotor rumah itu, namun Seungmin menahannya dan menaruh bukunya di lantai sebagai alas duduk sehingga lantai itu bisa diduduki oleh Seoyeon sekarang. Mereka berdua mulai berkenalan lebih dalam dan Seoyeon meminta Seungmin untuk mengerjakan tugas mereka bersama karena gadis itu tinggal di Daerah Jongneung baru-baru ini, dan belum terlalu mengenal daerah ini. Berbeda dengan Seungmin yang sudah tinggal di sini sejak kecil.

Keesokan harinya, mereka berdua pergi bersama untuk mengerjakan tugas. Di atas gedung tinggi di Seoul, Seoyeon memberikan salah satu headset yang sedang ia dengarkan pada Seungmin. Mereka pun mendengarkan lagu yang diputar Seoyeon dari pemutar CDnya bersama-sama. EXHIBITION – Etude of Memory.

Seungmin terpaku menatap Seoyeon saat gadis itu tersenyum mendengarkan lagu yang berputar di telinga mereka.

******

Kembali ke masa sekarang. Seungmin kembali mengingat senyuman Seoyeon yang sangat ia sukai di masa lalu. Mereka masih bingung memutuskan konsep mana yang akan mereka gunakan untuk membangun rumah Seoyeon. Kemudian Sang Sekretaris mengusulkan agar rumah itu direnovasi saja. Tak perlu dibangun ulang. Mereka pun memutuskan untuk membuat konsep baru untuk merenovasi rumah Seoyeon di Pulau Jeju.

Seoyeon membeli sebuah dasi baru. Ia berencana memberikannya pada Seungmin karena merasa penampilan Seungmin agak tidak cocok dengan dasi yang biasa ia gunakan. Di saat pertemuan mereka, Seoyeon kecewa karena ternyata mereka tidak Cuma berdua, melainkan Seungmin bersama dengan sekretarisnya.

Di makan malam itu, mereka bertiga membicarakan tentang hubungan asmara mereka bertiga. Seoyeon bertanya pada Seungmin apakah dia mempunyai kekasih. Namun pria itu tak menjawab. Saat Seoyeon bertanya pada sang Sekretaris, Eun Chae, apakah gadis itu punya kekasih, ia menjawab kalau dia akan menikah. Kemudian Seoyeon tahu kalau ternyata kekasih Eun Chae itu adalah Seungmin sendiri. Hubungan mereka dirahasiakan dari perusahaan.

Seoyeon saat terkejut ketika mengetahui dari Eunchae kalau ternyata Seungmin mempunyai cinta pertamanya di saat dia tahun pertama universitas. Bukan itu yang membuat ia terkejut, namun perkataan Eunchae yang bilang kalau Gadis Cinta Pertama Seungmin itu gadis yang pantas mati. Wajah Seungmin berubah tak enak ketika mengetahui ekspresi Seoyeon saat mendengarnya.

Seoyeon pun tak jadi memberikan dasi yang ia beli untuk Seungmin. Ia malah memberikannya pada ayahnya saat ia berkunjung di rumah sakit. Seoyeon juga memberitahu ayahnya tentang pembangunan rumah baru mereka. Sang ayah meminta Seoyeon agar di rumah baru mereka ada piano kelak. Namun Seoyeon bilang kalau ia takkan bermain piano lagi.

*****

Kembali ke masa lalu.

Seungmin dan teman kampusnya bermain ke rumah Jae Uk Hyung. Disana mereka mengobrol tentang kepopuleran Jae Uk dan tentang Seoyeon. Saat teman kampusnya bertanya kalau stoking yang ada di kasur Jae Uk itu milik Seoyeon, Seungmin langsung membentaknya. Untung saja dia masih bisa menyembunyikan maksudnya.

Diperjalanan pulang, Seungmin mampir ke kedai ibunya. Dia kemudian bertemu dengan Seoyeon yang habis berbelanja barang kebutuhannya dan mereka berdua kemudian mengunjungi rumah kosong yang dulu pernah mereka masuki. Keadaan rumah itu sudah berubah menjadi bersih karena Seoyeon sudah membersihkannya. Dan dia berkata kalau mulai sekarang rumah kosong itu adalah miliknya.

Disana mereka berdua mengobrol banyak dan semakin akrab. Seungmin akhirnya tahu kalau Seoyeon mengikuti kelas architecture karena dia ingin mendekati Jae Uk.

Seungmin sedikit patah hari mendengar kenyataan itu. Ia minum sedikit alcohol dengan sahabatnya, Nap Tteuk. Dia menceritakan semuanya tentang Seoyeon pada sahabatnya itu dan Nap Tteuk memberinya saran. Sarannya adalah agar Seungmin mendekati Seoyeon. Mengajaknya minum soju dan menggunakan kesempatan itu untuk mengungkapkan segalanya. Mengutarakan perasaannya namun jangan terlalu gambling. Karena Seungmin masih polos, awalnya ia tak mengerti. Namun kemudian ia berterimakasih pada Nap Tteuk karena telah memberikan dia saran.

*****

Pengerjaan rumah Seoyeon di Pulau Jeju sedang berlangsung. Mereka sibuk menyelesaikannya. Permintaan Seoyeon yang aneh-aneh selalu diusahakan oleh Seungmin walaupun itu khayal.

Dari rumah Seoyeon, mereka berdua berjalan-jalan ke luar. Saat Seoyeon akan duduk di bangku pohon, Seungmin menahannya. Ia meletakkan sebuah buku di bangku itu dan baru mempersilakan Seoyeon duduk. Di sana, Seoyeon bertanya pada Seungmin apakah gadis yang pantas mati yang dimaksud Eunchae itu dirinya. Namun Seungmin mengelaknya.

Dalam perjalanan pulang, Seoyeon mengkritik Seungmin tentang sikapnya pada ibunya yang terlalu kasar. Seungmin ganti membentak Seoyeon karena dia tak merasakan apa yang ia rasakan. Uang yang didapat Seungmin takkan sebanding dengan kekayaan yang dimiliki Seoyeon. Serta Seungmin harus mengurusi ibunya juga sementara Seoyeon hidup sendiri.

Seoyeon terkejut waktu Seungmin mengatakan itu. Setaunya ia tak pernah bilang kalau ia tak tinggal dengan suaminya lagi. Seoyeon merasa tersinggung dan memutuskan untuk pergi. Seungmin mengejarnya dan mereka minum bersama di pinggir pelabuhan.

Seoyeon menjelaskan semuanya. Ia bercerai sebulan yang lalu. Ia berusaha menahan suaminya agar ia mendapat uang lebih banyak. Uang itulah yang ia gunakan untuk membangun rumah di Pulau Jeju itu.

*****

Masa Lalu.

Seoyeon dan Seungmin berjalan-jalan di sepanjang rel kereta api. Seoyeon memberitahu lelaki itu kalau hari ini, 11 November, adalah ulangtahunnya. Mereka kemudian merayakannya dengan bersulang bersama.

Seoyeon bercerita tentang kehidupannya 10 tahun mendatang. Dia bilang dia tak ingin bermain piano nantinya. Dia ingin menjadi penyiar esok. Dia juga ingin membangun rumah impiannya di pinggir pantai dank arena cita-cita Seungmin adalah menjadi arsitek, ia meminta Seungmin yang membangunkan rumah untuknya, gratis. Namun Seungmin tak mau kalau gratis. Seoyeon kemudian memberikan Seungmin CD Exhibition miliknya sebagai deposit. Seungmin memperhatikan setiap detail rumah impian yang dikatakan Seoyeon.

Saat duduk menunggu bis untuk pulang, Seoyeon tidur di pundak Seungmin. Karena wajah mereka sangat dekat, dan karena saran yang diberikan oleh Nap Tteuk, akhirnya Seungmin memberanikan diri untuk mencium gadis itu diam-diam. Setelah ia berhasil menciumnya, gadis itu malah terbangun. Seungmin panic. Ternyata gadis itu hanya ingin buang air.

Keesokan harinya. Dia menceritakan semua yang ia alami pada Nap Tteuk. Nap Tteuk bilang kalau yang seperti itu belum bisa dikatakan ciuman. Seungmin yang memang tidak tahu apa-apa masih bingung.

Seungmin pergi ke kelas Seoyeon dan mendengar gadis itu melakukan siaran siang. Saat mereka bertemu, gadis itu malah bersama dengan Jae Uk. Mereka bertiga pulang bersama. Di perjalanan Seungmin pura-pura tidur karena tak ingin mendengar pembicaraan Jae Uk dan Seoyeon. Perasaannya sakit karena semua ini. Dia memutuskan turun lebih dulu di bangjo.

Seoyeon bilang kalau dia ingin pindah ke ApSeoBong. Kawasan apartemen yang lumayan elit. Seungmin membantu Seoyeon untuk pindahan. Kemudian ia mengajak gadis itu bertemu ketika salju pertama turun di rumah kosong langganan mereka.

*****

Kondisi kesehatan ayah Seoyeon semakin parah. Wanita itu kemudian berpikir kalau ia harus menyelesaikan proyek pembangunan rumahnya lebih cepat agar ayahnya bisa mulai tinggal disana.

Ia mulai bekerja lebih keras dalam pembangunan rumahnya dan membantu Seungmin. Setelah bekerja, Seungmin mengajak Seoyeon makan karena ini adalah hari ulang tahun wanita itu. Tiba-tiba, Seoyeon meminta hadiah pada Seungmin agar ia membuatkan sebuah ruangan di rumahnya untuk meletakkan sebuah piano. Karena hanya dengan ini, ia bisa membantu penyembuhan ayahnya yang sia-sia saja dirawat di rumah sakit.

Awalnya kru pembangun rumah Seoyeon yang dipimpin Seungmin menolak perencanaan itu. Tapi kemudian, Seungmin berusaha agar ia bisa merubah rumah yang sudah separo ia bangun menjadi ada ruang pianonya. Dan jadilah ia membuatkan Seoyeon sebuah ruangan untuk piano.

*****

Keesokan harinya, Seungmin tak masuk kuliah. Seoyeon mencari keberadaannya. Ternyata Seungmin berada di apartemen baru Seoyeon untuk memberikan rancangan rumah idaman Seoyeon dulu. Seungmin menunggu Seoyeon pulang sampai malam. Ia melakukan segala cara agar ia tidak kedinginan, termasuk merokok😀

Sampai akhirnya Seoyeon pulang. Tapi Seungmin harus kecewa karena ternyata Seoyeon pulang diantarkan Jae Uk dalam keadaan mabuk. Dan kakak kelasnya itu menggunakan kesempatan itu untuk mencium Seoyeon. Seungmin kesal tak karuan. Ia sempat bertengkar dengan supir taksi karena suasana hatinya yang sedang buruk.

Keesokan harinya, Seoyeon mendapati sebuah rancangan rumah idamannya di tempat sampah apartemennya.

*****

Rumah Seoyeon selesai dibangun. Dia berterimakasih pada Seungmin karena telah membantu dia membangun rumah seperti yang ia impikan. Saat barang-barang pindahan miliknya sampai, secara tak sengaja Seungmin melihat rancangan rumah idaman Seoyeon dulu yang pernah ia buat. Ia meminta penjelasan pada Seoyeon. Kenapa wanita itu mencarinya untuk membuatkan rumah. Padahal banyak arsitek di sana.

Seoyeon bilang karena ia penasaran dan ingin tahu keadaan Seungmin sekarang. Seungmin kemudian marah kenapa Seoyeon masih menyimpan rancangan rumah miliknya kalau Seoyeon Cuma ingin tahu keadaannya sampai saat ini. Seoyeon kemudian jujur pada Seungmin kalau lelaki itu adalah cinta pertamanya.

*****

Seoyeon menunggu Seungmin di universitas. Ia bertanya kenapa Seungmin tak bisa dihubungi akhir-akhir ini. Bukannya menjawa, Seungmin malah mengembalikan CD Exhibition yang dulu pernah dipinjamkan Seoyeon padanya dan meminta gadis itu agar menjauh darinya dan meninggalkannya. Seoyeon hanya bisa menatap kepergian Seungmin.

*****

Seungmin menemani Eunchae memilih gaun pengantinnya. Namun pikiran lelaki itu seperti tak di tempat, ia tak focus.

Di rumah sakit, keadaan ayah Seoyeon semakin memburuk. Sang ayah ingin segera pulang ke rumah. Seoyeon kemudian memperlihatkan foto-foto rumah baru mereka. Namun pandangannya terhenti ketika tak sengaja ponselnya menampakkan foto Seungmin yang sedang tersenyum.

Di rumah lamanya, Seungmin berpamitan pada ibunya sebelum pergi ke Amerika. Sang ibu memarahi Seungmin ketika tiba-tiba lelaki itu berpikiran untuk tidak jadi pergi ke Amerika. Seungmin mengkhawatirkan keadaan ibunya yang sudah tua, pelupa, dan masih apa adanya. Kulkas ibunya masih berantakan dan bahkan ibunya masih mengenakan kaos Geuss kebanggaan Seungmin dulu. Pintu rumah yang bengkok karena dulu ditendang Seungmin pun masih tetap ada.

*****

Di hari ketika salju pertama kali muncul, Seoyeon menepati janjinya. Ia datang kesana namun ia tak menemukan keberadaan Seungmin. Ia sangat kecewa dan meninggalkan CD exhibition beserta CD Playernya di rumah itu.

Seungmin sendiri malah tiduran di rumah. Ia masih tak sanggup bertemu Seoyeon karena sakit hatinya setelah melihat Seoyeon dan Kak Jae Uk malam itu.

*****

Dan berangkatlah Seungmin serta Eunchae ke Amerika.

Kini Seoyeon menggunakan piano di rumahnya untuk mengajari piano anak-anak. Rumah barunya kini sudah jadi dan ayahnya sudah tinggal bersamanya. Sang ayah senang sekali melihat kolam ikan yang dibuat Seungmin karena masih ada jejak kaki Seoyeon dulu waktu kecil. Seoyeon sangat senang melihat ayahnya bisa tersenyum gembira lagi.

Seoyeon mendapat kiriman paket. Dari Seungmin. Dia membuka paket itu dan terkejut ketika mendapati isinya. Isinya adalah CD Exhibition miliknya dulu lengkap dengan CD Playernya. Seoyeon tersenyum. Ia akhirnya tahu Seungmin akhirnya menepati janjinya dulu dan menyimpan CD itu sampai sekarang. Seoyeon pun mulai mendengarkan lagu dari CD itu sambil terus tersenyum.

***** TAMAT *****

Credit: amouradilla@cassieva.wp.com

Penulis:

- 96's line - Shim Changmin

18 thoughts on “[Sinopsis] Architecture 101 (KMovie 2012)

  1. kata teman di korea, 10 intisari dari pilem ini, kenapa pilem sedih dan mengecewakan penggemar Bae Suzy di akhir cerita, tapi bisa menyita perhatian generasi muda korea dan jepang:

    1. film ini mengajarkan ke generasi muda korea untuk menjaga keperawanan hingga menikah. kalau tidak, nanti ketika di pernikahan sesungguhnya, seperti kurang rasa, seperti tokoh utama perempuan di pilem ini.

    2. jangan tertipu gaya pemuda yang kaya semasa kuliah karena belum tentu dia setia dan baik, karena ada fenomena adu banyak, menjebol keperawanan gadis-gadis cantik di kampus. kalau tidak, akan terpedaya seperti di tokoh utama perempuan di pilem ini jadi mangsa pemuda kaya yang hanya mau keperawanannya.

    3. untuk pemuda utarakan cintamu kepada perempuan yang terkasih, jagalah yang kamu cintai, jangan dibiarkan saja ketika dia akan digenjot pemuda kaya tak setia padahal dia bisa mencegahnya, nanti keperawanan yang terkasih diambil orang. kalau tidak, nanti seperti tokoh utama lelaki di pilem ini.

    4. cinta pertama tidak bisa dilupakan sampai mati. walaupun keduanya tidak sampai ke pernikahan, namun tetap saja mencintai tapi tak memiliki. jadi menyimpan kenangan boleh saja, namun yang dicinta tetap istri/suaminya masing-masing.

    5. nasib orangtua ada jalannya sendiri, nasib anak harus lebih berhasil dari generasi sebelumnya. saling menyayangi walaupun berjauhan.

    digambarkan; aktor utama lelaki, dapat kerjaan di amerika dan calon istrinya bisa lanjutkan sekolah, akhirnya menikahnya di amerika sekalian. melihat ibunya sudah tua dan mulai sakit-sakitan, dia tidak tega, akhirnya ingin membatalkan pekerjaannya ke amerika dan tetap menikah dan bekerja di seoul.
    melihat kondisi ibunya dijadikan alasan anaknya untuk tidak mengubah nasib lebih kaya, ibunya marah dalam bingkai sayang mengungkapkan; kalau dia mencintai ibunya, cintailah menantunya (ya istri aktor utama lelaki), rawat, dan jaga dengan baik. dirinya sudah tua tidak mau pindah ke lebih baik, karena rumah sederhananhya banyak menyimpan kenangan. duit tabungan ibunya bisa untuk menyewa apartemen, diberikan ke anaknya yang penting bahagia dengan istrinya, karena dia sedih baru umur 35 tahun baru menikah.

    6. aktor utama pilem perempuan dikisahkan berasal dari pulau yang berada di antara pulau taiwan dan jepang, sangat jauh dengan seoul, namun ketika kuliah salah pergaulan dengan masuk ke klub hura-hura khas kaum muda. jangan lakukan itu, fokuslah belajar. kalau tidak, nanti keperawanannya ilang, sehingga tak bisa memberikannya kepada yang terkasih.
    7. membangun rumah untuk menghabiskan umur, tidak perlu terlalu mewah, sesuai keuangan dan bisa untuk bekerja dan mengisi waktu luang hingga kematian datang.
    8. seburuk dan sesedih apapun masa silam kita, harus terus maju ke depan. raihlah kebahagiaan walaupun hanya dalam kesederhanaan. sebagaimana kisah utama perempuan ini, lari dari dunia glamour dan kembali ke kampung halamannya di pulau berhawa hangat, tidak seperti di seoul ada musim salju, namun dalam kesederhanaan malah bahagia.
    9. ketika cinta pertamamu akan menikah dengan orang lain, jangan diganggu lagi, saling menghargai malah menimbulkan rasa saling menghargai yang berdayaguna.
    10. aktor utama perempuan walaupun tak bisa mendampingi cinta pertamanya, namun tetap bisa mendampingi ayahnya yang mencintainya walaupun sudah bikin kesalahan (ilang keperawanan krn digenjot mahasiswa kaya tapi tak setia yang membuatnya mabuk di pesta demi memuluskan aksinya) di masa kuliah, sebagai bentuk pengabdiannya ayahnya yang sudah setengah lumpuh, ia berjanji merawatnya sampai akhir hayat orangtuanya. dan ia bahagia melakukan itu, walaupun harus kehilangan suami, kekayaan, dan hingar-bingar modernisasi seoul.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s